LAPORAN HASIL UJI KLINIS BEKAM

Kamis, 3 Januari 2019 | 08:20:52

LAPORAN HASIL UJI KLINIS BEKAM

 

Proses bekam berfungsi untuk membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi, seraya tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh.

LAPORAN HASIL UJI KLINIS BEKAM

Sebuah tim laboratorium telah meneliti darah yang keluar dari titik-titik bekam (yaitu dari tengkuk) secara laboratoris dan mengkomparasikannya dengan darah pembuluh biasa pada sejumlah besar orang yang telah dibekam berdasarkan prinsip-prinsip bekam yang benar, serta darah tersebut dilihat dari hasil penelitian laboratorium darah terhadap darah bekam. Berdasarkan penelitian itu, terlihat hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Itu terlihat dalam seluruh kasus yang diteliti, tanpa ada pengecualian. Fakta ini sungguh mencengangkan para dokter!! Sebab, bagaimana darah bisa keluar tanpa disertai keluarnya sel-sel darah putih? Fakta ini menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.

2. Adapun menyangkut eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang aneh, artinya sel-sel ter-sebut tidak mampu melakukan aktivitas, di samping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif.

Ini menunjukkan bahwa proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi, seraya tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh. Sedangkan al-fashd (pelukaan pembuludarah bagian tertentu) menyebabkan hilangnya komposisi darah yang bermanfaat bersama sel-sel darah merah yang hendak dibersihkan.

3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh -tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam- sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pemben-tukan sel-sel muda yang baru.

4. Kandungan sel darah merah maupun sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa, dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya seluruh sistem dan organ tubuh.

Bahkan lebih dari itu, dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 300 kasus, maka hasil-hasil penelitian adalah sebagai berikut :

1. Dalam kasus-kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas-batas normal.

2. Dalam kasus-kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga mencapai batas-batas normal.

3. Garis Irama jantung pada EKG menunjukkan perbaikan besar dan kembali kepada konsisi normal dalam irama yang teratur.

4. Penurunan kecepatan aliran darah hingga batas-batas normal.

5. Jumlah sel darah merah menjadi normal.

6. Kadar Hemoglobin turun sampai pada batas-batas normal dalam kasus polycythemia (Kadar Hb darah diatas normal, misal 17,5 g/100 mldarah (normal 12-14 g/100 ml) – penerj).

7. Kadar Hemoglobin naik sampai batas-batas normal dalam kasus penurunan kadar hemoglobin yang ditandai dengan aktivitas tubuh dan perkembangan kemampuannya dalam memproduksi sel darah merah secara normal, selanjutnya meningkatkan aktivitas dan efektivitas transfer oksigen melaluinya.

8. Jumlah sel-sel darah putih (lekosit) meningkat dalam 60% kasus dan masih dalam batas-batas normal.

9. Jumlah sel-sel darah putih pada penyakit-penyakit paru-paru meningkat 71,4% pada beberapa kasus. Ini menunjukkan kesembuhan yang cepat bagi para pengidap rheumatism dan infeksi-infeksi kronis setelah adanya pembekaman.

10. Jumlah polimorfonuklear meningkat dalam batas-batas normal dalam 100% kasus penyakit paru-paru.

11. Jumlah polimorfonuklear menurun hingga batas-batas normal.

12. Jumlah enzim liver turun pada gangguan-gangguan liver dalam 76,9% kasus dan hal itu masih dalam batas-batas wajar.

15. Jumlah seruloplasmin naik hingga batas-batas normal dalam 100% kasus kekurangan dari batas-batas normal.

16. Jumlah seruloplasmin turun hingga batas-batas normal dalam 10% kasus kelebihan dari batas-batas normal.

17. Kadar gula darah pada 83,75% kasus turun, sedangkan sisanya tetap pada batas-batas wajar.

18. Kadar gula darah turun pada para pengidap kencing manis dalam 92,5% kasus.

19. Jumlah sel-sel darah merah (eritrosit) maupun sel-sel darah putih naik dalam darah bekam pada semua kasus.

20. Jumlah sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih turun pada 78,47% kasus.

21. Jumlah asam urat di darah turun pada 80% kasus.

22. Enzim liver SGPT turun pada 80% kasus, dimana SGPT menunjukkan aktivitas liver.

23. Enzim SGOT turun pada 80% kasus, ini menunjukkan perbaikan yang terjadi pada gerakan irama jantung.

24. Kadar Amylase darah turun dalam 54,9% kasus.

25. Kadar Albumin dalam darah turun dalam 100% kasus dan sampai pada batas-batas normal.

26. Kadar kolesterol dalam darah turun dalam 81,9% kasus.

27. Kadar lemak trigliserida turun dalam 75% kasus.

28. Ion-ion K dan Na kembali pada kadar normalnya dalam 90% kasus.

28. Ion-ion Ca kembali normal dalam 90% kasus.

29. CPK turun dalam 66,66% kasus.

30. Seluruh sel darah merah dalam darah bekan pada tengkuk berbentuk aneh : Hypochromasia, Burr, Target, Crenated, Spherocytes, Poicilocytes, Shistocytes, Teardropcelles, Acanthocytes.

31. Jumlah sel-sel darah putih di darah bekam hanya 10% dari jumlah sel-sel darah putih yang ada di darah yang ada di pembuluh, ini menunjukkan bahwa bekam tetap menjaga unsur-unsur kekebalan (imunitas) tubuh.

32. Kenaikan kadar besi dalam darah pada batas-batas normal pada 66 % kasus.

33. Faktor IV, yaitu kalsium yang berperan dalam pembekuan darah sangat tinggi, berkisar antara 411-1057, sementara di dalam darah yang ada di pembuluh berkisar antara 250-400. Ini menunjukkan bahwa adanya sesuatu yang otomatis mencegah keluarnya besi dari celah-celah bekam dan mempertahankannya di dalam tubuh agar berperan dalam pembentukan sel-sel baru, dan hal ini dibarengi dengan meningkatnya aktivitas proses penyerapan besi dari usus.

34. CPK menjadi normal dalam 92,4% kasus.

35. LDH menjadi normal pada 93,75 kasus.

36. Bentuk eritrosit di darah bekam semuanya tidak normal.

37. Jumlah sel-sel darah putih dalam darah bekam hanya sepersepuluh jumlahnya di darah yang ada dalam pembuluh.

Darah bekam adalah darah yang dikeluarkan oleh juru bekam dari tubuh. Ada beberapa ciri darah bekam ini yang membuat banyak kalangan tercengang :

1- Teroksidasinya darah tanpa udara (anaerob).

2- Terpisahnya plasma 318 dari darah.

3- Keluarnya plasma saja dari tempat yang dibekam.

Jika kita memasang dua gelas untuk menghisap darah, maka bisa saja darah keluar pada   gelas yang satu, tetapi tidak bisa keluar sama sekali pada gelas yang satu lagi, padahal keduanya berdampingan. Bisa saja kesembuhan datang meskipun darah tidak ada yang keluar ke gelas.

https://tradisionalholisticmedicine.wordpress.com