DZIKIR HAUQALAH

Selasa, 18 September 2018 | 10:39:58

DZIKIR HAUQALAH

 

 

PASRAH DIRI KEPADA ALLAH SWT ?

 

يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ أَوْ قَالَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَلِمَةٍ هِيَ كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

 

"Wahai Abdullah bin Qais (nama Abu Musa), ucapkan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Sesungguhnya itu adalah salah satu kekayaan yang tersimpan di surga." Atau beliau mengatakan: "Tidakkah kamu mau aku tunjuki salah satu harta simpanan di surga? Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW bersabda  “Siapa yang mengucapkan La Haula Wala Quwwata illa billahi, maka ia akan menjadi obat kepada 99 penyakit. Yang paling ringan adalah kekalutan”. (Hadis Riwayat Tabrani)

Muqaddimah

Zikir salah satu sebab utama yang mendekatkan hamba kepada Allah. Bahkan Allah mengabarkan, Dia akan bersama hamba-Nya selama hamba tersebut mengingat-Nya dan bibirnya bergerak dalam zikirnya. Salah satu zikir yang masyru' untuk dibaca dalam keadaan tertentu dan diperbanyak secara mutlak adalah hauqalah.

Mungkin sebagian kita bertanya-tanya, apa itu hauqalah? Hauqalah adalah bacaaan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Maknanya, tidak ada daya dan kekuatan untuk berusaha kecuali dengan kehendak dan izin Allah.

Imam Ahmad dalam Musnadnya meriwayatkan hadits yang dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

 

أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ

 

"Perbanyaklah membaca Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah, karena sesungguhnya adalah salah satu harta simpanan di surga."

Ucapan itu dinamakan "Hauqalah". Apabila kita ditimpa sesuatu yang kita tidak sukai dan penyerahan diri kepada Allah, perbanyakkan menyebut "hauqalah".

Keutamaan Hauqalah ?

Tentang keutamaan kalimat ini, banyak hadits diriwayatkan. Nabi saw yang mulia bersabda:

“Maukah aku tunjukkan kepadamu sebuah kalimat yang berasal dari bawah ‘Arsy dari pusaka surga? Katakanlah olehmu: لا حول ولا قوة إلا بالله ‘tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan kekuasaan Allah’, niscaya Allah akan mengatakan, ‘hambaKu telah menyerahkan dirinya dan meminta perlindungan.”

(HR Al-Hakim dari Abu Hurairah r.a)

“Tidak ada seorang pun diatas bumi ini yang mengatakan :

لا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله

‘tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kekuasaan Allah’ kecuali akan dihapuskan segala kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan.”

(HR Ahmad dan At-Tirmidzi dari Ibn ‘Umar r.a)

“Perbanyaklah al-baaqiyaat al-shaalihaat, yaitu tasbih, tahlil, tahmid, takbir, dan laa haula wa laa quwwata illa billah.”

(HR Ahmad, Ibn Hibban dan Al-Hakim dari Abu Sa’id r.a)

Begitu juga hadis daripada Abu Musa radhiallahu’anhu, beliau berkata:

‘Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepadaku: “Maukah aku tunjukkan salah satu perbendaharaan dari perbendaharaan syurga? Saya menjawab: “Mau ya Rasulullah". Kemudian Baginda bersabda: "La haula wala quwwata illa billah.”’

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

“Siapa yang mengucapkan 'La Haula Wala Quwwata illa billahi,' maka ia akan menjadi obat kepada 99 penyakit. Yang paling ringan adalah kebimbangan”

(Hadis Riwayat Tabrani)

Imam a-Nawawi berkata:

“La haula wa la quwwata illa billah”, itulah kalimah yang digunakan untuk menyerah diri dan menyatakan bahwa kita tidak mempunyai hak untuk memiliki sesuatu urusan. Ia kalimah yang menyatakan bahawa seseorang hamba tiada mempunyai daya upaya untuk menolak sesuatu kejahatan (kemudaratan) dan tiada mempunyai daya kekuatan untuk mendatangkan kebaikan kepada dirinya melainkan dengan kudrat iradat Allah subhnahu wa ta’ala juga."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' Fatawanya (13/321) berkata,

