Fadhilah Istighfar dan Cara Pelaksanaannya

Jumat, 25 Januari 2019 | 08:56:56

Fadhilah Istighfar dan Cara Pelaksanaannya

 

faedah istighfarFadhilah Istighfar dan cara pelaksanaannya. Sobat darmanto,di hari jum’at yang mulia ini,saya ada catatan yang ingin saya bagikan di blog saya ini.Catatan ini mengenai fadhilah istighfar dan cara pelaksanaannya.Manusia adalah makhluk yang lemah, makany adakalanya ia sering berbuat khilaf dan dosa tanpa disadarinya,namun sebaik baiknya orang yang berbuat dosa adalah yang selalu memohon ampunan atas segala dosa yang ia lakukan.

Salah satu yang harus dilakukan adalah dengan membaca istighfar.Membaca Istighfar merupakan salah satu jalan tuk memohon ampunan_NYA. Istighfar mempunyai kedudukan yang tinggi dalam diri seorang hamba, bahkan allah memadukannya dengan iman ketika berbicara tentang kaum kuffar Mekah Al-Kahf 55:

 

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمْ الْهُدَى وَيَسْتَغْفِرُوا

رَبَّهُمْ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمْ

سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمْ الْعَذَابُ قُبُلًا (الكهف55َ(

 

“Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman,

ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun

kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah

yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab

atas mereka dengan nyata”.

MAKNA ISTIGHFAR

Istighfar dalam pengertian bahasa adalah memohon ampunan

atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan upaya

untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.Hal ini dapat dilakukan

baik dengan perkataan maupun perbuatan, beberapa ulama mengungkapkan

istighfar berasal dari kata “alghafar” yang berarti “as-

satr /menutup” untuk itu dinamakan istighfar karena mengandung ma’na

menutupi sebagaimana firman Allah :

 

وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

(التغابن14)

“Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni

(mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

At-taghabun 14.

Sedangkan dalam alqur’an istighfar mempunyai beberapa pengertian

diantaranya:

1. Al-Islam: Para Ahli Tafsir seperti Mujahid dan `Akramah

mengartikannya demikian berdasarkan pada ayat yang berbunyi:

 

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ

مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

 

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada

di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka,

sedang mereka meminta ampun” Al-Anfal 33.

2. Doa: Ulama yang lain mengartikannya dengan do’a, setiap do’a

yang berisikan permohonan ampunan disebut istigfar,antara do’a dan

istighfar mempunyai kekhususan dan keumuman, Istighfar menjadi

khusus jika dilakukan dengan perbuatan (al-istighfar bil a’maal)

sebagaimana do’a menjadi khusus jika berisikan bukan permohonan

ampunan.

3. Taubat: Banyak diantara kita mengartikan Istighfar dengan

taubat,sperti diatas keduanya mempunyai kekhususan dan

keumuman.Istighfar : Memohon ampunan dan perlindungan dari perbuatan

dosa dimasa lampau. Taubat : Kembali dan memohan perlidungan dari

perbuatan dosa yang sama dimasa yang akan datang.Ibnul Qoyyim

berpendapat Istighfar dua bagian, Istighfar mufrad dan Istighfar

yang diiringi dangan Taubat(maqrun). Pertama seperti ungkapan Nabi

Nuh terhadap kaumnya,

 

َفقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (نوح10 )

 

maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, –

sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun”, Nuh:10. Yang kedua seperti

firman Allah:

وَأَنْ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا

حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى

وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ

عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat

kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan

memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada

waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap

orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu

berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari

kiamat”, Hud: 3.

HUKUM ISTIGHFAR

Istighfar merupakan suatu ibadah yang mulia dan salah satu

cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt,baik hal tersebut untuk

dirinya sendiri maupun untuk orang lain.Bagaimakah kedudukan hukum

Istighfar itu sendiri?

1. Mandub. Hukum istighfar pada asalnya adalah mandub/sunnah, berdasarkan dalil al-Qur’an dalam surat Al-Muzammil 20.

 

وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

“Dalam ayat tersebut terkandung makna mandub/sunnah,karena seseorang

beristighfar bukan hanya karena ia melakukan maksiat/dosa,namun bisa

jadi beristighfar untuk dirinya sendiri,kedua orangtuanya,anak-

anaknya ataupun untuk kaum muslimin baik yang sudah meninggal maupun

yang masih hidup.”

2. Wajib. Istighfar yang dilakuan setelah berbuat dosa,seorang hamba diwajibkan untuk segera beristighfar jika ia berbuat hal yang dilarang oleh Allah Swt.

