9 Makna Gerakan dalam Sholat

Sabtu, 14 September 2019 | 09:15:36

9 Makna Gerakan dalam Sholat

 

Sholat bagi pemeluk agama Islam (muslim) tidak hanya ibadah ritual saja, tetapi ibadah (hubungan dengan Allah swt) yang memiliki makna yang harus diaplikasikan kedalam kehidupan sosial. Dengan kita lain ibadah Sholat akan mendatangtkan pahala yang dapat dinikmati besok di akherat dan juga mendatangkan kemanfaatan untuk pribadi dan masyarakat selama kehidupan dunia. Setidaknya ada 9 (sembilan) gerakan dalam sholat yang tidak cukup di hafal, tetapi juga harus dipraktikan kedalam realitas kehidupan sosialSembilan gerakan yang perlu dipahamai dan diamalkan dalam kehidupan adalah :

Pertama, NIAT. Pertama dan utama setiap orang sholat adalah Niat yang dimaksudkan untuk menetapkan tujuan kehidupan. Makna niat dalam sholat berarti menetapkan tujuan hidup untuk Allah SWT. Maka kekuatan niat inilah yang mampu menggerakkan perangkat atau potensi lahir dan batin untuk menuju kepada Allah SWT. Tanda niat yang benar dalam sholat akan selalu tercermin dalam sikap hidup kita yaitu suatu kepribadian yang selalu mementingkan kehendak Allah SWT dari pada kehendak diri sendiri. Dengan kata lain, manusai yang sukses dalam kehidupan jika memiliki motivasi yang tinggi untuk mewujudkan cita cita atau tujuan  yang jelas.

Kedua, BERDIRI & TAKBIR. Setiap sholat akan memiliki simbol berdiri sambil mengucapkan Takbir (Allahu Akbar). Hal ini menganduk makna bahwa Berdiri adalah menandakan perilaku Dhahirnya dan mengucapkan takbir menandakan perilaku batinnya. Dalam kehidupan kita memiliki urusan yang penting yaitu membesarkan Allah SWT bukan membesarkan diri sendiri. Tanda orang yang berdirinya benar dalam sholat akan memiliki pendirian yang sangat kuat kepada Allah SWT, sebaliknya orang yang berdirinya tidak benar dalam sholat akan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu yang duniawiyah.

Orang yang takbirnya benar dalam sholat akan selalu ihlas dalam menerima kenyatan dalam kehidupan, sebaliknya orang yang takbirnya salah dalam sholat akan sombong dalam menjalani kehidupan. Berdiri dan takbir dalam sholat mengandung makna bahwa manusia akan sukses jika memiliki kemampuan mengambil aspek positif dari semua yang dihadapi. Suasana apapun yang dihadapi harus bisa mengambil hikmah positif dibalik yang terjadi.

Ketiga, BERSEDEKAP & MEMBACA AL FATIHAH. Setelah takbir, disunahkan mengangkat tangan dan bersedakep. Tangan kiri dibawah dan tangan kanan diatas sambil menekan di atas jantung. Pada posisi bersedakep membaca al Fatihah dan disunahkan sebelumnya al fatihah membaca doa iftitah. Dalam posisi itu, dapat diketahui bahwa gerakan dhahirnya adalah bersedakap dan gerakan batinnya membaca Al Fatihah.

Tanda bersedakep yang benar dalam sholat akan mampu mengontrol hal hal yang negatif pada diri manusia, sebaliknya bersedakep yang salah dalam sholat pasti tidak mampu mengontrol perilaku jahat yang datang kepada dirinya. Tanda al fatihah yang benar dalam sholat akan selalu membuka diri untuk hal hal yang positif dan bermanfaat, sebaliknya membaca al fatihah yang salah dalam sholat akan tidak suka dengan hal hal yang positif dan bermanfaat. Artinya, manusai akan sukses dalam kehidupan sosial, jika mampu mengendalikan hawa nafsunya.

Keempat, RUKU' & SUBHANA RABBIYAL 'ADZIM. Gerakan selanjutnya dalam sholat adalah Ruku' dan membaca Subhana Rabbiyal adziim. Ruku' adalah membungkuk dan kedua tangan memegang kedua lutut kaki kanan dan kiri serta punggung rata dengan kepala diikuti membaca subhana rabbiyal adziim. Perilaku dhahirnya adalah membungkuk dan perilaku batinnya adalah membaca subhana rabbiyal adziim. Gerakan ruku' adalah proses yang harus dipikirkan, dianalisa dengan cermat dan teliti.

Pada saat ruku' membaca subhana rabbiyal adziim menunjukan bahwa manusia sedang mengadzimkan Allah SWT. Adzim berasal dari kata 'azhama yang berarti tulang rawan, tulang elastis. mengadzimkan berarti mengelastiskan otak atau pikikran. Orang yang ruku'nya benar dalam sholat akan memiliki pikiran, analisa yang cerdas dan cermat serta teliti dalam melihat suatu fenomena.

