Hikmah dibalik Penciptaan Lalat

Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:46:13

Hikmah dibalik Penciptaan Lalat

 

Kecerdikan yang mengagumkan dimiliki oleh beberapa jenis hewan, seperti serigala, lalat, dan laba-laba. Serigala ketika lapar dan tidak mendapatkan seekor pun buruan, maka dia akan pura-pura mati. Dia menggembungkan perutnya sehingga burung mengiranya mati lalu turun untuk makan bangkainya. Saat itulah serigala akan menerkam burung tersebut.

Kecerdasan yang menakjubkan juga ada pada lalat besar yang dinamai singa lalat. Anda lihat, ketika dia merasa ada lagi lalat lain yang berada di dekatnya, singa lalat diam tak bergerak seperti mati. Apabila lalat tadi dilihatnya telah tenang dan tidak mewaspadainya, singa lalat akan merayap dengan sangat hati-hati sampai berada pada posisi dia bisa menjangkaunya, lalu dia melompat dan menyergapnya.

Perhatikan pula kecanggihan tipu daya laba-laba, dia membuat jaring sebagai perangkap mangsanya, dan dia bersembunyi di tengahnya. Apabila ada nyamuk atau lalat yang terjerat, dia melompat dan mengisap darahnya. Hewan ini memakai cara berburu dengan jaring dan perangkap, sedang singa lalat mengikuti cara berburu anjing dan macan.

Janganlah anda meremehkan pelajaran dari sesuatu yang remeh, semisal biji sawi dan nyamuk. Sebabnya, suatu makna yang berharga dapat diambil dari sesuatu yang remeh. Meremehkan pelajaran dari sesuatu yang hina adalah warisan dari orang-orang yang akalnya tidak bisa menerima kenapa Allah Swt. membuat perumpamaan dengan lalat, laba-laba, anjing, keledai, sehingga Allah Swt menurunkan ayat 26 surah al-Baqarah:

 

إِنَّ اللَّهَ لا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلا الْفَاسِقِينَ

 

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu, adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk, dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.”

Alangkah banyak hikmah yang terkandung pada diri hewan-hewan yang bisa jadi anda remehkan dan anda hinakan ini. Berapa banyak dalil yang terkandung di dalamnya yang menyatakan tentang Sang Pencipta, juga mengenai kasih sayang dan hikmah-Nya. Tanyailah orang yang ingkar, siapa yang mengilhami hewan-hewan itu untuk membuat tipu daya, dan bertindak secara mengagumkan untuk menangkap mangsa yang menjadi makanannya? Siapa yang memberi kecerdikan ini sebagai ganti dari kekuatan dan kemampuan yang tidak dimilikinya, sehingga dengan kecerdikan itu, dia dapat hidup meski tidak memiliki kekuatan? Tiada yang melakukannya, selain Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pemberitahu.

 

Sumber: Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Miftahu Daris Sa’adati

https://sepdhani.wordpress.com