Ini Dia Fakta Ilmiah Dibalik Shalat Malam

Sabtu, 17 November 2018 | 09:32:37

Ini Dia Fakta Ilmiah Dibalik Shalat Malam

 

 

Ramadhan dikenal bukan hanya sebagai syahrul quran (bulannya quran) dan shiam (puasa) tapi juga terkenal sebagai syahrul qiyam yang memiliki arti berdiri. Kata qiyam di sini bukanlah sembarang berdiri, tapi maksud dari kata ini adalah lebih kepada berdiri menunaikan shalat.

Jadi, di bulan Ramadhan kita tidak hanya dianjurkan berpuasa dan memperbanyak membaca quran. Namun kita juga disarankan untuk memperbanyak menunaikan shalat. Itulah kenapa di bulan ini ada shalat khusus yang hanya ada di Ramadhan dan dilakukan di malam hari, yakni shalat tarawih.

Ngomong-ngomong tentang shalat, tahukah kamu bahwa shalat itu mempunyai beraneka keunikan dan manfaat. Baik ditinjau dari segi ilmiah maupun medis atau kesehatan. Terutama shalat yang dilakukan malam hari seperti shalat tarawih dan tahajud. Mau tahu lebih jauhnya? Yuk simak.

Menurut Prof. Dr. Mohamad Sholeh selaku dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel, Surabaya mengungkapkan dalam riset ilmiahnya tentang shalat -terutama shalat tahajud-, bahwa shalat diyakini dapat mengobati atau mengurangi risiko beragam penyakit, terutama kanker.

Artikel Untuk Kamu: Lekas Lakukan Deteksi Dini Kanker Serviks, Sebelum Rahim Kamu Jadi Tahurannya!

Dalam risetnya tentang shalat tahajud yang berjudul “Penambahan Pergantian Response Ketahanan Badan Imonologik : Satu Pendekatan Psikoneuroimunologi”, Sholeh mengambil 51 siswa SMU Lukmanul Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Dari ke 51 siswa, hanya 23 orang yang bertahan melaksanakan shalat tahajud satu bulan penuh. Kemudian rentang waktu pengujian diperpanjang hingga dua bulan dan hanya tersisa 19 siswa yang bertahan konsisten shalat tahajud.

Usai perlakuan tersebut, akhirnya para siswa melakukan pengukuran kadar hormone kortisol yang diteliti di tiga laboratorium berbeda, Paramita, Prodia dan Klinika, Surabaya. Dari hasil perlakuan dan pengukuran ini, didapatkan kesimpulan bahwa kondisi tubuh mereka yang rajin bertahajud dengan suka rela berbeda jauh dengan yang tidak shalat tahajud. Mereka yang rajin shalat tahajud mempunyai ketahanan tubuh serta kekuatan perorangan untuk menanggulangi masalah yang dihadapi dengan lebih stabil.

Bisa jadi, ini berkaitan erat dengan apa yang dikatakan oleh pakar psikologi William Molton Marstein di majalah “Reader Digest”. William mengungkapkan bahwa kekuatan untuk memusatkan pikiran (konsentrasi atau fokus), umumnya dihadapi oleh tiap-tiap individu dalam kehidupannya. Menurutnya lagi, akal adalah alat yang mempesona serta mempunyai kekuatan yang sangat hebat bila difokuskan di suatu titik.

Di Amerika, dengan menerapkan konsep kekuatan memusatkan pikiran, ada latihan bicara pada satu objek dengan mendatangkan hati dalam tiap-tiap kalimat yang disampaikannya. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan semangat serta kemampuan untuk berkemauan dalam melakukan aktivitas.

Inilah yang dilakukan dalam shalat, memusatkan pikiran dan ‘berbicara’ dengan mendatangkan hati kepada Sang Pencipta, yang tentunya akan berimbas pada motivasi. Tambahan, jika kita kaitkan dengan penelitian Prof. Dr Mohamad Sholeh yang berhubungan dengan hormone kortisol, maka orang yang shalat akan memiliki ketahanan tubuh dalam menanggulangi masalah, emosi lebih stabil.

Luar biasa bukan? Ini semua terjadi saat anda shalat, wabil khusus shalat tahajud atau shalat yang dilakukan pada malam hari. Bukan hanya itu, bahkan ketika anda baru akan shalat dengan mengambil air wudhu, anda sudah melakukan terapi kesehatan pernafasan. Lalu ditambah dengan aneka gerakan shalat yang menyehatkan. Tapi, akan kita bahas dikesempatan kemudian. Nantikan ya..!

https://news.labsatu.com