Sedekah Pangkal Kaya: Menjadi Lebih Kaya Dengan Sedekah

Rabu, 13 Februari 2019 | 08:32:51

Sedekah Pangkal Kaya: Menjadi Lebih Kaya Dengan Sedekah

 

Apa betul sedekah itu pangkal kaya? Mungkin terdengar aneh, sedekah kok malah bikin kaya. Bukannya sedekah itu kan buang duit/harta, kalo mau kaya ya harus banyak  menabung dunk! Hmm...saya maklum kalau ada yang protes karena sejak SD kita sudah didoktrin bahwa hemat pangkal kaya.

Secara nalar memang tidak mungkin kita bisa kaya dengan bersedekah, bahkan ada orang yang menunggu menjadi kaya dulu baru mau bersedekah. Saya yakin orang yang seperti ini pasti akan lupa bersedekah jika sudah menjadi kaya nanti hehehe...

Statement sedekah pangkal kaya tidaklah  saya ambil sembarangan. Coba kita simak hadits Rasulullah berikiut ini: “Sedekah yang paling utama adalah ketika kamu sedang sehat, kikir, senantiasa berharap dan memikirkan kekayaan serta mengkhawatirkan kefakiran dan janganlah engkau membiarkan tidak bersedekah sampai ketika nyawa berada di tenggorokan, kamu berbicara ini untuk si fulan dan ini untuk si fulan. Karena memang  ia akan menjadi milik si fulan (seteleh dia meninggal).” (HR Bukhori dan  Muslim). 

Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu bersedekah dalam posisi tidak tepat  sekali pun. Mungkin pada kondisi sehat dan merasakan jauh dari kematian kita enggan memberi. Pikiran kita sedang disibuki dengan harapan kekayaan juga diganggu dengan perasaan jatuh miskin.

Secara manusiawi, saat ini tidak tepat karena kita merasa sangat membutuhkan barang. Namun, Rasulullah mengatakan bahwa itulah saat yang tepat untuk  sedekah dengan baik jangan ditunda sakit keras sehingga sakaratul maut. Pada saat itu, kita tidak membutuhkan uang, harta  dan kekayaan, serta kedudukan. Kemudian kita wasiatkan harta tersebut pada si fulan daan si fulan. Suatu pemberian yang yang kurang tepat karena tanpa diberikan pun sudah pasti itu adalah miliknya sebagai ahli warisnya.

Mengapa sedekah seperti ini termasuk sedekah yang paling utama? Karena di sana ada pertempuran melawan hawa nafsu, berperang melawan kecenderungan negatif bernama kebakhilan dan kekikiran. Atau dengan kata lain dia sedang berjihad yang kita sebut jihaadun nafsi, dan dengan bersedekah dia telah memenangkan pertempuran tersebut.

Alangkah hebatnya kalau sifat seperti ini bersarang di dada para pejabat. Niscaya dia tidak akan disibukkan dengan kedudukan dan memikirkan nasib dirinya sesempit apapun keadaannya. Alangkah indahnya bila hal itu terjadi pada seorang konglemerat, mereka akan senantiasa mengulurkan tangannya sepailit apapun bisnisnya saat itu.

Lebih hebat lagi bila hal itu berada di dada setiap rakyat dan orang-orang miskin, niscaya tidak ada gejolak sosial dan kebringasan seperti seekor srigala lapar.  Yang ada hanya bergandeng tangan berusaha saling memberi, sekecil apapun yang dia punya, segetir apapun penderitaan mereka. Terakhir, sungguh teramat indah bila para ulama dan pemimpin menjadi contoh dalam hal ini pertama kali.

Subhanallah, inilah yang selalu kita impikan setiap saat, saatnya akan tiba bila kita yang pertama kali melakukannya. Buat Anda yang merasa miskin dan selalu merasa kekurangan, kenapa tidak bersedekah agar Anda menjadi lapang. Bukankah Allah sudah menjanjikan dalam kalamnya yang indah: “...Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan”. (QS At Thalak:7). Masihkah Anda tidak percaya dengan janji-Nya...?

http://gemar-sedekah.blogspot.com