SUKSES YANG SESUNGGUHNYA

Sabtu, 6 Februari 2016 | 15:54:11

MENGGAPAI SUKSES YANG SESUNGGUHNYA Fajriyanto Alloh Swt berfirman dalam surat Al-Mukminun 1-10: Sungguh sukses orang-orang yang beriman itu 1. Yaitu orang-orang yang khusuk dalam sholatnya. 2. Orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia 3. Orang-2 yang menunaikan zakat 4. Orang-2 yang menjaga kemaluannya 5. Orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janji-janjinya 6. Orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. Pada saat sekarang, begitu banyak seminar-seminar yang mengulas tentang sukses. Begitu ada kata “sukses”, semua orang menjadi tertarik. Semua orang pasti menginginkan kesuksesan, tidak seorangpun kita mengingankan kegagalan dalam hidupnya. Namun tidak semua orang bisa meraih sukses. Buku buku dan tulisan-2 tentang sukses banyak dipasarkan dan laris masnis dipasaran. Begitu banyak konsep dan strategi sukses yang ditawarkan. Namun terlihat masih parsial, belum substansial atau hanya menyentuh bagian luarnya saja. Sukses yang hanya menyentuh aspek fisik, visual, belum spiritual. Belum substansi, sukses yang sesungguhnya. Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh pola fikir, mind set atau cara pandang. Cara pandang inilah yang akan mempengaruhi Sikap dan Perilaku kita. Cara pandang kita terhadap suatu “masalah”, maka akan menentukan kita dalam menyelesaikan masalah. Cara pandang kita terhadap hidup, maka akan menentukan bagaimana kita seharusnya hidup. Al-Qur’an memberikan kita cara pandang baru dalam menghadapi hidup dan kehidupan. Memberi berbagai strategi mengatasi permasalahan dalam kehidupan. Alloh Swt mengajarkan kita dengan do’a dalam surat Al-Baqoroh : ROBBANAA AATINAA FIDDUNYA HASANAH WA FIL AAAKHIROTI HASANAH = Yaa Alloh berikanlah kepada kami kesuksesan di dunia dan kesuksesan di akhirat. Kesuksesan yang ditawarkan oleh Islam menyeluruh, menyentuh seluruh aspek kehidupan. Baik badani maupun ruhani, kejiwaan dan spiritual, individu maupun lingkungan. Dunia maupun akhirat. Olehkarena itu Alloh meberikan strategi meraih kesuksesan yang sesungguhnya. 1. Khusuk dalam sholatnya. Cara pandang kita terhadap sholat, maka akan menentukan sikap dan perilaku kita terhadap solat. Orang yang menganggap solat sebagai beban, maka akan sulit untuk mendapatkan kekhusukan dalam sholatnya. Sholat lebih sekedar untuk menggugurkan kewajiban. Tidak menyentuh hati dan tidak menimbulkan ketenangan. Melakukan sholat dengan waktu yang diundur-undur. Melakukan sholat tanpa kehadiran hati. Padahal sholat merupakan bentuk komunikasi antara makhluk dan Al-kholiq. Antara manusia dengan Tuhannya. Sholat yang dilakukan tanpa kehadiran hati, seperti sholat robot. Tak bermakna dan tidak berbekas dihati. Pada akhirnya tidak berpengaruh thdp kualitas kepribadian. Sholat merupakan pembeda antara seorang Muslim dengan non muslim, nasrani, Yahudi, Nasarni,dsb. Orang kafir tidak mungkin melakukan sholat. Rosul saw, bersabda: Sholat adalah tiang agama. Barang menegakkan sholat, maka sesungguhnya telah menegakkan agama. Barang siapa menyia-siakan sholat, maka sesunggugnya telah merobohkan agama. Seorang Islam yang tidak melakukan sholat jelas telah meninggalkan pokok ajaran islam. Dan dipertanyakan keislamannya. Olehkarena itu, marilah kita senantiasa kita jaga kualitas sholat kita. Baik waktunya, jamaahnya, bacaaannya serta kehadiran hatinya (kehusukannnya). Seorang muslim yang menjaga sholatnya, pasti sukses kehidupannya. 2. Orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia Ayat ini menjelaskan bahwa seorang muslim hidupnya semestinya hidupnya penuh berkah. Karena semua perbuatan dan perkataannya bermanfaat. Rosul saw. bersabda : “Berkatalah yang baik atau diam”. Dewasa ini terdapat banyak kegiatan atau acara-acara yang tidak bermanfaat, disponsori besar-besaran. Dipublikasikan secar besar-besaran, sehingga menarik kaum mulimin di berbagai penjuru kota dan desa. Perbuatan dan perkataan yang sia-sia akan melemahkan iman. Lemahnya iman akan menjauhkan kita dari Alloh swt. Dan Semakin kita jauh dri Alloh maka akan semakin jauh dari kesuksesan. Seorang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia, waktunya penuh manfaat. Waktunya berkah. Wal asyri, Demi waktu. Sesungguhnya semua manusia pasti merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan berkarya yang berkualitas, saling menasehati kebenaran dan penuh kesabaran. 