Riwayat dan Kisah Lukmanul Hakim serta Nilai-nilai Pendidikan Terhadap Kisah Luqmanul Hakim

Senin, 11 Desember 2017 | 09:59:18

Riwayat dan Kisah Lukmanul Hakim serta Nilai-nilai Pendidikan Terhadap Kisah Luqmanul Hakim

 

Dalam Al-Qur'an nama Lukmanul Hakim disenut sebanyak dua kali, yaitu pada surah Lukman ayat 12, 13. Sementara kisah lukmanul Hakim ditemukan dalam surah Lukman ayat 12-19. Ibnu Katsir berpendapat bahwa nama panjang Lukmanul Hakim ialah Luqman bin Unaqa' bin Sadun. Mengenai asal usul Luqman, banyak oran yang mengatakan bahwa dia berasal dari bangsa negro, atau Hasby, yang warna kulitnya hitam. Oleh sebab itu ketia orang memuji para tokoh yang berkulit hitam, nama beliau selalu di sebut disamping Bilal (Muadzin Rasulullah), Imam Atho', seorang tabi'in yang sangat terkenal di Mekah, Khilaf Bani Umayah, dan Dzun al-Mizry, seorang ulama yang terkenal di dunia tasawwuf.

An-Nuhas dan Muhammad bin Ishaq, menyatakan bahwa Lukman yang disebut dalam Al-Qur'an itu bernama lengkap Luqman ibnu Ba'ura' ibnu Nahur ibnu Tariq ibnu Azar. Sementara as-Sahily berpendapat bahwa Luqman yang di sebut dalam Al-Qur'an adalah Luqman ibnu 'Anqa' ibn Sarwan (seorang pemimpin suku). Wahab dan Muqatil berpendapat bahwa Luqman yang disebut dalam Al-Quran adalah Luqman bin Ba'aura', yaitu anak laki-laki daru saudar perempuan nabi Ayuub atan anak laki-laki dari bibinya.

Ada juga berpendapat bahwa Luqman adalah salah satu dari keturunan Azar (ayah Nabi Ibrahim), yang hidup selama seribu tahun dengan nabi Daud as, sehingga ia belajar ilmu darinya. Adapun Al-waqidy berpendapatt bahwa Luqman yang dimaksud dalam Al-Qur'an itu adalah Aswad yang berasal dari Sudan Mesir. Dan masih banyak lagi pendapat seputar siapa nama sebenarnya Luqman yang disebut dalam Al-Qur'an.

Luqman dikenal dalam lagenda bangsa Arab sebagai orang yang bijaksana. Beberapa keterangan masa belakangan menyebutkan namanya sebagai inspirasi pepatah dan kisah-kisah moral yang mengingatkan seorang tokoh terkenal di kalangan barat-eropa, yakni Aesop.

Al-Qur'an telah mengabadikan nama harum itu dengan menjadikannya nama sebagai surah dalam Al-Quran dan dibuka dengan hikmah, dengan firmannya :

"Alif Lam Miim. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung hikmah".(Q.S.Luqman ayat 1-2)

Pendahuluan yang mengisyaratkan bahwa surah ini akan memuat mutiara hikmah yang terpancar dari jiwa seorang hakim yang tenggelam dalam kecintaan kepada Kemaha Esaan dan Kemaha Indahan Allah Swt., yang karenanya Allah kemudian melimpahkan kepadanya hikmah.

telah diriwayatkan dalam hadis bahwa Nabi saw. bersabda:

"Barang siapa yang mengkhlaskan dirinya hanya untuk Allah selama empat puluh hari, niscaya Allah akan memancarkan sumber-sumber hikmah dari jiwanya melalui lisannya."

Jika demikian pengaruh positif yang ditimbulkan oleh keikhlasan beriman dan beribadah selama empat puluh hari, lalu apa yang dapat kita bayangkan pengaruh dahsyat yanga akan ditimbulkan oleh keikhlasan beriman dan beribadah selama empat puluh hari, lalu apa yang adapat kita bayangkan pengaruh dahsyat yang akan ditimbulkan oleh mengikhlasan keimanan dan ibada selama bertahun-tahun lamanya? Pastilah hikmah dan nasihat berharga selalu menghiassi bibir sang pemiliknya. dan barang siapa mendapatkan anugerah tersebut maka ia benar-benar telah mendapatkan anugerah yang teramat agung!. Dalam Al-Qur'an allah berfirman:

"Ia akan menganugrahkan hikmah kepada yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa dianugerahi himah tersebut, ia telah dianugerahi kebaikan yang tak terhingga. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dan memahami halitu)." (QS.al Baqarah; 269).

Luqman al Haki adalah salah satu di antara sedikit hamba yang telah mendapat anugrerah besar dari Allah, yaitu hikmah, sebagaimana penafsiran ulama dalam makalah ini.

Penafsiran Ulama tentang kisah Lukman Al-Hakim dalam Al-Qur'an

Surah Luqman 12-14

Terjemahan :

12. Dan sesungguhnya telah kami berikan himah kepada Lukman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

13. Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutuan (Allah) sesungguhnya mempersekutuan (Allah) adalah benar-benar kezalima yang besar."