 Sebaliknya orang yang salah ruku'nya dalam sholat akan malas befikir, tidak cermat dan juga tidak teliti dalam melaksanakan tugas kehidupan sehari hari. Orang yang benar subhana rabbiyal 'adziim memiliki cara fikir yang elastis tidak kaku dan selau melihat fenomena dari berbagai sudut pandang (multi pendekatan), sedangkan orang yang salah dalam membaca subhana rabbiyal 'adziim akan berfikir yang kaku, simbolik dan hanya melihat fenomena dengan satu pendekatan saja (tekstualis)

Kelima, SUJUD & SUBHANA RABBIYAL 'ALAA: Setiap sholat pasti melaksanakan gerakan sujud dan membaca doa subhana rabbiyal 'alaa. Perilaku Lahir atau dhahirnya adalah sujud dan perilaku batinya adalah membaca subhana rabbiyal 'alaa. Pada saat sujud ada tujuh anggota badan yang tersentuh dengan bumi yaitu : dua ujung kaki, dua lutut, dua telapak tangan dan wajah.

Bacaan Subhana rabbiyal 'alaa menandakan pengakuan atas keagungan Allah SWT. Pada saat sujud dan kepala tertunduk di bawah menunjukkan bahwa betapapun hebatnya kepala yang selalu di atas, haarus tetap mengakui keagungan Allah SWT. Urusan Sujud adalah meng 'alaa-kan Allah SWT. Tanda sujud dalam sholat yang benar maka seluruh perangkat manusia lahir dan batin akan selalu aktif berfungsi untuk Allah SWT.

 Tanda subhana rabbiyal 'alaa dalam sholat yang benar maka memiliki kepribadian yang baik dan tidak sombong, alias selalu rendah hati, Sselalumua sikap kerpibadian tersebut selalu  memancara dari dalam diri manusia. Inilah yang dimaksud dengan  min atsaris sujud.

Keenam, DUDUK DIANTAAR DUA SUJUD & RABBIGHFIRLI. Gerakan lahir/dhahirnya adalah duduk diantara di sujud, dan gerakan batinnya adalah membaca Rabbighfirli... Gerakan duduk diantara dia sujud bermakna mengevaluasi semua yang telah dilakukan. Ibaratnya, sujud ibarat proses pekerjakan yang dilakukan, duduk diantara dua sujud adalah hasil yang diperoleh. Duduk diantara dua sujud adalah kemampuan mengevaluasi diri dari tindakan yang telah dilakukan (sujud).

Tanda duduk diantara dua sujud yang benar dalam sholat adalah tidak mudah terpengaruh/terperdaya oleh keberhasilan sesaat, harus selalu menyadari akan kesalahan untuk perbaikan kedepan. Tanda doa /bacaan rabbighfirli yang benar dalam sholat adalah memiliki perilaku yang selalu ingin memperbaiki kekurangan untuk perbaikan di masa mendatang.

Ketujuh , SUJUD & SUBHANA RABBIYAL 'ALAA. Gerakan sholat sujud dan doa subhana rabbiyal 'alaa yang kedua ini berbeda dengan sujud yang pertama. Jika sujud pada gerakan pertama bermakna mengfungsikan atau proses mengagungkan Allah SWT, sedangkan sujud yang kedua berfungsi menyempurnakan semua kekurangan yang telah dilakukan. makna dari sujud yang kedua di dalam sholat adalah tidak ada rasa ketakutan atau khawatir dalam kehidupan. Karena apa yang dilakukan manusia pasti sudah diatur dan dijaga oleh Allah SWT. Artinya setiap melakukan aktivitas yang baik adalah harus mantap, tidak ragu ragu atau penuh motivasi.

Kedelapan,  DUDUK TAHYAT & ATTAHYATUL. Gerakan duduk tahyat adalah inti atau gerakan terakhir dari sholat. Yang bermakna penutup atau hasil yang harus dimiliki oleh setiap orang yang menjalankan ibadah sholat. urusan duduk tahyat adalah urusan antara manusia dengan Allah SWT, between us and god. Pada saat duduk tahyat kita mengucapkan kalimah syahadah sebagai perwujudkan janji dengan Allah SWT. Tanda duduk tahyat yang benar dalam sholat adalah kita selalu menghargai dirinya kita dan orang lain. Tanda tahyat yang benar dalam sholat kita harus mau dan mampu memberi kemanfaatan atau kemenangan untuk orang lain.

Kesembilan, SALAM. Salam artinya keselamatan, dan juga tanda selesainya atau sholat sudah purna. Salam ke kanan dan ke kiri yang benar di dalam sholat menunjukan bahwa setiap yang selesai sholat harus bisa memberikan keamanan, kesejahteraan, keselamatan kepada semua orang yang ada di sekitarnya tidak peduli agama, suku, ras dan golongan.

Produk orang yang menjalankan ibadah sholat memiliki sikap kepribadian yang utuh (sempurna) yang ditandai dengan sikap dan perilaku yang selalu memberikan manfaat tidak hanya  untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat tanpa melihat asal usulnya. Jika ada umat Islam yang seringkali melakukan kekerasan, menebar kebencian dan teror walaupun mereka sholat secara ritual, maka pada hakekatnya meraka tidak bisa dikatakan telah menjalankan ibadah sholat. Produk ibadah sholat adalah mendapat pahala yang akan dinikmati di akherat nanti dan memiliki sikap dan kepribadian yang santun, damai, saling menghargai dan menghormati sesama manusia tanpa melihat asal usulnya.

Sumber Inspirasi dari Buku Karya  Dodi Syihab & Ilham Tanjung (2005: 148-169), Kecerdasan Sholat: Merubah Pola Pikir Umat Islam Dalam Memahami Sholat, MR. Terruz, Yayasan Mawaddah wa Rahmah, Cilandak, Jakarta Selatan

https://www.kompasiana.com