PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DALAM AL QUR’AN

Selasa, 22 Agustus 2017 | 08:42:41

PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DALAM AL QUR’AN

 

Maha Besar Allah Yang Maha Tinngipenuh rahmat, dan ampunan. Dia menciptakan manisia dan menempatkannya di bumi sebagai wakil-Nya. Dia melengkapinya dengan pengetahuan, pengertian, dan pandangan rohani agar dapat memahami alam semesta, diri sendiri, dan mengenal-Nya lewat isyarat – isyarat yang mengagumkan, dan mengagungkan-Nya dalam Kebenaran.

Sejak dalam kandungan setiap insan sudah teken kontrak bahwa Allah swt adalah Tuhan Pemeliharanya, itulah fitrah tahuhid yang disematkan Allah swt yang oleh sementara Ilmuwan disebut God spot. Allah swt berfirman dalam alqur’an (artinya) IngatlAH ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak – anak Adam dari sulbi mereka dan mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman, “Bukankah aku Tuhanmu?” Meraka menjawab  “YA Kami Bersaksi!” Demikianlah, supaya kamu pada hari kiamat tidak berkata “ketika itu kami lalai” atau agar kamu tidak mengatakan, “Leleuhur kami mempersekutukan Tuahn sejak dahulu, sedang kami anak keturunan sesudah mereka. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena  perbuatan – perbuatan orang – orang sseasatv terdahulu? Demikianlah Kami Jelaskan ayat – ayat itu agar mereka kenmbali kepada kebenaran.” (QS 7 : 172-174)

Allah swt menjadikan manusia dari tanah, lalu dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, lantas dari segumpal daging yang sempurns kejadiannya dan yang tidak sempurna. Allah swt menetapkan dalam Rahim aoa yang ia kehendaki sampai padsa waktunyayang sudah ditentukan, kemudian mengeluarkannya sebagai bayi hingga berangsur – angsur tumbuh sampai pada kedewasaan.

Ada manusia yang tercipta dalam bentuk sempurna dan ada pula terlahir kurang senpurna. Di antara manusia ada yang diwafatkan di usia muda, bahkan ketika masih , dalam kanduangan, da nada  pula yang dipanjangkan umurnya sampai ia pikun dan tidak mengetahui sesuatu pun (QS 16: 70, 22:5)

 

                Pendidikan pertama kepada Nabi pamungkas Muhammad  saw ialah membaca. Allah swt Berfirman,

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah yang menggantung. Bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusia menggunakan pena. Mengajar manusia apa yang tak ia ketahui. (QS 96: 1-5)

Dalam wahyu perdana terswebut Allah swt mengulang dua kali perintah membaca dan mengulang kata mengajar duakali pula tanpa mmenyebutkan apa yang mesti dibaca. Maknanya agar manusia proaktif membaca apa saja yang dapat menambah wawasan, ilmu, iman, dan amal, seta meningkatkan kearifan hidupnya. Bukankah Allah swt menciptakan kita tanpa apa – apa ?

Dalam pembukan surat yang laiun allah berfirman,

Yqng maha Pemurah, Dialah yang telah mengajarkan alqur’an, Dialah yang menciptakan manusia dan mengajarkan kemampuan menjelaskan (apa yang ada dalam benaknya dengan bebagai cara, terutama dengan bercacap dan berbahasa dengAN BAIK DAN BENAR) (qs 55:1-4)

Allah bepesan kepada kita semua dalam firmanNya,

Allah mengeluarkan kamu dari Rahim ibumu tidak mengetahui apa – apa, dan Dia membuat untukmu pendengaran, pengelihatan, , dan pemberi peringatan. Sebagai dan hati nurani agar kamu bersyukur. (QS 16; 78)

Jangan kau ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena setiap pendengaran, pengelihatan dan hati akan diminta pertanggungjawaban (QS17;36)

Allah berpesan kepada Nabi Muhammad saw sebagia pendidik dan guru umat,

Wahai Nabi, sungguh kami mengutus engkau sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan. Sebagai pengajak kepada Allah dengan Izi-Nya dan sebagai pelita pemnberi cahaya. Sampaikanlah berita gembira kepada orang – orang mukmin bahwa mereka akan mmperoleh karunia yang besar dari allah, janganlah kau turuti orang – orang kafir dan kaum munafik setra jangan hiraukan gangguan mereka. Tawakallah kepada Allah, cukupkan Allah sebagai pelindung. (QS33;46-48)

Nabi saw menyeru umatnya agar mendengarkan ajakan  yang menuntuk ke jalan Allah

Wahai kaumku, penuhilah seruan Allah dan berimanlah kepada-Nya Dia akan Mengampuni segala dosamu dan menyelamatkan kamu dari azab yang pedih. Siapa yang tidak mendengarkan ajakan orang yang menyeru ke jalan Allah, ia tidak dapat menggagalkan rencana Allah di bumi dan taka da perlindungan selain Dia. Mereka dalam keadaan kesesatan nyata (QS  46 ; 31-32)

Allah swt juga berpesan kepada para penyeru-Nya,

Ajaklah mereka ke jalan tuhanmu dengan bijaksana, pesan yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik. Tuhanmu lebih mengetahui siapa sesat dari jalan-Nya dan siapa yang mendapat petunjuk. (QS16;125)

Allah swt juga memberikan rambu – rambu dakwah kepada Rasul-NYa

Engkau tidak pernah mengharap alqur’an diturunkan kepadamu, kecuali sebagai rahmat dari tuhanmu. Janganlah menjadi penolong orang – orang kafir. Jangan ada apa pun yang akan merintangi kau dari ayat – ayat Allah setah diturunkan kepadamu. Ajaklah mereka kepada Tuhanmu dan jangan llah masuk golongan kaum musyrik. Janganlah kamu seru tuhan selain Dia. Segala ketentuan ada padaNya dan kepada-Nya kamu semua dikembalikan (QS28; 86-88)

Para nabi mendidik dan membelajarkan dengan tindakan dan keteladanan. Allah swt memberikan testimoni dan rekomendasi sebagai berikut,

Sungguh dalam diri Rasulullah kamu mendapatkan teladan yang baik, bagi siapa yang mengharapkan Allah, dan hari kemudian, serta banyak mengingat Allah. (QS33;21)

Telah ada bagimu teladan yang baik untuk diikuti pada Ibrahim dan orang – orang yang  bersama Dia ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Kami berlepas tangan dari apa yang kamu sembah selain Allah. Kami mengingkari kamu, Antara kami dan kamu timbul permusuhan dan kebencian untuk selamanya, kecuali kamu beriman kepada Allah semata. Sungguh, pada mereka ada teladan yang baik bagimu, bagisiapa yang mengharapkan dari Allah dan hari kemudian. Siapa yang berpaling, sungguh Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Qs60; 4-6)

Nun, Demi pena dan demi cacatan yang ditulis manusia dengan karunia Tuhanmu engkau bukanlah orang gila. Sungguh, bagimu pahala yang tiada putusnys, Sungguh engaku memmpunyai akhlaq yang agung. (Qs68; 1-4)

Hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh orang berbuat makruf dan melarang perbuatan mungkar, mereka itulah orang – orang yang beruntung. (Qqs3;104)

Para guru niscaya

mendidik,bukan menghardik,

mengajar bukan menghajar,

mengajak bukan mengejek,

merangku bukan memukul,

memandu bukan mengadu

 

Ditulis Oleh Prof, Dr, H Muhammad Chirzin, MA