Inilah Pentingnya Memahami Perilaku dan Sifat Orang Lain dalam Kehidupan

Senin, 1 April 2019 | 10:38:24

Inilah Pentingnya Memahami Perilaku dan Sifat Orang Lain dalam Kehidupan

 

 

Salah satu cara mengikat ilmu yang telah didapatkan, bagi saya pribadi adalah dengan menuliskannya kembali. Karena dengan tulisan, ilmu itu akan abadi dan ketika kita sedang dalam kondisi down maka kita dapat membaca ilmu yang sudah kita dapatkan tersebut lewat tulisan yang kita buat.

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja mengikuti training tentang pengembangan soft skill yang diselenggarakan di kantor saya di daerah Jakarta Selatan.

Ada beberapa hal-hal menarik yang akan saya sharing-kan di artikel kali ini. Training yang saya ikuti tersebut bertemakan tentang "Service From Heart." Training yang diselenggarakan selama dua hari ini benar-benar membuka mata hati dan pikiran saya tentang bagaimana berperilaku yang baik kepada sesama manusia.

Dalam training ini, dibahas tentang bagaimana memahami perasaan, sikap, dan sifat antar sesama. Tujuannya adalah, agar tidak terjadi miskomunikasi yang berujung menjadi tidak efektifnya sebuah pekerjaan di dalam sebuah perusahaan.

Ilmu seperti ini mungkin terlihat sepele, terlihat tidak penting, dibandingkan dengan belajar ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Tapi kalau kita gali lebih dalam lagi, ilmu tentang memahami perilaku orang lain ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Oke, saya mau berbagai cara sederhana mengetahui perilaku orang-orang di dalam perusahaan. Kadangkala kita dan atasan kita sudah barang tentu berbeda pendapat, berselisih paham. Bahkan sesama teman satu tim di dalam kantor kita juga cenderung bertengkar, miskomunikasi, sulit memahami, bahkan banyak juga yang baperan antar teman. Penyebabnya adalah, karena kita belum tahu "warna dominan" yang ada di dalam diri kita masing-masing. Warna? Warna apa yang saya maksud? DOPE Personality merupakan tes kepribadian yang ditentukan berdasarkan sifat-sifat dan karakteristik dari 4 burung: Merpati (Dove), Burung Hantu (Owl), Burung Merak (Peacock), dan Burung Elang (Eagle).

Jadi karakter yang ada dalam burung-burung ini juga mewakili warna untuk menunjukkan kepribadian seseorang, di mana Dove untuk warna biru, Owl untuk warna hjau, Peacock untuk warna kuning, dan Eagle warna merah.

Adapun makna dari burung-burung tersebut adalah, untuk Dove (Merpati) yang mewakili warna biru ini, sikap mereka adalah orang-orang yang simpati, suka menolong, dan dapat menjadi rekan tim yang baik.

Mereka juga orang yang futuristik, bisa memberikan gambaran sederhana apa yang akan terjadi ke depannya. Orang-orang dengan tipe seperti ini senang diajak ngobrol apa yang akan terjadi ke depannya, dan orang-orang yang seperti ini juga cenderung menghindari risiko.

Tipe Owl (Burung Hantu) yang mewakili warna hijau. Orang-orang yang masuk tipe ini adalah orang-orang yang cenderung berpikir dengan logika, selalu patuh dengan prosedur atau kalau di perusahaan, patuh terhadap SOP (Standard Operasional Perusahaan), orang-orang dengan tipe ini juga cenderung berada "on the right way," termasuk kategori orang yang detail, tapi mereka ini mempunyai kelemahan terlalu banyak pertimbangan dalam berpikir,tidak fleksibel, dan memakan waktu yang lama dalam merencanakan sesuatu hal.

Peacock (Merak) yang mewakili warna kuning, menggambarkan pribadi-pribadi yang optimis yang baik, passionate terhadap yang dikerjakan, dan selalu ceria serta antuasias. Pribadi seperti ini, jika diajak ngobrol tidak suka dengan obrolan yang to do point, mereka lebih suka berbasa-basi dulu, ketawa-ketawa dulu, atau bahasa gaulnya mereka diajak untuk ngopi-ngopi cantik dulu.

