KONTRAKSI SYARAF PADA SAAT SHALAT

Rabu, 19 September 2018 | 14:54:14

KONTRAKSI SYARAF PADA SAAT SHALAT

 

Segala sesuatu yang diciptakan dan diperintahkan oleh Allah SWT tidak akan pernah luput dari kandungan nikmat-Nya. Meskipun pada hakikatnya hanya Allah jualah yang mengetahui rahasia dari ciptaan dan perintah-Nya tersebut. Namun sebagai makhluk yang dibekali dengan akal dan kemampuan untuk berpikir, manusia dituntut untuk menggali segala kenikmatan dari ciptaan dan perintah-perintah Allah.

Allah mengetahui persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaan-Nya, khususnya manusia. Semua perintah-Nya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, berpuasa. Rukun islam yang ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan-ilmuan dunia barat. Begitu juga dengan Shalat, karena ibadah yang satu ini juga tak kalah pentingnya dengan berpuasa, yaitu memiliki nilai plus tersendiri dalam hal kesehatan.

Shalat tidak hanya menjadi amalan utama untuk bekal di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat memiliki proporsional tersendiri bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis pnyakit.

Jika semua gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya, bahkan melebihi manfaat-manfaat dalam gerakan Yoga. Sangat disayangkan tidak ada Universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Namun dengan penuh ketrebatasan saya ingin menjelaskan rahasia dan manfaat dari gerakan-gerakan shalat yang setiap hari kita lakukan tanpa diketahui sebelumnya manfaat dari gerakan yang kita lakukan tersebut. Selain gerakannya, bacaan dalam sholat juga penuh akan makna. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?

Dalam buku Cina kuno telah dijelaskan bahwa alam semesta yang terbagi atas 24 jam ini rupanya dibagi menjadi beberapa periode. Dalam buku itu terjawab ada hubungan antara manusia dengan alam di sekitarnya dan ini dilakukan melalui waktu sholat. Terbukti bahwa energi alam dengan manusia terjadi sirkulasi yang amat seimbang, makanya Allah SWT menetapkan waktu-waktu sholat itu.

Kenapa sholat harus 5 kali dalam sehari ? Menurut pendapat ilmuwan Cina :

Ada energi api yang akan keluar pada waktu jam 12.00 siang sampai sore, untuk mengobati jantung dan ginjal itu.

Dalam gerakan sholat ashar adalah siklus dari panas ke dingin mereka menyebutnya terapi kandung kemih. Secara alamiah gerakan ashar itu ternyata memisahkan zat-zat kimia dalam tubuh kita

Ada energi air yang keluar pada waktu jam 6 sore setelah terbenamnya matahari yang mereka menyebutnya bahwa maghrib itu menterapi ginjal.

Gerakan isya dilakukan setelah mega merah hilang, mereka menyebutnya sebagai terapi yang mengurangi kelebihan energi. Ada energi kayu yang keluar pada waktu jam 11 malam yang berfungsi untuk menghancurkan racun-racun yang ada dibadan kita, dan menurut ilmuwan Cina racun itu dibakar untuk membuang racun di otak.

Kemudian jam 02:00 pagi otak dibersihkan oleh energi kayu, dan selanjutnya Allah menyediakan dan mengisinya untuk sholat tahajud pada waktu sepertiga malam. Prof. Dr. Sholeh seorang guru besar Universitas Airlangga, telah membuktikan bahwa tahadjud yang teratur dan disiplin akan mencegah kanker, stres dan infeksi. Oleh sebab itu jika orang melakukan dengan teratur memiliki emosi yang positif. Energi udara keluar pada jam 02:00. Jam 03:00 pagi energi logam yang menterapi kita. Dan jam 05:00 pagi melakukan sholat subuh untuk menterapi pencernaan.

Seorang pakar mengatakan bahwa relaksasi otot dalam shalat ternyata dapat mengurangi tingkat kecemasan, imnosia (sukar tidur), hiperaktif pada anak, dan membantu mengurangi kecanduan merokok bagi para perokok yang ingin berhenti merokok. Adapun menurut penelitian Dr. Johana Endang Prawitasari bahwa teknik relaksasi otot, relaksasi kesadaran indera dan yoga merupakan teknik efektif untuk mengurangi keluhan berbagai macam penyakit, terutama psikomotis.

Selama kita shalat, selama itu pula berlangsungnya aktivitas relaksasi otot, yaitu kontraksi otot, pijatan dan tekanan pada bagian-bagian tubuh tertentu. Diantaranya adalah bagian kepala, leher, bahu, pergelangan tangan, jari-jari, perut, tulang belakang dan punggung, paha, pinggang, pergelangan serta jari-jari kaki.

