Dahsyatnya Istighfar yang Semula Miskin Berubah Jauh Membaik

Rabu, 23 Januari 2019 | 09:09:29

Dahsyatnya Istighfar yang Semula Miskin Berubah Jauh Membaik

 

Seorang lelaki datang kepada Imam Hasan al-Basri mengadukan Istrinya yang 7 tahun belum juga hamil. Dia minta nasehat dan amalan dari sang Imam. Imam Hasan al-Basri menasehatinya untuk memperbanyak Istighfar. Setahun kemudian orang ini datang dan mengabarkan bahwa istrinya sudah melahirkan.

Di kesempatan lain, Seorang yang hidupnya miskin datang ke Imam Hasan mengadukan kemiskinan yang sudah dijalaninya sekian lama. Dia pun meminta nasehat Imam. Imam Hasan al-Basri menasehatinya dengan kalimat pendek,

“Beristighfarlah dan perbanyak istighfar.”

Selang beberapa waktu,orang ini datang dengan kabar bahwa kehidupannya sudah jauh membaik.

Di kesempatan lain lagi, sekumpulan petani datang mengadukan cuaca yang lama tidak turun hujan sehingga mengkhawatirkan hasil panen gagal. Imam Hasan menyuruh mereka,

“Banyak-banyaklah beristighfar.”

Kenapa Harus Istigfar

Di hadapan jamaah Shalat Dhuhur Masjid Daaruttaqwa, Wisma Antara, Jakarta, DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA menjelaskan, Istighfar adalah permintaan ampun dari seorang hamba kepada Tuhannya. Manusia diciptakan untuk menyembah Allah.

Untuk itu, segala kepentingan untuk Manusia sudah dipersiapkan Allah, termasuk aturan mainnya. Selain unsur positif dan mengasyikkan, manusia juga diberi ujian untuk mengklasifikasikan mereka menjadi: PATUH atau TIDAK.

Sayang, manusia sering hilaf, sering tergoda, sering lalai akan aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Seharusnya, manusia dihukum dengan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, namun Allah menunda hukuman itu sampai di alam akhirat.

Sebelum batas akhir, manusia diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dengan kembali memenuhi aturan main yang berlaku. Langkah awal perbaikan diri, ia menekankan perlunya pendekatan diri, permohonan, dan pengaduan, yang disebut Istighfar.

Perubahan Pasca Istigfar

Ketika istighfar itu dilakukan oleh seorang hamba, dan Allah menerima permohonan maaf orang tersebut, maka status orang itu pun berubah. Dari orang yang kotor, menjadi bersih. Dari orang yang banyak dosa, menjadi orang yang tidak berdosa lagi, atua tinggal sedikit dosanya. Dari orang yang Allah kurang sayang, menjadi kekasih Allah. Dari orang yang dijauhi Allah, menjadi orang yang dekat dengan Allah. Dari orang yang suaranya tidak didengar Allah, menjadi orang yang suaranya dirindukan Allah.

Manfaat Istigfar dalam Hadis

Ada tiga manfaat istigfar. Pertama, dari Sa’ad ra, Rasulullah saw bersabda: Doanya yang dipanjatkan Dzin Nun ketika dalam perut ikan paus:

 

لاَ إِلَهَإِلاَّأَنْتَ، سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِيَ

 

(Tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim).

Maka sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa ini dalam sebuah hajat kecuali Allah akan mengabulkannya.(Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Tirmizi (hadis no. 3427) dan Ahmad (hadis no. 1383)

Beberapa Hadis di bawah ini menunjukkan manfaat Istighfar secara Imanis, ekonomis, Psikologis. Hadis-hadis dimaksud antara lain:

Kedua, dari Ibn Abbas ra, Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang selalu beristighfar, maka Allah akan berikan untuknya solusi setiap menemui masalah, dan jalan keluar untuk setiap kali menemui kesempitan, dan Allah akan memberikannya rezeki dari jalan yang tidak diduga-duga.”(Hadis sahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (hadis no. 1297), Ibn Majah (hadis no. 3809) dan al-Hakim (hadis no.). Al-Hakim berkata: Hadis ini sanadnya sahih.)

Ketiga,dari Syidad ibn Aws ra, Rasulullah saw bersabda:

“Istighfar yang paling utama adalah

 

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَإِلاَّأَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ

أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي،

فَإِنَّهُلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ.

 

(Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, aku berada dalam janji-Mu dansemampuku. Aku berlindung kapada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat, aku mengakui kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku, dan aku mengaku kepada-Mu dosa-dosaku maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau).

Rasulullah saw meneruskan sabdanya:

“Dan barangsiapa mengucapkan doa tersebut pada siang hari dengan penuh keyakinan, lalu dia meninggal pada hari itu sebelum malam tiba, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa yang menyebutkannya pada malam hari dengan penuh keyakinan lalu dia meninggal sebelum pagi tiba, maka dia termasuk penghuni surga.”

Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (hadis no. 5831 dan 5848) dan al-Tirmizi (hadis no. 3315), al-Nasa’i (hadis no. 5427) dan Ahmad (hadis no. 16488 dan 16508).

Lebih lanjut Lutfi mengatakan, Allah adalah Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan. Allah adalah Tuhan yang punya kemampuan tidak terbatas, dan tidak bisa dibatas-batasi. Allah adalah Tuhan yang senang kalau dideketi, senang kalau hambanya memohon, senang kalau dijadikan sandaran hidup.

Allah juga sudah berjanji: Yang datang akan diterima, yang mendekat akan didekati, yang minta akan dikashi, yang minta perlindungan akan dilindungi. Allah adalah Tuhan dengan komitmen sangat tinggi, tidak pernah bohong, dan tidak pernah ingkar janji.

Kesimpulan

Dari paparan ini, dapat disimpulkan manfaat-manfaat Istighfar:

Manfaat Imanis:

Diampuni dosa-dosanya dan dijamin masuk surga

Manfaat Ekonomis:

Diluaskan rezkinya, diturunkan hujan, disuburkan sawah, dan dialirkan air ke sungai-sungai.

Manfaat Psikologis:

Dilapangkan dadanya, diberikan anak, dan diberikan jodoh.

https://www.kompasiana.com