3. Makruh, Seperti beristighfar dibelakang jenazah,karena memang tidak ada sanadnya dan Rasulullah tidak menganjurkannya,Yang dianjurkannya adalah beristighfar bagi mayit ketika sholat jenazah dan setelah pemakamannya.

4. Haram, Seperti beristighfar untuk orang kafir, Istighfar bagi mereka tidak ada manfaatnya sama sekali,disebabkan oleh kekufuran dan kefasikannya,walaupun ia saudara dekat kita, berdasarkan dalil dalam alqur’an yang berbunyi:

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ

وَلَوْ كَانُوا أُوْلِي قُرْبَى

مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (التوبة113)

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ

إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا

تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ

مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ (التوبة114) ”

 

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman

memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun

orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas

bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni

neraka jahanam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah)

untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah

diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim

bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri

dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut

hatinya lagi penyantun”.At-Taubah 113-114 dan juga dalil lain yang

berbunyi:

 

سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَاسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَنْ

يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ

لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (المنافقون6)

 

“Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu

mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi

petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. al-Munaafiqun 6.

Istighfar merupakan amalan yang mulia dan senantiasa dilakukan oleh para rasul dan waliyullah,berikut beberapa kemulian istighfar :

1. Pujian Allah terhadap Al-Mustaghfirin (mereka yg selalu

beristighfar), Allah Swt memuji mereka sebagaimana termaktub dalam

firmannya:

 

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ (آل عمران

17)

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang

menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di

waktu sahur”Ali-`Imron 17, dan

 

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (الذاريات18)

 

“Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar”Adz

Dzariyaat 18. “Ashar” adalah bentuk plural “Sahr” yang berarti

sepertiga malam,waktu ini dikhususkan dengan istighfar, karena

berdo’a diwaktu tersebut amat sangat mustajab.

 

2. Nabi Muhammad Saw selalu melakukannya, Sebagaimana yang

kita ketahui dari sirahnya Rasulullah selalu melakukan perbuatan

yang terbaik(afdhal) sekaligus juga selalu mudawamah (kontinuitas)

dalam mengerjakannya, Istighfar salah satu amalan yang selalu

dilakukan oleh Rasullullah, Dalam hadist Rasullullah bersabda: Demi

Allah Aku beristighfar dan bertaubat kepada-NYA seratus kali dalam

sehari. HR. Bukhari. Jika Rasullulah Saw yang ma’shum dan dosanya

sudah diampuni baik dimasa lalu maupun di masa akan datang selalu

beristighfar seratus kali dalam sehari, bagaimana dengan kita….?

 

3. Istighfar merupakan syiar para Anbiyaullah,tidak ada

seorang nabipun yang tidak beristighfar dan selalu mengajak umatnya

untuk beristighfar, Nabi Adam As dan Siti Hawa beristighfar atas

dosa yang telah mereka perbuat, Firman Allah Surat Al-`Araf 23:

Keduanya berkata:

 

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا

لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ

(الأعراف23)

 

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika

Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya

pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.

 

4. Istighfar merupakan asas ubudiyah,Ketika seorang hamba

beristighfar ia akan merasakan betapa hina dan rendah dirinya, akan

selalu merasakan bahwasanya ia tidaklah ada apa-apanya disbanding

Sang Khalik dan amat sangat membutuhkan-NYA dalam mengarungi bahtera

kehidupan. Maka dianjurkan dalam beristighfar untuk merendahkan

diri, ikhlas kepada-NYA dan tentunya istighfar tersebut tidak hanya

sekedar terucap dengan bibir saja namun hatipun harus digerakkan.

 

5. Dalam Istighfar ada maslahah yang tidak diketahui oleh seorang hamba,para ulama salaf berkata, dosa seorang hamba bisa membawanya kesurga,dan amal seorang hamba bisa membawanya ke neraka, mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ketika seorang hamba berbuat dosa,setiapkali mengingatnya ia menangis,menyesal dan akhirnya bertobat dan beristighfar,tunduk kepada-NYA berusaha melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut,maka ia akan mendapatkan rahmat-NYA dan masuk surga,sebaliknya ketika ia berbuat baik,kemudian riya’,sombong,ta’jub atas pujian orang kepadanya,maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk neraka.

 

Tanda-tanda kebahagian adalah menjadikan perbuatan baik berada dibelkang punggungya dan perbuatan dosa didepan pelupuk mata sebaliknya tanda-tanda kesengsaraan adalah menjadikan perbuatan baik

dipelupuk mata dan kejelekannya dibelakang punggungnya. Alangkah beruntungnya seseorang yang sibuk dengan aibnya sendiri dan memperbaikinya serta melupakan aib orang lain.

