Hubungan Puasa dengan Kesehatan

Senin, 27 November 2017 | 08:47:03

Hubungan Puasa dengan Kesehatan

 

Kami telah mengadakan konsultasi kepada Dr. Mushthafa Al-Haffar mengenai pengaruh puasa terhadap kesehatan seseorang. Beliau memberikan jawaban sebagai berikut :

“Penyelidikan kedokteran modern telah mengakui manfaat puasa terhadap kesehatan. Sehingga para ahli kedokteran menasehatkan kepada semua orang agar melakukan puasa. Karena, dengan puasa seseorang akan bisa terhindar dari berbagai macam penyakit, baik ketika tua atau muda. Di antara para ahli yang mengatakan anjuran ini ialah Prof. Delore.

Puasa ada kaitan erat dengan pemeliharaan kesehatan tubuh karena puasa dapat mengistirahatkan organ-organ tubuh dari pekerjaannya, sehingga kembali baik seperti semula.

Kehidupan kita sekarang ini dipenuhi dengan kesibukan-kesibukan. Dan hal ini mempunyai pengaruh terhadap selera makan dan kadar makanan yang kita makan. Kalau itu, perut kita terus bekerja tanpa hentinya. Anggota pencernaan pun terus bekerja memproses bahan makanan yang sampai ke dalam perut.

Demikian pula pekerjaan-pekerjaan di kantor akan mengakibatkan banyaknya kadar lemak yang mengendap pada tubuh kita. Terutama sekali pada urat-urat nadi, yang mengakibatkan anggota-anggota tubuh seseorang cepat rapuh.

Kegemukan, penyakit kencing manis, reumatik, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi dan komplikasi-komplikasi terhadap otak, jantung, mata dan ginjal, semua penyakit tersebut dapat dijaga dengan cara puasa.

Seseorang yang melakukan puasa, berarti mengistirahatkan jantung dan menstabilkan cara kerjanya sehingga semua endapan yang membahayakan tubuh dapat dihilangkan.

Puasa juga sangat berfaedah bagi hati dan empedu, karena dapat menghilangkan zat lemak dan dapat menjaga seseorang dari penyakit yang menyerang kedua organ tubuh tersebut. Puasa juga dapat menghindarkan seseorang dari berbagai penyakit kulit. Di antara penyakit kulit yang dapat disembuhkan oleh puasa ialah penyakit eksim, alergi dan bisul.

Puasa berarti mengistirahatkan alat penceraan dan meringankan cara kerjanya. Sehingga perut besar, perut kecil dan usus dua belas jari dapat terhindar dari berbagai macam gangguan yang akan menimpa di masa-masa mendatang”.

Semua itu dihubungkan dengan orang yang bertubuh sehat. Tetapi, bagi orang yang terkena sakit keadaannya berbeda. Untuk itu, Islam telah mengetahui keadaan semacam itu, Allah berfirman:

“Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak puasa) membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan seorang miskin”. (QS. 2 : 184).

Kemudian Dr. Mushthafa Al-Haffar melanjutkan keterangannya mengenai berbagai macam penyakit yang susah penyembuhannya jika penderita berpuasa, di antaranya ialah sebagai berikut :

Penyakit kencing manis; seseorang yang terkena penyakit ini, ia harus makan aneka ragam makanan, di samping memakan obat yang resepnya dari dokter.

Penyakit ginjal; orang yang terkena penyakit ini harus banyak minum air sepanjang siang hari dan di waktu malam.

Penyakit maag; seseorang yang terkena penyakit ini berbahayanya sekali jika melakukan puasa, karena perutnya tidak terisi sepanjang hari. Asam lambung akan bertambah banyak jika lambung sedang mengalami infeksi. Keadaan seperti ini akan menyebabkan terkikisnya dinding lambung, dan akhirnya akan terjadi pendarahan yang amat membahayakan jiwa penderita. Perut akan terasa sakit, dan apabila melakukan puasa ketika perut sedang infeksi, sangatlah membahayakan kesehatan penderita.

Penyakit tekanan darah tinggi. Orang yang terkena penyakit ini diharuskan memakan obat secara teratur di siang hari. Demikian pula seseorang yang kekurangan darah; di waktu menyusui bayi dan penyakit-penyakit lain yang apabila melakukan puasa justru akan membahayakan kesehatan.

 

http://islamiwiki.blogspot.co.id