Doa Ketika Mengalami Kesedihan dan Kesulitan

Kamis, 6 Desember 2018 | 08:49:08

Doa Ketika Mengalami Kesedihan dan Kesulitan

 

 

1. Doa Ketika Sedih, Gundah Atau Galau

 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ

 

Allaahumma innii 'abduka, wabnu 'abdika, wabnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, 'adlun fiyya qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahu fii kitaabika, au 'allamtahu ahadan min kholqika, awista'tsarta bihi fii 'ilmil ghoibi 'indaka, an taj'alal qur-aana robii'a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii.

Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam), dan anak hamba perempuanMu (Hawa), ubun-ubunku berada di tanganMu, hukumMu berlaku terhadap diriku, dan ketetapanMu adil pada diriku. Aku memohon kepadaMu dengan segala Nama yang menjadi milikMu, yang Engkau namai diriMu dengannya, atau yang Engkau turunkan di dalam kitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisiMu, maka aku mohon dengan itu agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, pelipur kesedihanku, dan penghilang bagi kesusahanku.

HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.

2. Doa Ketika Mengalami Kesulitan 1

 

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

 

Allahumma laa sahla illaa maa ja'altahu sahlan, wa anta taj'alul hazna idzaa syi'ta sahlan.

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.

HR. Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya no. 2427 (Mawaarid), Ibnus Sunni no. 351. Al-Hafizh berkata: Hadits di atas sahih, dan dinyatakan shahih pula oleh Abdul Qadir Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi, h. 106.

3. Doa Ketika Mengalami Kesulitan 2

 

اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

 

Allaahumma rohmataka arjuu, falaa takilnii ilaa nafsii thorfata 'ain, wa ashlih lii sya'nii kullah, laa ilaaha illaa anta.

Ya Allah, rahmatMu yang aku harapkan, maka jangan Engkau serahkan urusanku kepada diriku meskipun sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.

HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42. Menurut pendapat Al-Albani, hadits di atas adalah hasan dalam Shahih Abu Dawud 3/959.

Keterangan:

Dari Abu Bakrah radhiallallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Doa ketika kepepet: (doa di atas).

Makna "jangan Engkau serahkan urusanku kepada diriku": jangan Engkau biarkan aku, tidak diberi petunjuk, tidak diperhatikan, tidak direspons doa dan aduhannya.

4. Doa Ketika Mengalami Kesulitan 3 (Doa Nabi Yunus)

 

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

 

Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh-zhoolimiin.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.

HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim. Menurut pendapatnya yang disetujui oleh Adz-Dzahabi: Hadits tersebut adalah shahih 1/505, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/168.

Hadis selengkapnya:

Dari Sa'd radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Doa Dzun Nun (Nabi Yunus), yang beliau lantunkan ketika di perut ikan: (doa di atas). Tidaklah doa ini dibaca oleh seorang muslim dalam setiap kejadian apapun, kecuali Allah akan mengijabahinya.

Keterangan:

• Nabi Yunus diberi gelar Dzun Nun, karena beliau pernah ditelan ikan. Nun artinya ikan.

• Doa ini dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang dalam keadaan terjepit, butuh bantuan Allah, dst.

• Doa ini memiliki keutamaan yang besar karena:

• Mengandung pengakuan terhadap keesaan Allah dan pengakuan bahwa Allah Dzat yang Maha Suci.

• Pengakuan bahwa dirinya adalah orang zhalim, yang telah menganiaya dirinya sendiri, bukan Allah yang zhalim.

• Doa ini tidak berisi permintaan, tapi murni pujian untuk Allah dan pengakuan terhadap dosa dan kezhalimannya. Karena orang yang membacanya disertai rasa malu kepada Allah, sehingga tidak mengungkapkan permintaannya, meskipun dia mengakui bahwa Allah Maha Pemurah, yang Kuasa dan murah untuk memberikan apa yang diinginkan hamba.

Allahu a'lam.

5. Doa Ketika Mengalami Kesulitan 4

 

اَللَّهُ اللَّهُ رَبِّي، لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

 

Allaah allaah robbii, laa usyriku bihi syai-an.

Allah, Allah adalah Tuhanku. Aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.

HR. Abu Dawud 2/87 dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/335.

Hadis selengkapnya:

Dari Asma binti Umais, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajariku kalimat, yang seharusnya aku baca ketika genting: (doa di atas).

6. Doa Ketika Mengalami Kesulitan 5

 

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

 

Laa ilaaha illallaahul 'azhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu robbul 'arsyil 'azhim, laa ilaaha illallaahu robbus-samaawaati wa robbul ardhi wa robbul 'arsyil kariim.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Agung dan Maha Lembut. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan yang menguasai arasy, yang Maha Agung. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi. Tuhan Yang menguasai arasy, lagi Maha Mulia.

HR. Al-Bukhari 7/154 dan Muslim 4/2092.

Hadis selengkapnya:

Dari Ibnu Abbas radliallahu 'anhuma, beliau menceritakan: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika suasana genting, beliau membaca: (doa di atas).

Dalam riwayat Muslim dinyatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jika ada perkara penting, beliau mengucapkan: (doa di atas).

http://amperamuh.blogspot.com