Kado Terindah Tuk Orangtua Yang Telah Tiada

Kamis, 8 Maret 2018 | 09:57:44

Kado Terindah Tuk Orangtua Yang Telah Tiada

 

Hidup adalah suatu taqdir yang mesti dijalani, sebagaimana kematian yang merupakan taqdir yang harus diterima dan diikhlaskan. Sangat berat memang rasanya mengikhlaskan “kembalinya” orang-orang tercinta menghadap Rabb Maha Pencipta, apalagi mereka adalah orangtua yang telah mengorbankan semua yang mereka miliki demi masa depan kita, anak-anaknya. Namun, dengan bersabar dan mengikhlaskannya, tentu sangat meringankan beban musibah ini, apatah lagi jika dibarengi dengan berbagai bentuk kebaktian dan kebaikan untuk mereka berdua, sebab hal ini tidak hanya akan mengurangi beban musibah kita, namun juga bisa menyelamatkan keduanya dari azab kubur dan neraka, ataupun jika keduanya merupakan orang shalih, maka akan meninggikan derajat mereka dialam kubur atau disurga kelak.

Diantara bentuk kebaktian –setelah mereka tiada- yang banyak dilalaikan orang dizaman ini adalah banyak mendoakan keduanya. Padahal tidak ada kado terindah dan curahan asbab rahmat yang sangat mereka harapkan selain lantunan doa-doa buah hati mereka di dunia, ini lantaran doa merupakan salah satu amalan yang akan terus mengalirkan rahmat dan berkah untuk mereka di alam barzakh sebagaimana dalam hadis :

 

((إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاثة: إلا من صدقةٍ جارية، أو علمٍ يُنتفع به، أو ولدٍ صالح يدعو له))

 

Artinya : “Jika seorang manusia wafat, maka semua amalannya akan terputus kecuali tiga perkara ; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat (bagi oranglain), dan doa anaknya yang shalih untuknya” (HR Muslim : 1631).

Imam Nawawi berkata : “Para ulama berkata ; makna hadis ini adalah bahwa semua amalan sang mayit telah terputus dan pahalanya tidak lagi mengalir tatkala ia telah wafat, kecuali pada tiga perkara ini, karena sang mayit merupakan penyebab dari adanya (tiga perkara ini) ; yaitu sang anak merupakan hasil dari usaha (pernikahan dan tarbiyahnya), juga ilmu yang ia tinggalkan baik berupa pengajaran (dengan lisan) ataupun dalam bentuk buku (tulisan), demikian pula sedekah jariyah yang bermakna harta yang diwaqafkan (disedekahkan)…” (Al-Minhaj : 11/85)

Para ulama telah sepakat, bahwa doa untuk sang mayit –utamanya orang tua- akan sampai pada mereka, Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama telah sepakat bahwa doa untuk sang mayit ,memberikan faedah buatnya dan pahalanya sampai pada mereka…”Lihat Al-Minhaj Syarah Muslim : 11/85 dan Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyah 39/256).

Adapun orang tua yang kafir maka ia tidak boleh didoakan karena keumuman larangan islam dari mendoakan rahmat dan keselamatan orang-orang kafir yang telah wafat, sesuai firman Allah ta’ala ;

 

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن يَسۡتَغۡفِرُواْ لِلۡمُشۡرِكِينَ وَلَوۡ كَانُوٓاْ أُوْلِي قُرۡبَىٰ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُمۡ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ١١٣

 

Artinya :“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” (At-taubah : 113).

Doa merupakan amalan dan bentuk birr (kebaktian) terhadap orangtua yang sangat mudah dilakukan, namun manfaatnya sangatlah besar. Dengan memanjatkan doa dan istighfar untuk mereka berdua mungkin saja akan membahagiakan kehidupan mereka di alam kubur, sebab doa sang anak ; terhitung sebagai amalan orangtuanya yang belum terputus pahalanya serta sangat mustajab disisi Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadis diatas.

Dalam hadis lain HR Ibnu Majah (3660) –dengan derajat hasan- Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda ;

 

إن الرجل لترفع درجته في الجنة فيقول ؛ أنى هذا ؟ , فيقال : باستغفار ولدك لك .

 

Artinya ; “Sesungguhnya seseorang pasti diangkat derajatnya disurga, lalu ia berkata keheranan ; Kenapa (derajat saya diangkat) ?, maka dikatakan kepadanya : “Dengan sebab istighfarnya anakmu”.

Semoga orangtua kita dan kita semua termasuk dalam golongan seperti dalam hadis ini… aamiin.

Doa khusus untuk kedua orangtua ini, telah diperintahkan oleh Allah ta’ala sendiri dalam firman-Nya ;

 

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا ٢٤

 

Artinya : Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (QS Al-Isra’ ; 24)

Bahkan ia merupakan amalan para Nabi, sebagaimana yang dipanjatkan oleh Nabi Nuh ‘alaihissalaam dalam QS Nuh ; 28 ;

 

رَّبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيۡتِيَ مُؤۡمِنٗا وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارَۢا ٢٨

 

Artinya :” Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”

Sebab itu, janganlah melupakan doa untuk orangtua kita –utamanya yang telah wafat- dalam setiap ruku’, sujud dan doa-doa kita semua, semoga dengannya mereka bisa terbebaskan dari siksa Allah ta’ala dan derajat mereka ditinggikan oleh-Nya di surga-Nya.

 

Catatan :

Seorang muslim juga hendaknya memperbanyak doa untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat –utamanya yang telah wafat- karena faedah doa ini akan kembali pada dirinya. Sebagaimana dalam banyak ayat diantaranya ;

 

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوبِنَا غِلّٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٞ رَّحِيمٌ ١٠

 

Artinya : ” Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (QS Al-Hasyr ; 10)

Hal ini juga telah diperintahkan Allah kepada Nabi-Nya ;

 

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ ١٩

 

Artinya :Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal” (QS Muhammad ; 19)

Salah satu keutamaan mendoakan orang-orang mukmin laki-laki ataupun perempuan adalah sebagaimana dalam hadis Ubadah bin Shamit radhiyallahu’anhu riwayat Ath-Thabarani :

 

«من استغفر للمؤمنين وللمؤمنات كتب الله له بكل مؤمن ومؤمنة حسنة»

 

Artinya : “Barangsiapa yang memohonkan ampunan untuk orang-orang mukminin dan mukminat ,maka Allah akan menuliskan baginya satu kebaikan dari setiap mukmin dan mukminah yang didoakan”. (Dinilai hasan oleh Al-haitsami dalam Al-Majma’ : 10l2101 dan Al-Albani dalam Shahihul-jami’ : 6026)

Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata ; “Kadang orang lain lebih memberikan faedah pada si mayit dari pada kerabatnya, sebagaimana dikatakan sebagian orang shalih ; Siapakah yang lebih bermanfaat dari pada sahabat yang shalih ?, Kerabatmu telah membagi-bagi harta warisanmu, sedangkan ia sendirian merasa sedih atas wafatmu sambil mendoakanmu padahal engkau sudah dalam perut bumi” (Juz Hadis ; Yatba’ul Mayit Tsalaats… (23).

Ini juga menunjukkan bahwa seharusnya seorang anak memohon kepada kerabat dan sahabat-sahabat orangtuanya, apalagi orang-orang shalih diantara mereka agar mendoakan mereka.

Oleh Maulana La Eda,Lc

Sumber dari: http://wahdah.or.id/kado-terindah-tuk-orangtua-yang-telah-tiada/