MENUNJUKKAN KEBAIKAN

Rabu, 25 Oktober 2017 | 08:51:53

MENUNJUKKAN KEBAIKAN
 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya." -HR. Muslim-

Apa pun kebaikan yang kita ucapkan, apa pu kebaikan yang kita tulis, apa pun kebaikan yang kita lakukan, kemudian ucapan kita didengar orang, tulisan kita dibaca orang, perbuatan kita dicontoh orang, maka semua itu merupakan investasi besar bagi kita. Semakin banyak orang berbuat baik karena wasilah/perantara kita, maka semakin banyak pahala menanti kita.

Maka, apa yang menghalangi kita untuk selalu berkata yang baik, menulis yang baik, dan berbuat baik? Bukankah dengan menunjukkan berbagai kebaikan melalui lisan, tulisan, dan perbuatan, kita dijanjikan pahala kebaika sepadan pelakunya?

Sebagian orang berkata, "Saya tidak pede untuk berceramah, karena saya sendiri masih kotor." Maka motivasi sebagai jawaban kegelisahan tersebut adalah surat An Najm: 32, فلا تزكّوا أنفسكم/"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci". Maksudnya adalah, bahkan kita dilarang untuk merasa suci. Memberikan ceramah keagamaan atau pun menulis ajaran-ajaran kebaikan, justru untuk melatih dan"memaksa" diri untuk menjadi lebih baik. Karena beban di pundak akan semakin berat untuk mengkondisikan diri mengamalkan apa yang sudah kita bicarakan dan kita tulis.

Kebaikan memang harus dipaksakan sehingga menjadi kebiasaan. Tanpa pemaksaan, kita akan dininabobokkan dengan buruknya kemaksiatan yang dijadikan indah di mata kita oleh iblis. Maka, memaksa diri untuk menjadi baik, di antaranya dengan menunjukkan orang lain kepada kebaikan-kebaikan melalui lisan dan tulisan kita. Semakin luas lingkup bicara dan tulisan kita, akan mengkondisikan kita untuk baik pula di lingkungan kita.

Maka bagi yang belum, mari segera awali. Dan bagi yang sudah, mari istiqamahkan untuk terus menunjukkan orang lain kepada kebaikan-kebaikan dengan ikhlas, li-i'laai kalimatillah.

oleh: Abdul Rosyid

Pengasuh Pondok Pesantren Al Iman Muntilan