14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapinya dalam dua tuhan. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Maknah Hikmah dalam ayat ini, menurut Ibnu Abi Najih, dari Mujahid berkenan dengan Kisah Lukmanul Hakim adalah. akal (kecerdasan), fikih (pemahaman agama), dan ucapanyang benar, selain kenabian. Qatadah, hikmah adalah ayat ini berarti"pamahaman tentang Islam. Lukman bukan Nabai, dan tidak mendapat wahyu".

Dari Sa'id bin Abi 'Arubah, dari Qatadah, ia berkata mengenai firman Allah Ta'ala (yang artinya), "Dan sesungguhnya telah kami berikan himah kepada Lukman". Maksud hikmah adalah memahami Islam. Dan Lukman bukanlah Nabi dan ia pun tidak diberi wahyu." Ibnu Katsir mengatakan bahwa hikmah adalah kepahaman, ilmu dan ta'bir (penjelasan). Syaikh As Sa'di  menyatakan bahwa hikmah akan membuahkan ilmu, bahkan amalan. Oleh karenanya, hikmah ditafsirkan dengan ilmu yang bermanfaat dana amalan sholeh. Beliau rahimatullah juga mengatakan, "Hikmah adalah ilmu yang benar dan pengetahuan akan berbagai  hal dalam Islam. Orang yang memiliki hikmah akan mengetahui rahasia-rahasia di balik syaria't Islam. Jadi orang bisa saja alim' (memiliki banyak ilmu), namun belum tentu memiliki hikmah."

Dalam Tafsir Ibnu Katsiar dijelaskan ayat ini menyuruhkan untuk bersyukur kepada Allah atas anugrah yang diberikan, diperkanakan, dan dilimpahkan Allah kepadanya. Suatu anugerah yang secara khusus diberikan kepadanya, bukan kepada manusia lain pada  waktu itu. Kemudian  Allah melanjutkan (Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri"). Maksudnya manfaat dari sikap syukur itu pasti akan

kembali kepada orang-orang yang bersyukur itu sendiri. Begitu juga sebaliknya:

Dan barang siapa yang tidak bersyukur, sesungguhnya allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. Artinya Allah tidak membutuhkan hamba dan tidak merugi karena kufurnya.

Imam ash shobuni manafsirkan dengan menyatakan, "jadilah orang yang berakal; jangan mempersekutuan Allah dengan apapun, apakah itu manusia, patung, atau anak." Beliau menafsirkan dengan menyatakan, "Perbuatan syirik merupaka sesuatu yang buruk dan tindakan kezaliman yang nayta. Karena itu, siapa saja yang menyerupakan antara Khalik dengan makhluk,tanpa ragu-ragu, orang tersebut bisa dipastikan masuk ke dalam golongan manusia yang paling bodoh. Sebab, perbuatan syirik menjauhkan seseorang dari akal sehat dari hikmah sehingga pantas digolongkan ke dalam sifat zalim, bahkan pantas disertakan dengan bintang.

Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As-Sa'id rahimuhallah menjelskan: "Jika orang tuamu memaksamu untuk menyekutukan Allah, maka janganlah engkau menaati perintah keduanya. Dan janganlah menganggap dengan menaati perintah tersebut berarti engkautelah berbakti kepada keduanya, karena hak Allah itu harus didahulukan atas hak siapa saja (termasuk kedua orang tua). Dan tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam perkara maksiat kepada sang pencipta."

Selanjutnya, nasihat Luqman pada anaknya yang telah ditafsirkan para ulama sebagai berikut:

(1). Mempersekutuan Allah adalah kesalahan besar (Q.S. Luqman: 12)

(2). Bersyukur kepada Allah (Q.S. Luqman: 12).

(3). Tiada yang tersembunyibagi Allah (Q.S. Luqman: 16)

(4). Kesabaran itusuatu hal yang berat dan penting (Q.S. Luqman:17)

(5). Jangan bersikap sombong dan angkuh (Q.S. Luqman:18)

(6). Sederhana dalam berjalan dan berbicara (Q.S. Luqman:19)

Nilai-nilai Pendidikan dalam kisah Lukman

Dalam Tafsir an-Nuur Hasby Ash-Shiddieqy menafsirkan bahwa kedudukan (fungsi) ayah adalah memberi pelajaran kepada anak-anaknya dan menunjuki mereka kepada kebenaran dan menjauhkan mereka dari kebinasaan. Sebab seorang ayah bertanggung jawab dalamkehidupan anaknya.

Luqman menasehati anaknya agar tidak mempersekutukan Allah, karena hal tersebut merupakan kezaliman (dosa) yang besar. Terladang tanpa disadari, kemusyrikan telah ada ditengah-tengah kita. konon lagi pada era yang telah canggih, esensi kemusyrikan kian gencarmeronrong umat islam, tanpa ampun segenap muslim dari berbagai jenjang usia terlena dalam buain indah yang terbungkus dengan keniikmatan semu.

