KURBAN

Sabtu, 2 September 2017 | 09:21:04

* KURBAN *

 

Takbir ialah peneguhan komitmen bahwa Allah swt Maha Besar dan yang selain Dia adalah kecil.

Kurban adalah simbol silaturahmi, persaudaraan, kasih sayang, kesetiakawanan, dan pemberdayaan umat, serta kepedulian terhadap nasib sesama.

_Sungguh, telah Kami berikan kepadamu sumber yang melimpah. Maka, shalatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah. Sungguh, orang yg membencimu dialah yg terputus dari harapan masa depan_ (QS 108:1-3).

_Al-Kautsar_ mengandung arti sumber mata air samawi yg suci, karunia dan hikmah yg tak terbatas, rahmat dan segala kebaikan, kebenaran, kearifan, kekuatan rohani, dan wawasan yg dalam.

Ibadah kurban adalah warisan spiritual Bapak para Nabi: Ibrahim as.

_Kami panngil dia, "Wahai Ibrahim, engkau telah memenuhi apa yang kaulihat dalam mimpi." Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat kebaikan. Sungguh, ini suatu ujian yang nyata. Kami tebus dia dengan kurban yang agung._ (QS 37:104-107).

Ibadah kurban mengandung pesan moral untuk berbagi sumber dan kesempatan, menumbuhkan semangat memelihara warisan kemanusiaan, budaya, dan warisan bangsa, serta memelihara asset nasional dengan mengalahkan kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, golongan, suku, partai, maupun fanatisme agama yang sempit.

Kurban tahunan membuahkan keseimbangan ekosistem dan peluang memperoleh rezeki. Andaikata tidak ada syariat kurban niscaya populasi kambing dan sapi tidak terkendali. Boleh jadi ternak-ternak itu akan melahap segala tumbuh-tumbuhan dan cadangan makanan manusia.

Penyembelihan kurban adalah simbol pengorbanan diri, memotong syahwat duniawi, dan revolusi mental syaithani.

_Yang sampai kepada Allah bukan daging atau darahnya, melainkan yang sampai kepada-Nya ketakwaan kamu. Demikianlah Dia memudahkannya kepadamu supaya kamu mengagungkan Allah atas bimbingan-Nya kepadamu; dan sampaikan berita baik kepada semua orang yang telah berbuat kebaikan._ (QS 22:37).

Allah swt menurunkan agama untuk membebaskan manusia dari penderitaan, kebodohan, dan pengabdian kepada alam dan kepada sesama, agar manusia dapat meneruskan karya penciptaan di muka bumi secara cerdas dan kreatif. Pendidikan merupakan fundamen pengembangan kreativitas anak manusia.

Tuhan mencipta samudra, manusia membuat kapal untuk mengarunginya.
Tuhan memasukkan siang ke dalam malam, manusia membuat lampu untuk meneranginya.
Tuhan menjadikan aneka tambang, manusia menggali dan memanfaatkannya.
Tuhan memerintahkan shalat, manusia membangun masjid untk bersujud di dalamnya.
Tuhan mensyariatkan haji, manusia menghimpun bekal mudik ke rumah-Nya.

Kita menghargai komunitas segala yang hidup; manusia, binatang, dan tumbuhan, serta memelihara kelestarian bumi, udara, air, dan minyak.

Kita niscaya memperlakukan pihak lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Membenamkan perbedaan yang sempit dan berusaha menjadi lebih baik dan murah hati.

Hidup tidak untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

Kita singkirkan segala bentuk penguasaan terhadap pihak lain dan segala tindak kekerasan dan kekejaman.

Kita peduli pada suatu kehidupan yang penuh penghargaan, keadilan, dan kedamaian.

Kita wujudkan aturan sosial dan ekonomi yang adil di mana setiap orang memiliki kesempatan yg sama untuk mencapai prestasi puncak sebagai manusia.

Kita cegah dominasi ketamakan atas kekuasaan, pencitraan, uang, dan konsumsi untuk menciptakan _baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur._

Kekayaan dan kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mewujudkan kesejahteraan, keadilan, kemakmuran, dan keselamatan bagi jiwa maupun harta.

Kekuasaan adalah ujian keimanan. Apakah kekuasaan itu digunakan untuk menegakkan keadilan, mewujudkan kemakmuran, dan menjaga keselamatan ataukah sebaliknya.

Pemerintah, penyelenggara Negara, rakyat, dan wakil-wakil rakyat niscaya bersama-sama berjuang muwujudkan integrasi sosial yang lestari dengan mengupayakan kesamaan derajat dan hak di muka hukum, jaminan untuk memperoleh pendidikan yang memadai, pekerjaan yang terhormat, dan memberantas mafia yang terlanjur menguasai berbagai sektor strategis kehidupan bersama, yakni pangan, energi, pajak, anggaran pendidikan, kesehatan, logistik, hutan, tambang, dll.

Akibat spekulasi dan mafia pangan kerugian Negara dan rakyat sangat besar. Kita semakin dalam masuk perangkap impor serta semakin jauh dari kemandirian dan kedaulatan pangan.

Pengorbanan merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan. Manusia harus rela berkorban untuk meraih kehidupan yang lebih bermakna.

Setiap pengorbanan adalah investasi untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Tak ada pengorbanan tulus yang sia-sia. _Jer basuki mawa bea_.[]

Ditulis Oleh Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin M.Ag.

disampaikan pada khutbah sholat Ied Adhha