kisah nyata keajaiban sedekah.

Kamis, 13 Desember 2018 | 08:46:17

kisah nyata keajaiban sedekah.

 

Kisah nyata keajaiban sedekah yang ingin kami sampaikan dalam tulisan ini adalah kisah keajaiban sedekah yang sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat muslim diseluruh penjuru dunia,

dimana kisah keajaiban sedekah berikut ini tercatat dalam tinta emas dan dikabarkan oleh seorang manusia yang paling mulia yaitu Rosullullah sholallohu alaihi wasalam.

jadi sangatlah tidak mungkin cerita keajaiban sedekah berikut ada unsur kebohongan atau dibuat buat.

Keajaiban sedekah yang ingin kita bahas dalam kesempatan berikut ini adalah kisah tiga orang pemuda yang terjebak dalam sebuah gua

Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda,’Pernah terjadi pada masa dahulu sebelum kamu. Tiga orang berjalan-jalan hingga terpaksa bermalam didalam sebuah goa. Tiba-tiba ketika mereka sedang berada didalam goa itu jatuhlah sebuah batu besar dari atas bukit dan menutupi pintu goa itu hingga mereka tidak dapat keluar.

Berkatalah mereka,’Sungguh tiada sesuatu yang dapat menyelamatkan kalian dari bahaya ini kecuali jika kalian berdoa kepada Allah dengan (perantara) amal-amal shaleh yang pernah kalian lakukan dahulu. Maka berkata seorang dari mereka,’Wahai Allah dahulu saya mempunyai ayah dan ibu dan saya biasa tidak memberi minuman susu pada seorang pun sebelum keduanya (ayah-ibu), baik pada keluarga atau hamba sahaya. Pada suatu hari saya menggembalakan ternak ditempat yang agak jauh sehingga tidaklah saya pulang pada keduanya kecuali sesudah larut malam sementara ayah ibuku telah tidur. Maka saya terus memerah susu untuk keduanya dan saya pun segan untuk membangunkan keduanya dan saya pun tidak akan memberikan minuman itu kepada siapa pun sebelum ayah ibu. Lalu saya menunggu keduanya hingga terbit fajar, maka bangunlah keduanya dan minum dari susu yang saya perah itu. Padahal semalam anak-anakku menangis didekat kakiku meminta susu itu. Wahai Allah jika saya melakukan itu semua benar-benar karena mengharapkan keridhoan-Mu maka lapangkanlah keadaan kami ini. Lalu batu itu pun bergeser sedikit namun mereka belum dapat keluar darinya.

Orang yang kedua berdoa,’Wahai Allah saya pernah terikat cinta kasih pada anak gadis pamanku, karena sangat cintanya saya selalu merayu dan ingin berzina dengannya akan tetapi ia selalu menolak hingga terjadi pada suatu saat ia menderita kelaparan dan datang minta bantuan kepadaku maka saya memberikan kepadanya seratus duapuluh dinar akan tetapi dengan perjanjian bahwa ia akan menyerahkan dirinya kepadaku pada malam harinya. Kemudian ketika saya telah berada diantara dua kakinya, tiba-tiba ia berkata,’Takutlah kepada Allah dan jangan kau pecahkan ‘tutup’ kecuali dengan cara yang halal. Saya pun segera bangun daripadanya padahal saya masih tetap menginginkannya dan saya tinggalkan dinar mas yang telah saya berikan kepadanya itu. Wahai Allah jika saya melakukan itu semata-mata karena mengharapkan keredhoan-Mu maka hindarkanlah kami dari kemalangan ini. Lalu batu itu pun bergeser sedikit namun mereka belum dapat keluar.

Orang yang ketiga berdoa,’Wahai Allah dahulu saya seorang majikan yang mempunyai banyak buruh pegawai dan pada suatu hari ketika saya membayar upah buruh-buruh itu tiba-tiba ada seorang dari mereka yang tidak sabar menunggu dan ia segera pergi meninggalkan upah, terus pulang ke rumahnya dan tidak kembali. Maka saya pergunakan upah itu sehingga bertambah dan berbuah menjadi kekayaan. Setelah beberapa waktu lamanya buruh itu pun datang dan berkata,’Wahai Abdullah berilah kepadaku upahku dahulu itu?’ Saya menjawab,’Semua kekayaan yang didepanmu itu adalah dari upahmu yang berupa onta, lembu dan kambing serta budak penggembalanya itu.’ Orang itu berkata,’Wahai Abdullah kau jangan mengejekku.’ Saya menjawab,’Saya tidak mengejekmu.’ Lalu diambilnya semua yang disebut itu dan tidak meninggalkan satu pun daripadanya. Wahai Allah jika saya melakukan itu semua karena mengharapkan keredhoan-Mu maka hindarilah kami dari kesempitan ini. Tiba-tiba batu itu pun bergeser hingga mereka dapat keluar darinya dengan selamat.” (HR. Bukhori Muslim)

Pelajaran dan hikmah dari keutamaan sedekah dari hadits diatas adalah

Orang pertama : mengutamaakan bersedekah dan berbuat baik kepada orang tuanya melebihi kepada anak dan istrinya.hal ini sejalan dengan firman Allah Subhanahu wata’ala

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu pun Dan, berbuat baiklah kepada ibu bapakmu, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh,teman sejawat,ibnu sabil,dan hamba sahayamu.sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri “( Q.S Annisa [4:36] )

Orang kedua : Tidak jadi berbuat maksiyat , malahan Dia mensedekahkan hartanya untuk sodaranya yang sangat membutuhkan saat itu.

orang ketiga : Dia mensedekahkan Seluruh hartanya yang dia kelola dari Gaji pegawainya . Dia memberikan Hak pegawainya ditambah dengan hasil keuntungan dari hasil perniagaanya.

Kisah nyata keajaiban Sedekah tersebut diatas memberikan gambaran kepada kita

bahwa dengan sedekah kita bisa terhindar dari musibah dan bencana baik di Dunia dan akhirat.

Semoga dengan sedekah kita bisa terhindar dari bencana Kubur, Bencana Maksyar , Bencana Neraka dan bencana Akhirat lainnya.

Semoga dengan sedekah kita bisa terhindar dari bencana Dunia berupa kelaparan ,kekurangan Harta benda , kekurangan makanan , kekurangan pakaian , ketakutan dan lain sebagainya.

https://sedekahnyata.wordpress.com/