Metode Luqman al hakim dengan anaknya di misbatkan oleh ulama ilmu jiwa modern dengan "Metode Pendidikan dan Nasehat". Metode ini harus diiringi dengan metode "pendidikan dengan teladan".Keteladanan yang baik merupakan satu-satunya sarana untuk mewujudkan  tujuan nasehat yang dimaksud. Jika seandainya Luqman tidak mempunyai teladan yang baik, maka nasehat tidak akan berbekas pada anaknya dalam jangka waktu yang lama.

Hendaknya orang tua menjadi teladan yang baik  dalam kehidupan anaknya. Hidupkan nilai-nilai agama pada diri, keluarga dan lingkungan tempat anak dibesarkan. Jangan hanya menyuruh anak sholat, sedangkan orang tuanya asyik dengan pekerjaan. Bahkan tak jarang orang tua secara tidak sengaja telah mengajarkan kebohongan kepada anaknya.

Sedangkan panggilan Luqman kepada anaknya "hai anakku" mencirikan ungkapan yang indah dan lulus dari seorang ayah kepada si buah hatinya. Sebagaimana pula yang telah dianjurkan dalam agama Islam yang menjadikan kewajiban bagi orang tua untuk memberikan nama (panggilan) yang indah kepada anaknya, karena nama itu juga sebagai do'a dan akan terus melekat pada diri anak. Oleh karena itu hendaknya orang dapat mendidik anaknya sesuai dengan konsep pendidikan ke Islaman, yang setidaknya apa yang ditawarkan dalam penafsiran Al-Qur'an surah Luqman, sebagai berikut :

menanamkan nilai ketauhidan (keesaan) Allah yang benar kepada sang anak

memanggil anak dengan panggilan yang indah dan penuh kasih sayang

mengedepankan konsep musyawarah dalam setiap suruhan atau larangan dan menggunakan argumen yang logis dan tepat

menjadi panutan berakhlakul karimah kepada anak

bersabar, tidak sombong, sederhana dalam berjalan dan berbicara

Nilai-nilai pendidikan tersebut bermuatan akhlakul karimah yang merupakan puncak beragama, sebagaimana yang disebutkan dalam Tafsir al-Misbah menyebutkan bahwa ketinggian akhlak dan sopan santun terhadap anak itu tidak terlepas dari seorang ayah. Pastilah sang ayah telah menenamkan dalam hati dan benak anaknya tentang keesaan Allah dan sifat-sifat-Nya. Sikap dan ucapan sang anak yang direkam oleh ayat ini adalah buah dari pendidikan tersebut.

Begitu juga sebaliknya nilai-nilai pendidikan kisah Luqman al-Hakim dalam Al-Qur'an, seorang anak sejatinya membalas budi baik orang tua yang telah melahirkan dan mengasuhnya sehingga beranjak dewasa. Meskipun kasih dan sayang orang tua tak sanggup di balas dengan apapun tetapi setidaknya tak pernah menyakiti perasaannya.

Sosok Lukman al-Hakim adalah suatu kebijaksanaan ilahi bahwa satu pribadi besar tidak diketahui secara pasti dari mana asal keturunannya. Hal itu sebagai suatu pelajaran/pendidikan yang mengisyaratkan pengertian bahwa kemulian tidaklah harus berdasar pada keturunan atau kaum tetapi pada ketakwaan dan kehalusan budi pekerti. Luqman adalah sosok yang takwa dan berakhlak luhur, bijaksana dalam menentukan jalan hidup, sehingga ia dijadikan teladan di dalam al-Qur'an.

 

Kesimpulannya :

a. Luqman disebut sebanyak dua kali, yaitu pada surah Luqman ayat ayat 12,13. Sementara kisah Luqman al-Hakim ditemukan dalam surah Luqman 12-19. Mengenai asal usul Luqman, banyak yang mengatakanbahwa dia berasal dari bangsa Negro, atau Habsy, yang warna kulitnya hitam.

b. Penafsiran para Ulama tentang Kisah Lukmanul Hakin dalam Al-Qur'an. Yaitu memaknai hikmah dengan akal (kecerdasan), fikih (pemahaman agama), dan ucapan yang benar, selain kenabian.). Bersyukur kepada Allah (Q.S. Luqman:12); Mempersekutuan Allah adalah kesalahan besar (Q.S. Luqman:16); Kesabaran itu suatu hal yang berat dan penting (Q.S. Luqman:17); Jangan bersikap sombong dan angkuh (Q.S. Luqman: 18); Sederhana dalam berjalan dan berbicara (Q.S. Luqman: 19)

c. Nilai-Nilai Pendidikan dalam kisah Lukmanul Hakim, yaitu menanamkan nilai ketauhidan (keesaan) Allah SWT yang benar kepada sang anak; memanggil anaka dengan panggilan yang indah dan penuh kasih sayang; mengedepankan kosep musyawarah dalam setiap suruhan atau larangan dan menggunakan argumen yang logis dan tepat serta menjadi panutuan/teladan kepada anak.

 

http://www.ilmusaudara.com