Mempersiapkan Bekal ketika Hidup di Dunia untuk menempuh Perjalanan menuju Hidup Akhirat

Rabu, 1 November 2017 | 08:32:12

Mempersiapkan Bekal ketika Hidup di Dunia untuk menempuh Perjalanan menuju Hidup Akhirat

بسم الله الرّحمن الرّحيم

السّلام عليكم ورحمةالله وبركاته

 

*Mempersiapkan Bekal ketika Hidup di Dunia untuk Menempuh Perjalanan menuju Hidup Akhirat,,

          Sahabat yang dirahmati Allah awt, tidaklah kita sadari bahwasanya alam dunia ini hanyalah merupakan tempat persinggahan bagi manusia untuk menempuh suatu perjalanan yang sangat jauh, tetapi mengapa banyak manusia yang terlena oleh kehidupan dunia dan melupakan kehidupan akhirat padahal dunia ini merupakan tempat yang hina oenuh dengan tipu daya dan senda gurau belaka, mereka ingin hidup kekal dan bahagia di dunia sampai melupakan kehidupan yang akan datang, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal dari pada dunia :

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ اْلحَيَاةَ الّدُنْيَا وَاْلأَخِرَةُ خَيْرُ وَأَبْقَى ( الأعلى : 17- 16 )

“ Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi, sedang kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal “. (QS,al-A’laa : 16-17).

Dijadikannya dunia ini oleh mereka sebagai surga tetapi kehidupan mereka diakhirat akan mendapat adzab dan siksa yaitu dimasukan kedalam api neraka. Sahabat yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan kembali bahwasanya Allah menciptakan manusia hanyalah untuk beribadah kepada-Nya, dan dunia ini merupakan tempat ujiannya, tempat persinggahan dan ladang untuk mempersiapkan bekal untuk menempuh suatu perjalanan yang panjang yaitu untuk menempuh kehidupan yang akan datang (akhirat).

روي عن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم أنّه قال لأبي ذرّالغفاري رضي الله عنه : يا أبا ذرّ جدّد السفينة فإنّ البحر عميق, وخذالزاد كاملا فإنّ السفر بعيد, وخفّف الحمل فإنّ العقبة كئود, وأخلص العمل فإنّ الناقد بصير. ( نصائح العباد

“ Diriwayatkan dari Rosulullah saw, bahwasanya Rosulullah saw berkata kepada Abu Dzar r.a : “ hai Abu Dzar perbaharuilah perahumu karena lautan itu sangatlah dalam, ambilah perbekalan secara sempurna (banyak) karena perjalanan itu sangatlah jauh, dan kurangilah beban bawaanmu karena tanjakan itu bagaikan gunung, dan ikhlaskanlah amal karena Dzat yang menilai baik dan buruk maha melihat “. (kitab Nashoihul ‘ibad).

Sahabat yang dirahmati Allah swt, Rosulullah berkata kepada Abu Dzar, siapakah Abu Dzar itu ? Abu Dzar itu berarti bapaknya Abu Dzar, nama sebenarnya adlah Jundub bin Jinadah, Rosulullah saw berkata kepadanya :

جدّدالسفينة

“ perbaharuilah perahumu “, maksudnya yaitu

أحسن النيّة في كلّ ماتأتي وتذر ليحصل لك الأجر والنجاة من عذاب الله تعالى

“ yakni ikhlaskanlah niyat dalam segala amal yang engkau kerjakan agar memperoleh pahala dan selamat dari siksa Allah swt “.

فإنّ البحر عميق

“ maka sesungguhnya lautan itu sangatlah dalam “, maksudnya kehidupan dunia itu bagaikan samudera yang dalam penuh dengan gelombang maksiat, godaan, halangan dan rintangan, kita hidup di dunia berusaha untuk menuju surga itu amatlah berat,,

وإنّ الجنّة مخفوفة بالمكاره وإنّ النار مخفوفة باللذات والشهوات, فلا تلهينّكم عن الأخرة. ( الحديث

“ dan sesungguhnya jalan menuju surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci, banyak rintangannya-rintangannya, dan jalan menuju neraka itu dikelilingi oleh kenikmatan-kenikmatan dan syahwat-syahwat, dan janganlah kamu terlalaikan dalam mencari kehidupan akhirat yaitu surga “, janganlah kita tertipu daya oleh syetan apalagi mengikuti jejak langkahnya, kita sebagai orang yang beriman harus mengetahui jejak langkah dan perbuatan-perbuatan syetan, diantaranya, dalam firman Allah :

يَأَيُّهَاالَّذِيْنَ أَمَنُوْا إِنَّمَ اْلخَمْرُ وَاْلمَيْسِرُ وَاْلأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الّشَيْطَانِ, فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. (المائدة : 90 ).

“ wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan “. (QS,al-Maidah : 90).

Selanjutnya kata Rosulullah :

وخذالزاد كاملا فإنّ السفر بعيد

“ ambilah perbekalan secara sempurna, karena perjalanan itu sangatlah jauh “, perjalanan disini yaitu perjalanan dari dunia menuju akhirat, dan perbekalan disini maksudnya yaitu taqwa, karena taqwa merupakan suatu bekal yang efisien untuk bekal menuju akhirat dengan taqwa kita bisa memperoleh derajat yang mulia karena taqwa yaitu ‘melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya’ yaitu larangan Allah swt, kemudian Rosul meneruskan ucapannya :

وخفّف الحمل فإنّ العقبة كئود

“ dan kurangilah beban, karena tanjakan itu bagaikan gunung “, kurangi beban maksudnya yaitu sederhanakanlah urusan dunia, jangan mengutamakan kehidupan dunia sedangkan kehidupan akhirat terlalaikan, biasanya yang sering melalaikan manusia dan lupa untuk berdzikir dan beribadah kepada Allah yaitu selain kemegahan dunia, tapi juga karena harta dan anak,, kemudian Rosulullah melanjutkan ucapannya :

وأخلص العمل فإنّ الناقد بصير

“ dan ikhlaskanlah dalam beramala, karena Dzat yang menilai baik dan buruk itu maha melihat “. Maksudnya amal perbuatan itu harus disertai niyat yang ikhlas, tanpa niyat yang ikhlas amal seseorang tidak akan doterima meskipun banyak, tapi dengan ikhlas amal sedikitpun akan besar artinya di sisi Allah swt.

Sahabat yang dirahmati Allah, untuk kesimpulannya yaitu kita harus ingat bahwasanya manusia diciptakan hanyalah untuk beribadah kepada-Nya, dan manusia hidup di dunia ini tidak kekal abadi melainkan akan mati dan berpindah tempat dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat, dan seyoginya kita harus mempersiapkan bekal yang cukup untuk menempuh perjalanan tsb. Yang akan menyelamatkan kita tiada lain hanyalah Rahmat Allah dan bekal tsb, yaitu amal shalih dan taqwa yang akan mengantarkan kita pada derajat yang mulia yaitu ridha Allah swt.

Sahabat yang dirahmati Allah swt, mudah-mudahan apa yang disampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua, ini tiada lain hanyalah dalam rangka kita sebagai kaum muslimin, saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran.

باالله في سبيل الحقّ

السّلام عليكم ورحمةالله وبركاته

 

https://blogyadimulyadi.wordpress.com