Untuk Eagle (Burung Elang) yang mewakili warna merah adalah pribadi-pribadi yang cenderung mandiri, to do point, minim berbasa-basi, tidak fleksibel, dan cenderung mendominasi. Selain itu, Si "Merah" ini juga selalu bertanya mengenai hasil-hasil yang sudah dicapai (berorientasi pada hasil)

Dengan kita memahami berbagai perilaku orang sesuai dengan tipe-tipe warnanya ini, memudahkan kita juga dalam berkomunikasi dengannya, bagaimana kita harus bersikap dengannya, agar sama-sama enak, dan tidak menimbulkan rasa baper, suntuk, badmood terhadap rekan kerja baik rekan kerja satu tim ataupun kepada atasan kita. Karena kadangkala kita pun pasti berselisih pendapat dengan mereka, dan kita melontarkan perkataan "Ih, atasan gue ngomongnya dalem banget deh. Sakit hati gue dengernya." Padahal bukan salah atasannya, mungkin kita yang belum tahu bagaimana seharusnya menyikapi atasan kita tersebut dari "warna" dominan yang ada di dalam dirinya.

Saya adalah orang yang percaya bahwa, kalau kita menjadi orang yang bersikap baik terhadap orang lain serta tulus ikhlas membantu orang lain, maka kita pun nanti akan mendapatkan kebaikan yang sama. Karena orang baik, pasti akan bertemu dengan hal-hal yang baik pula tentunya.

Berbicara mengenai "Service From Heart" bukan hanya berbicara pada pekerjaan yang berhadapan langsung dengan client atau customer, tapi sebenarnya makna "Service From Heart" itu luas sekali. Karena 5 pilar utama dalam "Service From Heart" itu ada 5, yakni:

Help Attitude

Help Attitude di sini adalah jiwa atau keinginan untuk membantu orang lain, walau dalam hal kecil. Berikanlah pertolongan kepada orang yang membutuhkan tanpa memandang statusnya. Karena memberikan pertolongan pun adalah sebagian dari sedekah, sedekah tak harus hanya dalam bentuk uang, bukan?

Empathy

Setiap manusia itu harus punya rasa empati. Maksudnya adalah memposisikan diri kita untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Sederhananya, jika ada teman kita yang datang kepada kita untuk menceritakan segala keluh kesahnya, dengarkan ceritanya. Jangan ketika dia bercerita, kita malah tidak fokus, sibuk main handphone, sibuk ngobrol dengan yang lain. Karena bersikap empati akan memunculkan rasa trust dari orang lain pada diri kita.

Analyze

Untuk Analyze ini berlaku dalam hal pekerjaan. Sebaiknya jika kita punya masalah dengan kerjaan yang datangnya dari customer atau client kita, kita analisis dulu masalahnya apa, jangan grasak-grusuk, tidak teliti. Karena sikap grasak-grusuk itulah yang akan menghancurkan kita juga ke depannya. Misalnya, kita dapat masalah yang sebenarnya kita bisa atasi sendiri, lalu karena kita grasak-grusuk, masalah itu kita adukan ke atasan yang sebenarnya atasan tidak perlu tahu.

Response

Sikap response atau bertanggung jawab, saya rasa semua orang perlu ditanamkan sikap demikian. Tanggung jawab bukan hanya untuk urusan kerjaan di kantor saja, tapi untuk urusan di rumah hal ini perlu diterapkan. Semakin bertambahnya usia, harusnya membuat diri kita semakin menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Totality

Sikap Totality di sini mengandung artian, bahwa kalau kita mau membantu seseorang itu, jangan setengah-setengah. Harus benar-benar totalitas dalam mengerjakannya. Membantu seseorang tidak akan pernah membuatmu rugi, justru ini adalah kunci untuk mendatangkan rezeki lebih banyak lagi.

Semoga dengan ulasan artikel dari saya bermanfaat untuk semua pembaca. Yuk kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya. (DEW)

https://www.kompasiana.com