Dahsyatnya Keutamaan Menjaga Wudhu

Kamis, 13 September 2018 | 09:25:44

Dahsyatnya Keutamaan Menjaga Wudhu

 

Dalam risalahnya, Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah menjelaskan tentang faidah dan keutamaan dibalik syariat wudhu. Beliau mengatakan bahwa banyak maslahat bagi umat manusia dibalik perintah berwudhu. Ketika seseorang membasuh tangannya ketika berwudhu maka gugurlah dosa-dosa yang diperbuat oleh kedua tangannya. Ketika ia membasuh wajahnya maka sirnalah dosa yang diakibatkan oleh penglihatan matanya. Ketika membasuh kedua kakinya, lenyaplah dosa yang diakibatkan oleh langkah kakinya. Bila ia menutup wudhunya dengan berdo’a asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu annaa muhammadun Rasulullah maka Allah bukakan baginya pintu-pintu sorga. Kalau keutamaan wudhu sedemikian dahsyatnya, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat, zakat, puasa dan lain sebagainya. Pendek kata, apa yang disariatkan Allah bagi manusia, pasti terkandung hikmah yang besar dan luar biasa.

SELALU MENJAGA WUDHU ADALAH CIRI SEORANG MUKMIN

 

عنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةَ وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ

 

Dari Tsauban ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Beristiqamahlah kalian, dan sekali-kali kalian tidak akan dapat menghitungnya. Dan beramallah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin.” (HR. Ibnu Majah)

Diantara keutamaan yang Allah berikan kepada umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa mereka kelak akan dibangkitkan dengan anggota-anggota wudhu yang berseri-seri dan bersinar karena wudhu dan hal ini tidak diberikan oleh Allah kepada umat yang lain. Ibnu Abbas meriwayatkan hadits dari Hurairah Radhiyallohu ‘anhuma;

 

تَرِدُونَ عَلَيَّ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ سِيمَاءُ أُمَّتِي لَيْسَ لِأَحَدٍ غَيْرِهَا

 

“Diperlihatkan kepadaku wajah-wajah dan kedua tangan serta kaki yang putih bersinar karena wudhu, sebagai tanda-tanda dari umatku, dan tidak ada yang seeprti itu selain dari umatku”

SELALU MENJAGA WUDHU MERUPAKAN AMAL SHALIH

Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah pernah ditanya tentang keutamaan yang akan didapatkan seorang mukmin ketika ia selalu berwudhu setiap kali berhadats. Beliau menjawab, ‘seorang mukmin yang setiap kali berhadats lalu ia berwudhu maka ia selalu dalam keadaan suci dan ini termasuk amal shalih. Karena bisa saja ia berdzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, maka ia berdzikir kepada Allah dalam keadaan suci. Atau mungkin saja ia hendak shalat namun tidak dijumpai air untuk berwudhu, maka dengan demikian ia sudah siap untuk melakukan sholat karena ia masih dalam keadaan suci. Yang jelas, dalam menjaga wudhu  terdapat keutamaan yang besar’ (Majmu’ fatawa lissyaikh Utsaimin)

DAHSYATNYA SHOLAT SUNNAH WUDHU

Satu lagi, sholat dua reka’at setelah berwudhu. Yah, diantara sunnah Nabi kita adalah sholat sunnah dua reka’at seusai wudhu. Beliau bahkan bersabda;

 

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 

“Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini lalu ia melaksanakan sholat dua reka’at dan tidak berkata-kata (tentang urusan dunia) setelah itu, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Muslim)

Bilangannya hanya dua reka’at, namun ia mampu melunturkan dosa-dosa yang telah terjadi di masa lalu. Bahkan pada suatu ketika -seusai peristiwa Isra’ dan Mi’raj-  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Sahabat Bilal bin Rabah;

 

يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

 

“Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang paling utama yang sudah kamu amalkan dalam Islam, sebab aku mendengar di hadapanku suara sandalmu dalam surga”. Bilal berkata; “Tidak ada amal yang utama yang aku sudah amalkan kecuali bahwa jika aku bersuci (berwudhu’) pada suatu kesempatan malam ataupun siang melainkan aku selalu shalat dengan wudhu’ tersebut disamping shalat wajib” (HR. Bukhari)

Namun barangsiapa yang selesai berwudhu, dan dia langsung mengerjakan sholat tahiyyatul masjid dua reka’at, atau shalat sunnah qobliyah dhuhur, atau qobliyah subuh maka itu pun sudah dinilai sebagai sholat sunnah wudhu, demikian menurut keterangan para ulama.

KEUTAMAAN TIDUR DALAM KEADAAN SUCI

Di dalam kitab Azzuhd, Ibnu Almubarok meriwayatkan sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam

 

 مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا، قَالَ الْمَلَكُ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

 

“Barangsiapa yang tidur malam dalam keadaan suci maka malaikat pun bermalam bersamanya di dalam selimutnya. Dan tidaklah ia terbangun melainkan malaikat itu berdo’a, ‘Ya Allah, ampunilah hambamu Fulan, karena ia tidur dalam keadaan suci”

Tidak cukup sampai disitu, orang-orang yang tidur dalam keadaan suci (menjaga wudhu) maka ia diberi doa yang mustajab oleh Allah ketika ia terbangun. Hadits Mu’adz bin Jabal menerangkan hal tersebut, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبِيتُ عَلَى ذِكْرٍ طَاهِرًا فَيَتَعَارُّ مِنْ اللَّيْلِ  فَيَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

 

“Tidaklah seorang muslim tidur malam dengan berdzikir dan dalam keadaan suci, lalu ia terbangun pada malam harinya, kemudian ia memohon kepada Allah untuk kebaikan dunia dan akhiratnya melainkan Allah pasti akan mengabulkan permohonannya” (HR. Abu Dawud)

Semoga kita bisa istiqomah menjaga diri agar selalu dalam keadaan suci dan berwudhu setiap kali berhadast agar setiap waktu dan hari kita lalui dengan penuh keberkahan.

http://imronmahmud.com