Pahami 7 Jenis Emosi Dasar yang Ternyata Punya Fungsi Masing-masing

Jumat, 14 Juni 2019 | 10:39:04

Pahami 7 Jenis Emosi Dasar yang Ternyata Punya Fungsi Masing-masing

 

 

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

4Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)4Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di BBM(Membuka di jendela yang baru)

Pahami 7 Jenis Emosi Dasar yang Ternyata Punya Fungsi Masing-masing

Emosi memainkan peran penting ketika Anda berpikir dan berperilaku. Emosi yang dirasakan setiap waktu itu memengaruhi Anda untuk mengambil keputusan dan bertindak, membantu Anda untuk bertahan, menghindari bahaya, serta memahami diri sendiri dan orang lain. Nah, untuk benar-benar memahami emosi, jenis emosi, dan fungsinya bagi kehidupan Anda, simak ulasannya berikut ini.

Berbagai jenis emosi dasar yang punya manfaat sendiri

Setiap orang memiliki tingkat dan pengelolaan emosi yang berbeda, tapi sebenernya ada beberapa emosi dasar yang sebenarnya dimiliki. Jenis emosi dasar ini yang memengaruhi seseorang dalam berperilaku.

1. Kebahagiaan

Dari semua jenis emosi, kebahagiaan adalah emosi yang paling diinginkan dan dicari oleh semua orang. Emosi ini diartikan sebagai keadaan emosi yang menyenangkan, seperti perasaan puas, gembira, dan sejahtera. Kebahagiaan dapat diekspresikan dengan banyak cara, seperti melalui:

Ekspresi wajah tersenyum

Nada suara ceria yang menyenangkan

Bahasa tubuh yang terlihat santai atau bersemangat

Perasaan bahagia mengarahkan seseorang untuk bersyukur serta memahami diri sendiri dan orang lain lebih baik lagi. Kebahagiaan merupakan salah satu contoh emosi positif yang memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan mental. Salah satunya adalah memperpanjang usia.

Sebaliknya, jika Anda tidak merasa bahagia, seperti kecemasan, stres, depresi, dan kesepian dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan menurunkan tingkat kualitas hidup.

2. Kesedihan

Kebalikan dari rasa bahagia, banyak orang yang tidak menginginkan kesedihan. Emosi ini ditandai dengan perasaan kecewa, putus asa, tidak tertarik, dan suasana hati yang buruk. Seperti emosi lainnya, kesedihan bisa datang kapan saja dan dialami oleh semua orang dari waktu ke waktu.

Pada beberapa kasus, orang yang merasakan kesedihan berkepanjangan dan parah bisa berubah menjadi depresi. Kesedihan dapat diungkapkan dengan beberapa cara termasuk:

Suasana hati yang muram

Diam

Lesu dan tidak bersemangat

Menarik diri dari orang lain

Menangis

Tingkat kesedihan yang dirasakan oleh setiap orang berbeda-berbeda, tergantung dari penyebab dan bagaimana cara orang tersebut mengatasi kesedihannya.

Namun, merasakan kesedihan tidak sepenuhnya buruk. Emosi ini bisa mengarahkan Anda untuk memahami dan tahu caranya untuk bangkit, mengobati diri sendiri, dan merenungkan kembali untuk tidak lagi sedih atau kecewa di kemudian hari.

3. Ketakutan

Ketakutan adalah emosi kuat yang memerankan peran penting bagi Anda untuk bertahan hidup. Saat Anda merasakan emosi ini, otot menjadi tegang, jantung berdetak lebih cepat, dan pikiran jadi lebih waspada.

Misalnya, ketika dalam keadaan bahaya, rasa takut akan muncul dan menimbulkan respon untuk mempertahankan diri, seperti lari atau meminta bantuan orang lain. Maka itu, setiap orang dibekali jenis emosi ini supaya dapat merespon ketika berada dalam bahaya.

Ketakutan dapat meliputi berbagai ekspresi, seperti:

Ekspresi wajah yang takut; melebarkan mata dan menundukkan kepala

Berusaha untuk sembunyi, menghindar, atau berani menghadapi ancaman

Tubuh berkeringat, detak jantung dan napas jadi cepat

Ketakutan biasanya muncul ketika ancaman terjadi secara langsung. Emosi ini akan menumbuhkan dan memupuk rasa berani, sehingga akan membuat Anda lebih tangguh ketika mengalami kondisi yang sama.

4. Jijik

Rasa jijik ditandai dengan rasa tidak suka, baik itu melihat, mencium, merasakan, atau mendengar sesuatu sehingga berusaha keras untuk menghindarinya. Walaupun terdengar buruk, emosi ini dapat membangun sikap diri untuk menjaga kebersihan sehingga tubuh terhindar dari penularan penyakit.

Rasa jijik biasanya ditunjukkan dengan beberapa cara, seperti:

Berpaling menjauh dari objek yang dianggap menjijikan

Reaksi fisik seperti mual dan ingin muntah

Ekspresi wajah yang mengerutkan hidug, menyipitkan mata, dan menekuk bibir ke atas

5. Marah

Sama seperti ketakutan, perasaan marah juga dibutuhkan untuk melindungi diri dan merespons ancaman. Emosi ini ditandai dengan rasa frustasi, merasa tidak cocok dengan orang lain. Kemarahan sering ditunjukkan dengan berbagai ekspresi, seperti:

Nada suara yang kasar atau berteriak

Badan berkeringat dan wajah memerah

Perilaku jadi agresif, seperti memukul, menendang, atau melempar benda

Walaupun sering dianggap sebagai emosi negatif, marah ternyata dapat memotivasi Anda untuk mengambil tindakan dan mencari solusi terhadap berbagai hal yang mengganggu Anda.

Kemarahan yang dianggap buruk adalah kemarahan yang tidak terkendali, berlebihan, diekspresikan dengan cara yang berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain. Kemarahan tersebut membuat seseorang sulit untuk membuat keputusan yang rasional dan bakan dapat berdampak buruk pada kesehatan.

6. Kaget atau terkejut

Terkejut atau kaget bisa dikategorikan sebagai emosi positif, emosi negatif, dan juga netral. Kondisi ini biasanya terjadi sangat singkat akibat sesuatu hal yang tidak terduga. Tanpa Anda sadari, emosi ini ternyata penting untuk perilaku seseorang. Kenapa?

Sebab rasa terkejut atau kaget dapat memotivasi seseorang untuk bersikap lebih tenang dan belajar untuk mengontrol diri dan emosi. Beberapa cara untuk mengekspresikan rasa kaget atau terkejut, antara lain:

Respons fisik melompat atau melangkah mundur

Mengeluarkan suara teriakan, menjerit, atau tengah-engah

Respons lainnya, melawan atau berlari

Ekpresi wajah menaikkan alis, melebarkan mata, atau membuka mulut

7. Emosi lainnya

Emosi-emosi sebelumnya, lebih sering terjadi pada Anda dibandingkan dengan beberapa emosi ini, seperti merasa terhibur, malu, merasa bangga, merasa bersalah, atau merasa terhina.

Emosi-emosi ini bisa meniru emosi lainnya, artinya tidak selalu pasti digambarkan dengan ekspresi yang sama. Misalnya, merasa malu bisa ditunjukkan dengan wajah menunduk seperti ketakutan, wajah memerah seperti marah, dan berusaha memalingkan diri seperti rasa jijik.

Oleh Aprinda Puji

https://hellosehat.com