         Ada beberapa kontraksi otot isometrically (panjang yang sama) dan beberapa kontraksi dalam pendekatan atau isotonically (ketegangan yang sama). Energi yang dibutuhkan untuk otot selama latihan dipenuhi oleh sebuah proses yang dikenal sebagai glikogenolisis. Tingkat metabolisme otot meningkat selama kinerja shalat, sehingga terjadinya kekurangan yang relatif dari oksigen dan nutrisi otot. Pada gilirannya kekurangan ini menyebabkan vasodilatasi - peningkatan kaliber pembuluh darah - sehingga memungkinkan darah mengalir dengan mudah kembali ke jantung. Beban sementara meningkat pada jantung yang bertindak untuk memperkuat otot jantung dan meningkatkan sirkulasi dalam otot jantung.

  Hubungan Gerakan Shalat Dengan Syaraf

Takbiratul Ihram

          Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar dan selanjutnya disuplai ke bagian mata, telinga dan mulut. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas. Menjepit pembuluh darah di lengan kiri sehingga pembuluh darah di tangan kanan akan mengembang dan membuat kecepatan darah di pembuluh tangan kanan semakin besar yang selanjutnya akan mengisi pembuluh darah yang ada di kepala.

Ruku’

Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Membungkukkan badan ke depan dengan dua tangan berpegangan pada pergelangan lutut, akan menyebabkan posisi tulang belakang (tempat juluran saraf tulang belakang berada) relatif dalam posisi segmental anatomis-fungsional (segmen dada-punggung) yang lurus; menyebabkan relaksasi dan membantu mengoptimalkan fungsi serabut saraf segmen tersebut. Di samping itu, dapat menguatkan struktur anatomis-fungsional otot, ligamen, dan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

I’tidal

Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Putaran lengan di bahu saat mengangkat kedua tangan setinggi telinga akan menyebabkan stimulus regangan/tarikan pada cabang besar saraf di bahu (pleksus brakialis), mengoptimalkan fungsinya dalam menyarafi organ paru, jantung, liver, ginjal, lambung, dan usus; sehingga metabolisme optimal. Dua kaki yang seimbang akan menyebabkan stimulus sensor-sensor saraf yang merupakan refleksi fungsi organ dalam.

Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

Sujud

Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Membungkukkan badan ke depan dengan dua tangan bertumpu pada lantai, memberikan efek peningkatan tekanan dalam rongga dada yang diteruskan ke saluran saraf tulang belakang, dilanjutkan ke atas (otak), meningkatkan sirkulasi dan oksigenasi otak; yang pada akhirnya mengoptimalkan fungsi otak sebagai 'pusat komando' kerja sistem anatomisfungsional tubuh. Posisi sujud juga berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan. gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya.

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya sehingga meningkatkan tingkat kecerdasan seseorang. Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Duduk di antara sujud

Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Perbedaan antara duduk iftirosy dan tawarru’ terletak pada posisi telapak kaki. Pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Pada setiap duduk jari-jari kaki akan berkontaraksi menurut posisi yang telah di tetukan pada setiap duduk. Ini merupakan stimulator bagi fungsi vital sistem organ tubuh: ibu jari terkait dengan fungsi energi tubuh; jari telunjuk terkait dengan fungsi pikiran, jari tengah terkait dengan fungsi pernapasan, jari manis terkait dengan fungsi metabolisme dan detoksifikasi material dalam tubuh, serta jari kelingking terkait dengan fungsi liver (hati) dan sistem kekebalan tubuh.

Salam

Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.

            Setelah kita mengetahui manfaat yang terkandung di dalam gerakan-gerakan shalat, saya pribadi mengajak kawan-kawan semua agar setiap kali kita melaksanakan shalat hendaklah dilakukakn dengan baik dan benar. Perhatikan tuma'ninah, maksimalkan posisi sesuai dengan prosedur pada setiap bagian dari gerakan-gerakan shalat tersebut dan hayati setiap bacaannya. Insya Allah ini akan membuat shalat kita diterima oleh Allah SWT.  Kalau sudah diterima maka PASTI kita akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, karena itulah tujuan untuk melaksanakan shalat sebagaimana yang telah di firmankan Allah  dalam Al Qur'an. Dan disaat kita masih merasa melakukan perbuatan keji dan mungkar saya  berani JAMIN bahwa shalat anda TIDAK SEMPURNA bahkan TIDAK DITERIMA.

           Gerakan shalat yang baik dan benar tentunya dengan bacaannya, selain akan menjamin akan diterimanya disisi Allah dan melindungi kita dari perbuatan keji dan mungkar juga akan membuat tubuh kita sehat serta terhindar dari berbagai penyakit. Mencegah Lebih baik Daripada Mengobati. Tiada alasan lagi kawan untuk tidak melaksanakan shalat dengan baik dan benar.

SEMOGA BERMANFAAT......

(By Muhammad Hasan Suryawan/PAI/UIN Maliki Malang)

DAFTAR PUSTAKA

http://ikhwanpcr.blogspot.com/2010/03/kesehatan-berbicara-manfaat-gerakan.html

http://mimbarjumat.com/archives/83

http://tahajudcallmq.wordpress.com/2007/06/16/gerakan-shalat-bermanfaat-untuk-kesehatan-tubuh

http://relijournal.com/relligion/the-benefits-of-prayer-movement-for-health/#ixzz1bWFOxkuB

http://hasansuryawan.blogspot.com