Mengenal jam tubuh Anda

Selasa, 4 Desember 2018 | 09:24:27

Mengenal jam tubuh Anda

 

 Mengenali jam biologis tubuh atau ritme sirkadian itu penting.

Pemilihan waktu adalah hal penting dalam banyak hal, termasuk kesehatan. Waktu memengaruhi hampir segala aspek dalam hal kesehatan dan kesejahteraan manusia.

Profesor Russel Foster, dari Oxford University adalah salah satu pakar yang banyak meneliti hal ini. Temuannya seputar pengaturan jam biologis yang efektif dimuat dalam buku Rhythms of Life: The Biological Clocks that Control the Daily Lives of Every Living Thing.

"Seluruh kehidupan di bumi telah berevolusi di bawah siklus terang dan gelap yang berubah secara berirama, dan organisme dari bakteri bersel tunggal sampai manusia punya representasi internal tentang waktu," kata Foster dikutip Daily Mail.

Jika dulu Anda percaya hanya punya satu jam biologis yang mengatur segalanya. Para ilmuwan kini yakin manusia punya lebih dari satu, bahkan banyak jam biologis.

"Faktanya, seluruh bagian tubuh memiliki jam biologisnya sendiri. Beberapa dapat memengaruhi jam biologis pusat yang ada di otak," kata Profesor Michael Hastings dari Cambridge University.

Jadi bayangkanlah tubuh Anda layaknya orkestra. Jam biologis utama di otak adalah kondekturnya. Ia mengatur ritme jam biologis di bagian tubuh lain agar bisa berirama dengan baik.

Dengan mengenali apa yang biasa terjadi dalam tubuh pada waktu tertentu, Anda dapat memanfaatkannya untuk mencari waktu terbaik.

Kelak, dalam banyak hal, Anda akan mendapat hasil maksimal. Alhasil, lebih sehat.

Pukul 6 pagi

Menurut Foster, kemungkinan serangan jantung antara pukul 6 pagi hingga siang 49 persen lebih tinggi dari jam jam lain sepanjang hari. Ini karena darah Anda lebih kental cenderung mudah menggumpal.

Tekanan darah naik dengan cepat selagi Anda bangun tidur, sementara di pagi hari, pembuluh darah juga dalam kondisi paling tidak fleksibel.

Kondisi ini dapat memicu terjadinya angin duduk atau angina antara pukul 6 hingga 8 pagi, dan meningkatnya risiko serangan jantung maupun stroke antara pukul 8 dan 10 pagi.

Pukul 7 pagi

Demam, migrain dan peradangan sendi cenderung menyerang di waktu ini. Anda bisa mengatasinya dengan menyimpan obat --jika ada-- dan segelas air di meja sisi tempat tidur.

Jangan lupa memasang alarm satu jam sebelum waktu bangun biasanya. Jika tiba saatnya, bangun, minumlah obat dan kembali tidur.

Jika Anda harus makan sebelum mengonsumsi obat tersebut, sediakan juga beberapa keping biskuit rendah kalori.

Pukul 8 pagi

Jika Anda belum lama bangun tidur, dan dalam keluarga ada keturunan penyakit jantung, maka berolahraga di sekitar jam ini tidak disarankan. Sebab, menurut Foster, sistem tubuh belum siap untuk beban ekstra. Lebih baik tunda sesi olahraga.

Aktivitas yang disarankan justru seks. Pada sekitar pukul 8 pagi, produksi sperma pria mencapai puncaknya. Jadi jika Anda dan pasangan ingin mencoba punya anak, silakan pasang alarm.

Pukul 9 pagi

Seumpama kondisi kesehatan mewajibkan Anda menjalani operasi, maka pukul 9 pagi adalah saat tepat. Menurut penelitian berdasarkan 90 ribu operasi, risiko terendah adalah jika operasi berlangsung antara pukul 9 hingga 12 siang.

Sementara risiko tertinggi ada di pukul 3 hingga 5 sore. Faktor penyebab tingginya risiko adalah staf yang lelah dan pasien stres akibat menunggu terlalu lama.

Pukul 10 pagi

Inilah saat tepat untuk presentasi bisnis penting atau ujian perbaikan. Pada waktu ini kewaspadaan Anda dalam tingkat tinggi, namun otak dalam mode rihat, ini membuat otak siap mencerna dan mengingat informasi.

Pukul 11 pagi

Saat tepat untuk mengerjakan tugas kompleks. Penalaran logis, konsentrasi dan memori jangka pendek ada dalam kondisi paling prima saat menjelang siang hingga tengah hari.

Pukul 12 siang

Rasa sakit dan kaku pada persendian akibat Osteoarthritis biasanya memuncak menjelang sore dan malam. Jadi siang hari adalah saat tepat untuk minum obat agar efeknya tepat waktu.

Pukul 1 siang

Jika berencana olahraga di sore hari, makan siang lah pada pukul 1. Sistem pencernaan telah bekerja mencerna semua asupan dengan baik, jadi tinggal fokus pada memompa darah beroksigen ke otot untuk menunjang gerak tubuh.

Pukul 2 siang

Biasanya Anda cenderung mengantuk setelah makan siang. Riset bahkan menunjukkan waktu persisnya pukul 2.16 Jika Anda merasakannya, coba lakukan gerakan peregangan atau sekadar berjalan di sekitar kantor.

Pukul 4 sore

Ini adalah waktu tepat untuk olahraga seperti aerobik. Menurut riset Dr Boris Medarov, nafas Anda dalam kondisi prima antara pukul 4 hingga 5 sore.

Pukul 5 sore

Jika Anda selesai berolahraga pada jam ini, kembalikan kadar gula darah normal dengan mengudap makanan berprotein tinggi agar otot dapat memperbaiki jaringannya.

Pukul 6 sore

Olahraga seperti angkat besi, atau jenis lain yang sama beratnya cocok dilakukan pukul 6 hingga 8 malam. Ini karena kekuatan otot, genggaman, efisiensi kardiovaskular dan fleksibilitas berada pada puncaknya.

Pukul 7 malam

Anda tak hanya perlu menghindari asupan karbohidrat di malam hari. Periset di Brigham Young University menyebutkan, dengan setop makan antara pukul 7 malam hingga pukul 6 pagi adalah kunci menurunkan berat badan yang simpel dan efektif.

Pukul 8 malam

Ini adalah batas waktu minum kopi yang disarankan. Efek kafein yang bisa bertahan antara tiga hingga lima jam dapat mengganggu tidur.

Pukul 10 malam

Jika Anda menderita asma, pukul 10 malam adalah saat tepat untuk menggunakan inhaler pencegah. Asma di malam hari adalah hal umum, penelitian telah menunjukkan serangan asma biasanya terjadi antara pukul 2 hingga 4 dini hari.

Jadi gunakan inhaler pencegah dua kali sehari. Satu di siang hari, dan semalam mungkin sebelum tidur.

Pukul 11 malam

Gangguan pencernaan dapat mengganggu tidur. Jika mau Anda bisa minum obat maag atau Antasida sebelum tidur. Asam lambung dalam kadar tertinggi antara pukul 8 malam hingga 2 pagi.

Namun gejalanya bisa memburuk saat Anda pergi tidur. Ini karena asam lambung lebih mudah masuk ke oesophagus saat Anda berbaring.

Anda bisa mengatasinya dengan menambah tinggi bagian kepala di tempat tidur dengan tumpukan buku, atau batu bata di bawah kaki. Hindari penggunaan bantal ekstra karena bisa meningkatkan tekanan pada abdomen.

Anindhita Maharrani

https://beritagar.id