Ingin Hidup Penuh Berkah dan Rizki Bertambah? Ini Kuncinya!

Jumat, 19 Juli 2019 | 10:01:44

Ingin Hidup Penuh Berkah dan Rizki Bertambah? Ini Kuncinya!

 

Point pertama yang paling mendasar, sebuah kata ringkas, pendek, mudah di amalkan, cuman sayangnya banyak orang yang tidak mau mengamalkan dan dijadikan point nomor 1, karena ini sangat penting, yaitu Bersyukur! Hanya Alhamdulillah! Itu saja. Itu saja !

Sampai ulama salaf diantara para sahabat dan tabi’in, kalau mereka sedang jalan, atau tidak ada aktivitas, sedang duduk, mulutnya hanya berkata dua hal : Alhamdulillah atau Astagfirullah. Dua ini! Bersyukur atau bertaubat, tidak ada yang lain!

Kenapa kita tidak lakukan? Tuhan sang pencipta (Allah) menjanjikan syukur saja “Alhamdulillah”, “saya tambahkan.” Ini kalimat yang sangat sederhana sekali. ini sangat luar biasa, hanya banyak orang tidak melakukan. Bersyukur harus masuk pada hal-hal yang apapun sifatnya. Konsep syukur, kata ulama manusia ada tiga tingkatan.

1. Ada orang yang bobrok sekali

Bobrok ini, tidak pernah besyukur. Cirinya kalau kita bertemu dengan dia dari pertama bertemu, sampai berpisah, semua keluhan. Tidak pernah mengatakan “Alhamdulillah”. Apa lagi mendapatkan cobaan, maka orang inj sudah penuh dengan keluhan, dan ini orang buruk.

2. Orang mukmin (standar)

Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

“Sungguh mengagumkan perkaranya orang beriman, dan itu tidak dimiliki kecuali orang beriman. Kalau diberikan nikmat dia bersyukur, kalu di berikan cobaan dia bersabar”

3. Orang yang luar biasa

Ini kata ulama adalah tingkatan yang spesial, orang yang muhsin, orang yang sampai pada tingkat ihsan, dia diberikan nikmat bersyukur, diberikan cobaan dia juga bersyukur. Ini orang yang luar biasa.

Banyak hal-hal yang mungkin kita anggap itu adalah sebuah cobaan, padahal dia adalah sebuah nikmat. Lapar, haus, cape adalah sebuh nikmat, karena kalau tidak lapar, tidak enak untuk makan, kalau tidak haus, tidak enak kita untuk minum, kalau tidak cape, tidak enak untuk istirahat.

Mulai sekarang ubah hidup kita dengan syukur. Kalau sedang lapar “Alhamdulillah, lapar” kalau sedang haus “Alhamdulillah, haus” kalau cape “Alhamdulillah, cape”, karena memang itu sebuah nikmat.

“Hidup saya hanya bersyukur”

Karena kata kuncinya: Syukur Akan Menambah Nikmat!

Wallahu ‘Alam Bishawab

Penulis Niken Intan Firdaus

https://www.hijaz.id