 

BENTUK ISTIGHFAR

Istighfar mempunyai beberapa shighah/bentuk,setiap shighah

yang dipakai akan mendapatkan pahala,shighah tersebut diantaranya

adalah:

1. اللهم أنت ربي لاإله إلا أنت خلقتني, وأنا عبدك,وأنا علي عهدك

ووعدك مااستطعت, أعوذبك من شر ماصنعت,أبوء بنعمتك علي, وأبوء

بذنبي,فاغفرلي, فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت

2. أستغفرالله الذي لاإله إلا هو وأتوب إليه

3. رب اغفرلي وتب علي إنك أنت التواب الرحيم

4. سبحان الله و بحمده و أتوب إليه

5. أستغفرالله, أستغفرالله

6. اللهم اغفرلي

7. غفرانك,غفرانك

8. أستغفرالله الذي لاإله إلاهو الحي القيوم, وأتوب إليه

Jika diperuntukkan untuk orang lain :

9. رب اغفرلي ولوالدي, ربنااغفرلنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان

ولا تجعل في قلوبناغلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم

 

FAEDAH ISTIGHFAR

Istighfar mempunyai banyak faedah baik didunia maupun di akhirat,faedah tersebut ada yang memang langsung kita rasakan dan ada juga yang diakhirkan oleh Allah SWT sampai hari kiamat, diantaranya:

 

1. Menghapus dosa,Istighfar menghapus dosa sebagimana api

membakar kayu baker,yang dimaksud disini adalah istighfar dalam

artian taubat.Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang mengerjakan

kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada

Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha

Penyayang”An-Nisa 110

 

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرْ اللَّهَ يَجِدْ

اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

(النساء110)

 

Dalam hadist qudsi allah berfirman : “Wahai Hamba-hamba-

KU,Sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa mala dan siang , dan AKU

mengampuni semuanya,jika kalian mohon ampunan kepada-KU,Aku akan

mengampuni”

 

2. Akan mendapatkan rasa aman dari azab baik secar khusus

maupun umum,Istighfar mengangkat azab bagi umat baik individu maupun

kolektif,yang disebakan oleh dosa yang dilakukan,jika beristighfar

dan beriman, Allah akan mengnampuninya, sesuai firman Allah SWT:

 

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ

مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

(الأنفال33)

 

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada

di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka,

sedang mereka meminta ampun “, al-Anfal:33

 

3. Kenikmatan yang baik, Allah akan memberikan kehidupan yang

lebih baik bagi mereka yang selalu beristighfar,mereka mendapatkan

rasa aman, damai dan ketenangan jiwa,Allah berfirman:

 

وَأَنْ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا

حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ

كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ

يَوْمٍ كَبِيرٍ (هود3)

 

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat

kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan

memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada

waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap

orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu

berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari

kiamat”. Huud:3

 

4. Istighfar sebab turunnya hujan,salah satu sebab turunnya

hujan adalah banyaknya kita beristighfar, Allah berfirman:

 

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (نوح10) يُرْسِلْ

السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

(نوح11)

 

maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, –

sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan

hujan kepadamu dengan lebat”, Nuh:10-11

 

5. Istighfar sebab bertambahnya kekuatan,Istighfar mampu

menyuntikkan kekuatan bagi jasmani dan rohani,dan dengannya mampu

menanggung beban,Allah berfirman:

 

وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلْ السَّمَاءَ

عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ

قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ (هود52)

 

Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu

bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat

deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu,

dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” Hud :52

 

6. Menghilangkan kesusahan dan memudahkan rezeki,dengan

istighfar segala keluh kesah akan sirna dan rezeki akan datang

secara tak terduga,sebagaimana Sabda Rasulullah: Barang siapa yang

selalu beristighfar,maka Allah akan menjadikan keluhkesah

kegembiaran,kesempitan menjadi keleluasaan HR.Ahmad & Abu Daud.

Banyak faedah yang didapatkan dari istighfar, tentunya semakin

sering kita beristighfar semakin dekat kita kepada Sang Khalik,hal

tersebut hendaknya dilakukan secara mudawamah terus menerus tanpa

henti.Sesungguhnya kita adalah makhluk yang lemah kita membutuhkan

istighfar sebagaimana makan dan minum.Istighfar melepaskan hamba

dari perbuatan yang makruh menjadi mahbub (yang dicintai),yang

kurang menjadi lebih sempurna,mengangkatnya ke derajat yang lebih

tinggi/sempurna. Wallahu a’lam.Semoga catatan ini bermanfaat.

 

Sumber:http://arcapasa3.blogspot.com/2009/10/fadilah-istighfar-tata-caranya.html

https://www.darmanto.com