Banyak Diabaikan Ternyata Inilah 2 Penghalang Utama Pintu Rejeki

Senin, 13 Januari 2020 | 09:58:04

Banyak Diabaikan Ternyata Inilah 2 Penghalang Utama Pintu Rejeki

 

BANGKAPOS.COM--Sama seperti ajal dan jodoh, rejeki merupakan satu di antara sekian banyak misteri kehidupan.

Namun, Allah Ta’ala Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang membuat aturan yang sangat manusiawi tentang konsep rezeki bagi seluruh hamba-hamba-Nya.

Allah Ta’ala melalui Al-Qur’an Al-Karim, hadits Qudsi, atau sabda Nabi-Nya yang mulia telah memberikan berbagai kaidah pasti tentang sebab-sebab tercurahnya rezeki bagi seorang hamba.

Selain memberitahukan sebab-sebab tercurahnya rezeki, Allah Ta’ala juga memberitahukan hal-hal yang menjadi penghalang tersampainya rezeki bagi seorang hamba.

Di antara penghalang-penghalang rezeki tersebut, ada dua penghalang utama rezeki yang amat banyak diabaikan seperti dikutip dari islamidia.com:

Mas Eko berzikir di bawah langit mendung, memohon kepada Yang Maha Kuasa agar awan bergeser dan tidak hujan. Mas Eko mengatakan hujan atau tidak tetap merupakan kehendak-Nya.

1. Tidur di Pagi Hari

Banyak kaum Muslimin yang masih menyukai tidur di pagi hari. Sebagian di antara mereka sengaja tidur setelah shalat Subuh, sebagian lainnya bersikap acuh, tidak shalat Subuh dan tidak bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri.

Padahal, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, “Tidur di pagi hari menghalagi datangnya rezeki.”

Hadits ini dikutip oleh Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Shaidul Khatir.

Jika masih tidur pagi dan berharap rezeki mengalir, ia tak ubahnya punguk yang merindukan rembulan.

2. Dosa

Salah satu ketentuan Allah Ta’ala yang diberikan kepada orang-orang beriman ialah terhalangnya rezeki karena seorang hamba melakukan dosa.

Dosa menghalangi seorang hamba dari berbagai jenis rezeki, bukan hanya rezeki dalam bentuk materi berupa uang, benda, dan lain sebagainya.

Dosa juga bisa menghalangi seorang hamba dari mendapatkan rezeki ketaatan.

Dan ketaatan inilah sebaik-baiknya rezeki yang banyak diabaikan oleh sebagian kaum Muslimin.

“Seorang hamba tidak bisa memperoleh rezeki karena dosa yang dikerjakannya,”

Hadits yang dikutip oleh Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Shaidul Khatir ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Majah, Imam Ibnu Hibban, Imam Al-Hakim, dan Imam Al-Baghawi Radhiyallahu ‘anhum ‘ajma’in.

***

Alangkah bahagianya menjadi seorang Muslim dan Mukmin. Hidup sudah diatur dengan sangat baik oleh Allah Ta’ala.

Dia sudah memberikan berbagai macam kaidah dan aturan yang jika dituruti hanya akan menghasilkan kebaikan.

Zikir Pembuka Pintu Rejeki

Lafadz Istighfar merupakan salah satu dzikir untuk memohon ampun kepada Allah.

Biasanya setelah salat, umat muslim tidak akan melewatkan untuk mengucapkan kalimat Astagfirullah Hal Adzim tersebut.

Harapannya, Istighfar mampu menghapuskan dosa-dosa yang diperbuat. Ternyata, tidak hanya untuk memohon ampunan, kalimat dzikir yang sering diucapkan Nabi Muhammad ini juga memiliki banyak keutamaan lain jika diamalkan.

Kalimah Itighfar ternyata menjadi salah satu pembuka kunci pintu rejeki.

Namun banyak kaum muslimin yang tidak mengetahuinya.

Dikutip dari ummi-online, disebutkan pada salah satu kutipan ayat al-qur’an berikut ini :

“Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada TuhanMu dan bertobat kepadaNya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karuniaNya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).” (Q.S. Hud ; 3 ).

