Ekstrak Leunca Dapat Mengobati Penyakit Diabetes Insipidus

Senin, 23 Maret 2020 | 09:46:30

Ekstrak Leunca Dapat Mengobati Penyakit Diabetes Insipidus

 

Leunca diambil dari bahasa Sunda, sedangkan dalam bahasa Indonesia leunca disebut ranti, dengan nama latin Solanum nigrum. Leunca tergolong dalam famili solanaceae, satu famili dengan terong, tomat, cabai, dan lain-lain. Tumbuhan leunca termasuk golongan semak, dengan ukuran kurang lebih 1,5 meter.

Tumbuhan ini memiliki akar tunggang, batang tegak, daun berwarna hijau.Bunga leunca memiliki mahkota kecil. Sedangkan buahnya hijau, bulat, dan akan menghitam bila sudah tua. Besar buah leunca sama dengan kacang kapri.

Leunca di Jawa Barat banyak digunakan untuk berbagai masakan. Leunca digunakan oleh mayoritas masyarakat Jawa Barat sebagai bahan untuk berbagai masakan seperti tumis-tumisan dan lalapan. Rasa pahit leunca mempunyai cita rasa tersendiri.

Sayangnya, di Indonesia khususnya di luar Jawa Barat banyak orang menganggap buah ini beracun karena buah leunca bisa dijadikan sebagai penangkal hama tanaman karena rasanya yang pahit. Sehingga banyak orang yang tidak mau mengonsumsi buah leunca.

Leunca mengandung bahan kimia yang bermanfaat bagi kesehatan di antaranya dapat digunakan untuk antiseptik, selain itu banyak penyakit yang tergolong sulit disembuhkan dapat disembuhkan dengan mengonsumsi leunca secara rutin. Penyakit gonorrhea dan disuria setelah diteliti oleh seorang ilmuwan berhasil disembuhkan dengan biji leunca. Selain itu, tunas dari leunca dapat dimanfaatkan untuk penyakit kulit.

Kandungan senyawa pada leunca yaitu solanine, solasonine, solamargine, dan chaconine. Buah leunca yang belum matang mengandung senyawa steroidal alkaloid solasodine serta steroidal sapogenin diosgenin dan tigogenin.

Hasil observasi menunjukkan bahwa banyak orang tidak mengetahui fungsi utama yang terkandung dalam leunca. Kandungan kimia yang ada di dalam leunca pernah diteliti oleh para ilmuwan di Negeri Tirai Bambu (Tiongkok) dan menghasilkan hipotesis leunca dapat menyembuhkan penyakit kanker. Oleh sebab itu, saya menjadi terinspirasi untuk meneliti esktrak buah leunca ini.

Berdasarkan  percobaan yang telah dilakukan, diperoleh  pengaruh konsumsi ekstrak buah leunca terhadap jumlah volume urine yang diekskresikan. Didapatkan fakta baru bahwa  orang yangmengonsumsi ekstrak leunca menunjukkan penurunan jumlah volume urine, berarti leunca mengandung senyawa kimia yang bersifat antidiuretik bagi yang mengonsumsinya.

Sifat antidiuretik ini dapat menyembuhkan orang yang terkena penyakit Diabetes Insipidus karena dapat mengurangi jumlah urine penderita.

Melalui  penelitian esktrak buah leunca terhadap jumlah volume urine yang diekskresikan, diharapkan pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap leunca bertambah. Selain itu, masyarakat Indonesia juga dapat memaksimalkan khasiat dari tumbuhan leunca sehingga tumbuhan ini dapat dimasukkan ke dalam tumbuhan yang berkhasiat bukan tanaman berasa pahit yang tak berguna di luar daerah Jawa Barat.

https://www.kompasiana.com