Halal Haram di sekitar kita

Jumat, 15 Desember 2017 | 08:57:57

Halal Haram di sekitar kita

 

"Perkara halal itu sudah jelas dan perkara haram juga  sudah jelas. Diantara keduanya terdapat perkara syubhat yang tidak diketahui banyak orang... " (Hadist)

"Setiap daging bagian tubuh yang tumbuh dari barang yang haram, maka api nerakalah baginya." (HR At-Tirmidzi)

Masyarakat masih sering salah persepsi dengan makanan yang aman dan sehat. Banyak penjual makanan yang hanya mau ambil untuk besar, padahal makanan yang dijual belum tentu aman.

Anak yang dipaksa makan makanan haram, maka anak akan menjadi nakal.

Penduduk Yogyakarta memiliki penduduk sekitar 3 juta dan lebih dari 80 % adalah muslim, dan membutuhkan kepastian kehalalan makanan, diperlukan sertifikasi dan labelisasi halal. Namun, ternyata banyak penyimpangan didalamnya:

Munculnya label halal palsu (ilegal), pakai daging babi, kambing balap, bebek balap, arak, status bahan (daging, rennet, emulsifier) tidak jelas.

Potensi pencemaran daging garam di wilayah Kota Yogyakarta:

1. Daging sapi dioplos daging babi (B2)

2. Penggilingan daging sapi campur dengan daging babi

3. Daging anjing (B1), tikus, ular, dll.

4. Daging ayam dan sapi bangkai

5. Daging yang diolesi bumbu dengan kuas bulu babi

6. Daging yang tidak disembelih menurut syari'at Islam

7. Daging yang direndam arak sebelum dipanggang

8. Daging impor non-halal dari luar negeri

9. Daging sapi gelonggong

10. Krecek (gudeg, sambal goreng, dll)

11. Daging sampah (rumah makan, hotel, dll)

1. Daging sapi dioplos daging babi

Mengapa kejadian ini banyak terjadi dan dibiarkan terus menerus:

~ Daging babi empuk, seratnya lembut, dan lezaat.. !? Sehingga banyak disukai konsumen (mis, bakmi goreng B2, dll)

~ Banyak tersedia dipasaran dan tersebar dihampir seluruh pasar tradisional.

~ Harga daging babi jauh lebih murah daripada harga sapi.

~ Hati-hati membeli bakso di Malioboro, perbatasan Yogyakarta-Klaten, pinggiran kota, dll.

~ Hati-hati beli bakso, bakmi, sate, sup di Yogyakarta.

Perbedaan daging sapi dan babi,

Lemak babi berwarna kuning krem, lemak sapi susah di teteli, padat.  Daging babi teksturnya empuk . Lemak babi mudah rusak, kadar LDL (lemak jahat) lebih tinggi daripada HDL (lemak baik).

Aromanya sedap sapi, kalau babi aromanya khas daging babi, melur, lembut, kombinasi apek dan pesing, mudah mengalami oksidasi (orang yang mengkonsumsinya mudah/ rentan terkena penyakit kanker).

Kalau sudah matang

1. Aromanya beda, daging sapi harum,sedap. Daging babi enek nggak enak.

2. Kuahnya beda, daging sapi encer; daging babi, kuah kental berminyak, ngelentrek. Jika dimasak daging babi, asapnya banyak, kemutuk.

Hati-hati dengan dendeng dan abon merk-merk berikut:

1. Dendeng/ abon sapi gurih cap kepala sapi (250 g) No. SP 0094/13.06.92 (Produsen: tidak jelas).

2. Abon dendeng sapi cap limas (100 g) No SP 030/11.30/94 (Produsen: Langgeng, Salatiga *produsen fiktif)

3. Abon/ dendeng sapi asli cap A.C.C. (100 g) No SP 030/ 11.30/94 (produsen: tidak diketahui)

4. Dendeng sapi istimewa beef jerky 'lezat' (100 g) No PIRT 201357812877 (produsen: MDC Food, Surabaya-Indonesia)

5. Dendeng daging sapi istimewa No. 1 cap 999 (250 g) No PIRT 201357301067 (Produsen: S. Hendropurnomo, Malang)

Waspadai pula merk: sapi brenggolo, piala mas, dan merk kitiran.

2. Penggilingan daging sapi campur babi

Penggilingan daging babi yang juga menerima (tidak menolak) menggiling daging babi:

- pasar patuk

- pasar beringharjo

- pasar giwangan

Produk masakan (daging) yang berpotensi tercemar babi:

Bakso, batagor, sambal goreng, rolade, sphageti, sosis, lumpia solo, gelantin, burger, tahu bakso, dll.

