Rahasia Kesehatan Ulama Dahulu

Rabu, 11 Juli 2018 | 09:31:56

Rahasia Kesehatan Ulama Dahulu

Muslim Berdoa

(Arrahmah.com) – Tidur ulama bisa sangat sedikit. Fisik mereka lelah luar biasa. Otak mereka tak pernah berhenti bekerja. Nutrisi makanan mereka terkadang apa adanya dan jauh dari kata cukup. Tapi mereka sehat luar biasa. Apa rahasianya?

Ini penuturan murid tentang gurunya. Murid yang mengagumi gurunya.

Ibnu Qoyyim -rohimahulloh- menuturkan tentang kesehatan gurunya; Ibnu Taimiyyah -rohimahulloh-. Dalam buku yang memaparkan jalan kebahagiaan; Kunci Negeri Kebahagiaan.

Kini kita dengarkan Ibnu Qoyyim langsung yang bertutur:

Aku mendengar syekh kami Abul Abbas Ibnu Taimiyyah rohimahulloh mengajar sementara beliau sedang merasakan sakit.

Dokter berkata kepadanya: “Sakitmu ini akan semakin parah jika kamu bicara tentang ilmu, memikirkannya, fokus padanya dan menghapalnya.”

Ibnu Taimiyyah menjawab: “Bukankah kalian yang menyampaikan bahwa jika jiwa kuat dan senang maka ia akan bahagia, saat itulah ia punya kekuatan yang akan dibantu oleh tabiat untuk menolak penyakit yang datang. Ia adalah musuhnya, jika kuat akan mengalahkannya.

Dokter berkata: “Benar”

Ibnu Taimiyyah berkata:

“Jika jiwaku ini sibuk menyampaikan ilmu, menghapalnya, membicarakannya dan berhasil mengurai yang sulit, ia akan bahagia dan kuat sehingga ia akan mampu mengusir penyakit yang datang..!”

(Fisik ini memang punya hak yang harus dipenuhinya. Tapi fisik ini hanyalah prajurit yang digerakkan oleh panglima. Panglimanya adalah jiwa ini.

Maka sehat atau sakitnya fisik ini sangat tergantung bahagia dan sedihnya jiwa ini.

Jika mudah galau, sedih, khawatir, gundah, walau fisik menyantap nutrisi terbaik maka berbagai penyakit siap menyergap.

Maka…

Bahagiakan jiwamu

Karena…

Ini kunci utama kesehatanmu

Jadi…

Lelah bukan masalah!!!

Asal lelah pada yg membahagiakan jiwa.

Karena badan ini hanya perlu direbahkan sesaat. Dan setelahnya ia bangkit dalam bahagia dan kesehatan terbaik.

Bahagiakan jiwa kami dan beri kesehatan kami, ya Robb)

 

Oleh: Ustadz Budi Ashari, Lc

Oleh Ameera 

(ameera/arrahmah.com)