Zikir Sembuhkan Penyakit Hati

Jumat, 28 September 2018 | 09:47:24

Zikir Sembuhkan Penyakit Hati

 

ALLAH SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan ciptaan-Nya yang lain. Akan tetapi, di balik kesempurnaan itu, manusia tidak pernah luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.

Bulan suci Ramadan sejatinya dapat menjadi momentum paling tepat untuk membersihkan hati yang kotor akibat tidak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. Apalagi, memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, Allah Azza Wa Jalla juga membukakan pintu ampunan seluas-luasnya bagi kaum yang bertakwa. “Selain untuk memperoleh magfirah-Nya, zikir adalah cara paling ampuh untuk menyembuhkan segala penyakit hati seperti iri dan dengki. Dengan berzikir hati akan tenang,” kata Ustaz Masrizal Munaf dalam ceramahnya saat acara Buka Puasa PT Pfizer Indonesia bersama media di Jakarta, Kamis (23/6).

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ar Ra’d: 13, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Secara terang perintah berzikir disebutkan melalui QS Al Ahzab ayat 41-42 , “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”

Ustaz yang juga merupakan Pengurus Ikatan Dai (Ikadi) Jakarta itu mengatakan orang yang beriman mempunyai hati dan jiwa yang selalu ingin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Apabila dengan berzikir hatinya belum tenang, itu menandakan kadar keimanan yang dimilikinya sedang berkurang.

Karena itu, menurut dia, ibarat air yang diisi ke cawan, keduanya harus sesuai supaya saling memberikan manfaat. Begitu pun iman dan zikir yang harus selalu ditingkatkan agar dapat dirasakan manfaatnya, terutama untuk menjaga kebeningan hati. “Perbaiki iman yang kadang naik kadang turun. Beriman tidak tenang berarti kurang zikir. Zikir terus tanpa dilandasi iman juga nonsense.”

Baca Alquran

Diungkapkan para ulama, zikir yang paling afdol ialah membaca Alquran. HR Ahmad yang disahihkan Al Alna’uf, Rasulullah SAW bersabda, “Kalimat paling afdol sesudah Alquran, kalimat tersebut adalah bagian Alquran. Kalimat itu ada empat, tidak masalah akan mulai dari mana. Subhanallah, alhamdulillah, laailaahaillallah, Allahuakbar.”

Rajin membaca Alquran dan berzikir dengan khusyuk, setelahnya, jelas Masrizal, akan menyembuhkan penyakit hati. Penyakit yang tidak tersentuh secara fisik itu hanya dapat diobati dengan terus menyucikan hati dan berserah diri.

Namun, esensi membaca Alquran bukan sekadar melafazkan apa yang tertulis di dalamnya. Lebih dari itu, untuk benar-benar bisa menyembuhkan penyakit hati, kita juga harus bisa meresapi dan memahami makna setiap ayat.

“Sesuai filosofi dalam Islam, obatilah penyakit dari sumbernya, bukan dampaknya. Sumber penyakit hati adalah hati itu sendiri yang tidak pernah mengingat Tuhannya,” ucap dia.

Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata, Alquran ialah obat mujarab untuk hati. Alquran menjadi obat bagi hati yang terkena syubhat (racun pemikiran) dan syahwat (nafsu jelek untuk maksiat). Dalam Alquran terdapat penjelas, kebatilan dienyahkan kebenaran.

Penyakit syubhat yang merusak bisa enyah karena adanya ilmu dan keinginan yang baik.

“Semoga Allah menjadikan kita manusia-manusia yang memiliki hati sebening embun, dijauhkan dari penyakit hati dan menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur,” pungkasnya. (H-2)

Penulis: Puput Mutiara

http://mediaindonesia.com