WIRID dan WARID

Kamis, 10 Juni 2021 | 09:31:45

WIRID dan WARID

 

wirid dan waridMungkin kita sudah tidak asing dengan kata-kata wirid, atau yang biasa terdengar di telinga kita adalah istilah wiridan. Umunya, dikalangan orang awam, wirid dimaknai sebagai suatu ritual khusus yang dilakukan seseorang dengan membaca amalan-amalan/ bacaan-bacaan (doa, sholawat, ayat, dsb) tertentu. Dan ini merupakan pandangan yang salah besar. yuk kita kupas sedikit tentang wirid dan warid.

Wirid itu apa sih?

Wirid itu bukan berarti harus megang tasbeh, menghadap kiblat, kemudian membaca amalan-amalan tertentu, tetapi, wirid merupakan suatu amalan baik yang dilakukan secara terus-menerus oleh seseorang. Kebiasaan baik yang terus-menerus inilah yang disebut wirid, baik itu berupa perbuatan maupun ucapan. Misalnya, kita biasa sholat Dhuha 2 rokaat, kita selalu melakukan hal itu bahkan kita akan merapasakan menyesal apabila meninggalkannya, nah sholat Dhuha 2 rokaat yang kita lakukan merupakan wirid kita.

Kerutinan itu memang diperlukan oleh seorang insan dalam menjalankan amal Ubudiyah sehari-hari. Amal perbuatan yang nilainya rendah atau sedikit tapi dikerjakan rutin secara terus menerus lebih baik dari pada amalan yang nilainya tinggi tapi dikerjakan secara terputus-putus.

Dalam hal ini Rasulullah bersabda dalam hadistnya :

”Amal perbuatan yang sangat dicintai oleh Allah ta’ala adalah amal yang dikerjakan secara terus menerus meskipun sedikit.”

”Terus menerus mengerjakan beberapa wirid itu termasuk akhlak orang mukmin,jalannya orang-orang ahli ibadah dan dia bisa menambah iman serta tambah keyakinan.”

Bahkan ada pepatah Arab mengatakan

“Siapa yang tidak memiliki wirid, maka berarti ia (seperti) kirid (monyet).”

Nah, sekarang warid itu apa?

Ada ungkapan “dengan Wirid maka kau akan memperoleh warid”.

Jika kita pahami ungkapan di atas, maka secara tidak langsung kita sudah bisa mengetahui apa itu warid. Ya betu, warid itu merupakan hasil yang kita beroleh lantaran kita wirid.

Di dalam kitab al-Hikam, sang pengarang Syekh Ibnu Athaillah As Sakandri menggambarkan ‘Warid’ adalah seberkas nur illahi yang datang ke qolbu hamba yang yang akan menyingkap berbagai tabir ke-ghaib-an. Jadi, Warid adalah pemberian Allah kepada hamba-Nya yang berupa keterangan,cahaya Ilahi,kesenangan berbuat ibadah,taufik dan hidayah yang semua berjalan didalam bathin seseorang.

Wirid dan warid meraupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena warid tidak akan diperoleh kecuali dengan cara wirid. Contoh mudahnya gambaran wirid dan warid misalnya ialah, ketika kita biasa hadir dimajlis ta’lim setiap hari, atau seminggu sekali, atau sebulan sekali, ketika kita sudah sering berada di majlis ta’lim, maka kita akan merasa rindu, bahkan merasa gelisah apabila kita tidak hadir dalam suatu kesempatan di majlis ta’lim. Nah, biasa hadir di majlis ta’lim itu merupakan bentuk Wirid, sedangkan merasa rindu dengan majlis ta’lim serta merasa gelisah apabila kita meninggalkannya itu merupakan bentuk warid, yang tentunya warid itu merupakan karunia dari Allah SWT atas hasil sesuatu yang kita wiridkan.

Ada 3 tujuan Allah memberikan warid kepada kita, mao tau apa saja?

Insya Allah kita akan sambung lagi di artikel berikutnya, insya Allah.

Wallahua’lambisshowab.

 

https://hafizhuddin30.wordpress.com