3. Daging anjing, tikus, ular, dan burung gagak

Di Yogyakarta, sekarang amat sangat banyak warung haram yang jual daging hewan, seperti anjing, tikus, ular, burung gagak, dll.

Istilah yang sering dipakai untuk masakan dengan daging anjing:

1. B1 (spesial B1, sate B1, bakmi B1, dll)

2. Kambing balap, kijang kota

3. Rica-rica scoo be doo

4. Tongseng (seng-su, tongseng jamu, dll)

4. Daging ayam dan sapi bangkai

A. Daging ayam bangkai, banyak di jual di pasar terban.

Ciri-ciri daging ayam bangkai:

1. Harga sangat murah

2. Mudah berbau busuk menyengat

3. Warna daging putih kelabu pekat

4. Tekstur dagingnya cepat rusak

5. Tidak ada bekas sembelihan dileher

Perbedaan ayam sehat, masih hidup ( yang disembelih) dan ayam yang mati (tiren):

Warnanya:  ayam sehat warnanya kuning segar, halus, sendinya lentur, dikelupas kulitnya kelihatan merah segar.

Ayam tiren, warnanya merah tua kecokalatan, porinya melupas ketika dicabut bulunya, warnanya pucat, cepat busuk karena darahnya tidak keluar, dan berbau busuk.

Cara para pedagang agar ayam tiren tidak cepat membusuk/ berbau menyengat dengan mencelup ayam tiren dengan air cucian beras.

Harganya, harga ayam tiren yang masih fresh, harganya sama dengan ayam biasa, namun jika semakin siang, maka harga ayam tiren semakin murah. Dan akan sering dicelup dicucian air beras, karena baunya semakin menyengat.

Lihat lehernya, ayam tiren matinya tidak dengan disembelih; Jika

Ayam masih hidup, maka jaringan hidup, maka daerah disekitar yang disembelih akan kontraksi dan melebar. Kalau sudah mati, jaringan mati, maka jaringan rapi.

B. Daging sapi bangkai

Daging sapi bangkai banyak bersumber dari daerah Segoroyoso, Pleret, Bantul, dan sebagian besar dipasarkan di pasar kranggan.

Ciri-ciri sapi bangkai:

1. Harganya sangat murah

2. Mudah berbau busuk menyengat

3. Warna daging merah tua agak kelabu

4. Tekstur dagingnya cepat rusak

5. Daging yang diolesi bumbu dengan kuas bulu babi

Ternyata banyak restaurant yang menggunakan alat bantu kuas (berbulu babi) untuk mengoleskan bumbu pada permukaan daging.

Dari apakah sebenarnya bulu yang terdapat pada bumbu?

Menurut data BPS: pada periode Januari-Juni 2001. Indonesia mengimpor boar bristle dan pig/ boar hair sejumlah 282.983 kg atau senilai 1.713.309 dolar AS.

"Kuas yang basah (bulu babi) jika digunakan untuk mengolesi makanan yang halal maka makanan tersebut menjadi najis."

Perbedaan kuas bulu babi dan kuas plastik: kuas bulu babi panjang bulunya tidak sama, sedangkan bulu plastik sama panjangnya. Kuas bulu babi, jika dibakar maka akan tercium bau seperti kulit/ bulu yang dibakar, asapnya berwarna putih (karena dari bahan organik), sedangkan kuas plastik asapnya berwarna hitam (karena anorganik)

6. Daging yang tidak disembelih secara (menurut) pedoman syari'at Islam

Daging hewan halal yang tidak disembelih menurut syari'at hukumnya haram.

Syari'at Islam tentang penyembelihan hewan yang sering dilanggar:

1. Tidak dibacakan basmallah atasnya saat disembelih.

2. Hewan tidak disembelih, tapi ditusuk jantungnya.

3. Penyembelihan tidak dilakukan dengan sembelihan yang sempurna (bekas sembelihan sangat sempit/ kecil).

4. Hewan belum mati, tapi sudah dikuliti, direndam (atau ditenggelamkan) pada air mendidih, dll.

Allahua'lam

 

Ahad, 10 Desember 2017/ 21 Rabi'ul Awwal 1439 H

Ustadz Nanung Danardono, S.PT, M.PT, P.HD (Direktur Halal Center Fakt. Peternakan UGM)

Tempat: Masjid Ar-Rahmah, Krapyak, Sidoarum, Godean, Yogyakarta.