 

وقول ” لا حول ولا قوة إلا بالله ” يوجب الإعانة ؛ ولهذا سنها النبي صلى الله عليه وسلم إذا قال المؤذن : ” حي على الصلاة . فيقول : المجيب : لا حول ولا قوة إلا بالله فإذا قال : حي على الفلاح قال المجيب : لا حول ولا قوة إلا بالله

 

"Ucapan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah, memberikan konsekuensi “i’anah” (bantuan). Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam  memberikan contoh jika muadzzin mengucapkan “Hayya ‘Alaa al-Shalaah”, maka dijawab, ‘Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah’, jika muadzzin mengucapkan, "Hayya ‘Alaa al-Falaah", dijawab’ Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah’ (minta bantuan kepada Allah Agar bisa melaksanakannya,-pent)."

Ringkasnya, siapa yang menginginkan punya pahala yang istimewa di surga dengan jumlah yang banyak hendaknya memperbanyak membaca zikir yang agung ini, Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Khususnya pada moment tertentu seperti menjawab adzan saat mu'adzin mengucapkan Hayya ‘Alaa al-Shalaahdan Hayya ‘Alaa al-Falaa, dalam perjalanan, dibaca saat sakit, saat mengerjakan pekerjaan berat dan sulit sebagai sarana untuk meminta pertolongan kepada Allah Ta'ala. Wallahu A'lam.

Begitu juga hadis riwayat Abu Daud menyebut bahawa Rasulullah SAW berdoa: “Allahuamma Inni a’uuzu bika minal hammi wal hazan, wa ‘auuzhubika minal ‘ajzhi wal kasal, wa’auuzhu bika minal Jubni wal-Bukhl, wa’uuzhubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal (yang bermaksud: “Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu daripada penyakit gelisah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu daripada penyakit lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada pengecut dan bakhil dan aku berlindung kepada-Mu daripada timbunan hutang dan penindasan orang.”

Apa yang penting pada hadis berkenaan ialah untuk menyatakan kelebihan dan manfaat besar kepada orang yang banyak menyebut ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah’. Maksudnya tiada daya dan kekuatan (untuk menolak sesuatu kemudaratan dan mendatangkan suatu yang manfaat) selain Allah SWT.

Daripada Ibnu Mas’ud beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda: Wahai Muaz, adakah kamu tahu tafsir (maksud) La haula wala quwwata illa billah? Muaz menjawab: Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Rasulullah SAW bersabda: La haula (tiada daya) dari menghindari maksiat kepada Allah melainkan dengan kekuatan Allah, wala quwwata (tiada kekuatan) atas mentaati Allah melainkan dengan pertolongan Allah SWT. Kemudian Rasulullah SAW menepuk bahu Muaz dan Baginda bersabda: “Demikianlah yang diberitahu oleh kekasihku Jibril daripada Tuhan.”

Ikhtitam

Ucapan itu dinamakan Hauqalah. Apabila kita ditimpa sesuatu yang kita tidak sukai, banyakkan menyebut hauqalah.  Imam a-Nawawi berkata: “La haula wa la quwwata illa billah”, itulah kalimah yang digunakan untuk menyerah diri dan menyatakan bahawa kita tidak mempunyai hak untuk memiliki sesuatu urusan. Ia kalimah yang menyatakan bahawa seseorang hamba tiada mempunyai daya upaya untuk menolak sesuatu kejahatan (kemudaratan) dan tiada mempunyai daya kekuatan untuk mendatangkan kebaikan kepada dirinya melainkan dengan kudrat iradat Allah SWT juga.

 

اللهم لك الحمد ومنك الفرج واليك المشتكى وبك المستعان و لاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم

 

Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Segala Solusi dari-Mu, Semua pengaduan hanya kepada-Mu, dan Semua pertolongan hanya dengan-Mu. Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Agung. ( Kifayatul Atqiya` hal. 120 ).

 

Sumber:1.Al-Qur’an Hadits 2.http://www.ahmad-sanusi-husain.com 3.http://www.voa-islam.com 4.http://laillanm.blogspot.com

http://keluargaumarfauzi.blogspot.com