3. Orang-2 yang menunaikan zakat Orang yang berzakat, tentu hanyalah orang yang kaya, yang hartanya telah memenuhi ketentuan yanag telah ditetapkan Islam. Ayat ini mendorong kita untuk berkehidupan yang cukup sehingga termasuk muzakki yang kuat membayar zakat. Rosul saw bersabda: Tangan diatas (TDA) lebih baik dari tangan di bawah. Rosululloh mencontohkan dengan berdagang. Kalau ada 10 pintu2 masuknya rezeki, maka 9 dari berdagang. Berarti hanya 10 persen rezki dari non perdagangan. Sudah sangat tepat, apabila DIKTI dan PT menekankan mahasiswa untuk masuk dunia kewirausahaan. Negara yang maju jumlah wirausahawannya sanngat besar. Amerika mencapai 5 persen, Singapura mencapai 8 persen, Malaysia 3 persen. Dan Indonesia hanya 0,3 %. Menjadi tantangan bagi mahasiswa kita setelah lulus menjadi pengusaha. Islam akan jaya bila ummatnya mampu menguasai ekonomi. Orang nasrani/ yahudi mencari harta adalah untuk menumpuk harta dunianya. Namun dalam cara pandang Islam, harta merupakan sarana untuk beribadah. Menggapai kesuksesan akhiratnya. Harta yang sesungguhnya milik kita adalah yang kita infaqkan di jalan Alloh swt. Sedang yang kita pakai akan aus, yang kita makan akan leluar, yang kita gunakan akan hilang. Rosul bersabda: “Sebaik-baik harta adalah di tangan orang-orang yang soleh”. 4. Orang-2 yang menjaga kemaluannya Alloh mengajarkan supaya kita menjaga syahwat kita, yaitu dengan cara menjaga pandangan. Surat yang memerintah wanita berjilbab, sebenarnya tidak hanya ditujukan untuk kaum wanita, tetapi justru penting utk kaum laki-laki. Pandangan yang lepas dari hati yang kotor, akan mengakibatkan kemaksiatan. Menjaga pandangan menjadi tahapan penting dalam pencegahan kemaksiatan. Tantangan di era teknologi informasi ini justru lebih berat. Kemaksiatan sudah tidak dibatasi oleh sekat-sekat fisik. Jaman dulu menonton pornografi hanya bisa dilakukan di bioskop2 yang jumlahnya terbatas. Orangpun malu dan melakukan dengan sembunyi-2. Namun sekarang, pornografi sudah masuk di rumah-2, di kamar-kamar bahkan di saku-2 kita melalui ponsel. Akses iternet sangat terbuka. Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara yang koropsinya nomor wahid di dunia, tetapi Pengakses situs porno di Indonesia nomor urutan 3 di dunia. Satu menit lebih dari Rp 27 juta dibelanjakan untuk melihat situs porno. Perkembangan situs porno sangat besar. Olehkarena itu benteng yang sangat dibutuhkan bukan benteng fisik tetapi benteng Ruhiah, jiwa dan hati. Mata merupakan pancaindra penting dalam menangkap infomasi. Dari mata turun ke hati. Olehkarena itu menjaga mata, menjadi prioritas kita untuk menjaga hati kita. Jarang kita temukan pelaku kejahatan orang-orang yang buta. Para koroptur, perampok, pencuri, pezina mereka adalah orang yang dapat melihat. Mata mereka tidak buta, tetapi yang buta adalah mata hati mereka. A’udzubillahi mindzalik. 5. Orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janji-janjinya Orang-orang yang sukses adl orang-2 yang bertanggung jawab, yang mampu menjaga amanat-2 nya, tugas-2 yang dibebankan kepadanya. Dia tidak pernah ingkar janji, karena janji adalah hutang dan akan diminta pertanggungjawabannya. Orang-orang yang menjaga amanat-2nya adalah orang2 yang pro aktif, bukan pasif. Mereka senantiasa memperbaiki kualitas pekerjaanya. Sehingga, semakin banyak orang mempercayainya. Itulah cara dagang rosululloh. Sehingga ketika beliau masih muda, sudah menjadi milliader. Orang yang amanah sangat professional, berorientasi untuk kepuasan pelanggan. Terjadi self improvement. Orang yang mampu menjaga amanah dan proaktif. Senantiasa meningkatkan kualitasnya dalam bekerja, tidak perlu khawatir kehilangan pekerjaan. Karena DUNIA membutuhkan orang-orang yang amanah. Negara kita rusak, karena perilaku pejabat-pejabat dan pengusaha yang tidak amanah. Olehkaren itu Orang-2 yang amanah tentu dicintai Alloh Swt. 6. Orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Marilah kita pelihara sembahnya kita, sehingga kita termasuk hamba-hamba yang mewarisi