Nah… membaca kutipan ayat di atas seolah kembali menegaskan, Allah memang berjanji akan memberi banyak kenikmatan saat kita tidak lupa beristighfar.

Sudah banyak juga yang membuktikannya, betapa dzikir istigfar memang mengundang banyak keajaiban di dalam hidup.

Namun sudahkah kita paham apa sih sebenarnya makna terbesar dari istigfar ini ? dan mengapa bisa mengundang banyak kenikmatan dan keajaiban? Atau adakah yang sudah rajin beristighfar namun keajaiban tidak juga datang, bisa jadi itu terjadi karena kita kurang paham makna istigfar yang sebenarnya, sehingga istigfar yang kita ucapkan menjadi kering tanpa penghayatan.

Kalau saja kita mau kembali merenungi ayat di atas, sebenarnya disamping ampunan atas dosa melalui zikir istigfar tersebut yang membuat Allah turunkan barokahnya, makna terdalam istighfar sendiri adalah diberinya kemampuan oleh Allah untuk sanggup melihat kesalahan sendiri.

Banyak sekali orang sangat jeli saat melihat kesalahan orang lain, namun sulit melihat dengan jelas kesalahannya sendiri, akibatnya proses perbaikan diri menjadi statis disaat kesalahan diri sendiri saja tidak paham.

Nah… dengan rutin melakukan istighfar, Allah akan membantu kita melihat dengan jelas kesalahan-kesalahan kita apa saja, lalu sesudah itu kita juga akan diberi kemudahan memperbaiki kesalahan tersebut sehingga saat diri kita terus meningkat secara kualitas, disitulah sebenarnya pemancing kenikmatannya sehingga keajaiban-keajaiban datang menghampiri kita.

Untuk memudahkan, mari simak analogi dibawah ini :

Saat orang melakukan sebuah proses ikhtiar (sebut saja buka wirausaha) lalu gagal, apa yang terjadi jika kegiatan wirausaha terus dilanjutkan dengan kesalahan yang sama ?? tentu saja hasilnya gagal lagi kan ?.

Lalu apa bedanya saat kesalahan dari prosedur wirausaha itu kita paham dengan persis titik kesalahannya dimana, tentu saja kita jadi paham juga kan apa saja yang harus diperbaiki, dan saat proses perbaikan yang dilakukan dengan didahului pengetahuan atas kesalahan kita, dijamin akan mendatangkan hasil yang berbeda, keberhasilan pasti akan menjadi miliki kita.

Nah… kelihatan sekarang yaa…ternyata pengetahuan atas kesalahan itu penting sekali agar proses perbaikan lebih terarah dan memiliki hasil yang lebih baik.

Begitulah kira-kira makna terdalam istighfar, karena masih sedikit orang yang sanggup dengan gagah berani mengakui kesalahannya, dimana pengakuannya juga tidak hanya sekedar pengakuan, tapi memang paham persis salahnya dimana.

Sehingga dia menjadi sangat fokus kesalahannya apa saja, untuk kemudian melakukan langkah perbaikan dengan arahan yang lebih jelas.

Karena tidak jarang juga kita temui orang yang kelihatannya seperti mengakui kesalahan, namun ujung-ujungnya malah terperosok dengan kondisi menyalahkan diri sendiri atau justru kebalikannya sibuk mencari-cari kesalahan orang, dimana sebenarnya dia sama sekali tidak mengerti kesalahannya apa.

Ibroh dari istighfar sebenarnya adalah alat untuk melihat dengan fokus apa saja kesalahan-kesalahan kita, untuk kemudian kita akan diberi keberanian untuk memperbaikinya.

Karena salah satu sumber kekuatan kita yaitu saat kita tahu persis apa kelemahan kita, dan itu hanya bisa kita raih saat kita sudah melakukan istigfar dengan segala kepahaman dan penghayatan.

Disamping itu, istighfar juga seolah memposisikan diri kita sebagai tempatnya salah dan khilaf, dimana untuk menjadi orang baik ternyata tidak mungkin datang begitu saja, namun dibantu penuh oleh Allah dalam mewujudkannya.(*)

 https://bangka.tribunnews.com

Penulis: tidakada016

Editor: tidakada016