BERHAJI : MUDIK KE RUMAH ALLAH

Selasa, 15 Agustus 2017 | 09:49:11

BERHAJI : MUDIK KE RUMAH ALLAH

Wa Atimul hajjaa wal umrota lillah

Dan sempurnakanlah ibadah hji dsn umrah karena Allah. (QS al baqarah/2 196)

Wa lillahi ‘alannaasi hijjul baiti manistathaa’a ilaihi sabiilaa

Mengerjakan ibadah haji ke sana merupakan kewajiban manusia kepada allah –barang siapa mampu ke sana (QS Ali Imran/3 97)

wa idz bawanaa li Ibraahiima mankaanal baiti an laa tusyrik bii syaiaa wa thahir baitiya lithaaifiina wal qaaimiina war rukais sujuud (26) wa adzin fiin naasi bil hajji yatuuka rijaalan wa ‘ala kulli dhaamirin yatiina min kulli fajjiin ‘amiiq (27) liyasyhaduu manaafialahum wa yadzkuruu ismallaahi fii ayyami ma’luumaati ‘alaa kulli maa razaqahum min bahiimatil an aamii , fakuluu minhaa wa ‘athiuu baaisal fakir (28) tsumma layaqdhuu tafatsahum wal yuufuu nudzuurahum wal yathuufuu bil baitil ‘atiiq(29)

26. Ingatlah ketika kami memberikantempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan) ‘janganlah kamu mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang – orang yang thawaf, orang – orang yang beribadah, dan orang - oarng yangruku’ dan  sujud.

27. Berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya meraka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai onta yang kurus yang datang dari seganap penjuru yang  jauh.

28. supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah di tentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak, maka  makanlah sebagian darinya dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan orang – orang yang sengsara dan fakir

29. Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nadzar – nadzar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu, Baitullah (QS Al Baqarah 26-29)

“Wahai Tuhan kami restuilah kami dan anak cucu kami manusia yang ikhlas berbuat demi engkau. Ajarkanlah kepada kami tata cara ibadah kami di Rumah Suci ini. Terimalah tobat kami jika kami lalai dan bersalah. Sungguh engkau Maha Menerima Tobat dan Maha Menganpuni dosa dengan karunia dan Rahmat-Mu” (QS Al Baqarah /2 128)

                ‘ Wahai Tuhan Kami utuslah Seorang Rasul Dari keturunan dan kmerabat kami yang mengajarkan kitab suci yang diyahyukan kepadanya, ilmu pengetahuan, hokum – hokum yang kokoh, dan mensicikan mereka dari perilaku buruk, engkau Maha Menguasai, maha menundukkan dan maha Bijaksana atas perbuatan, perintah, dan larangan.’ (al Baqarah/2 129)

Lafal yang paling indah adalah Allah, yang paling merdu adalah adzan, Bacaan yang paling baik adakah AL qur’an, gerak badan yang paling sehat adalah shalat, kebersihan yang paling menyegarkan adalah wudhu, perjalanan yang paling indah adalah haji.

Para haji datang ke tanah suci membawa bahasa daerahnya sendiri. Allah swt niscaya mendengarkan seruan hamba – hamba-Nya. Dalam bahasa apa pun muslim bedoa. Seyogyanya setiap muslim bermunajat kepada Allah swt kapan saja dan dimana pun berada.

 Sholat di masjidil Haram merupakan sebuah kenikmatan tersendiri, maka tidak mengherankan bila jamaah haji selalu berusaha untuk sholat berjamaah di sana meski naik angot.

Saat wukuf di Arafah jamaah haji menuanikan shalat zhuhur dan ashar berjamaah dengan cara jamak taqdim dan qashar, memperbanyak membaca talbiyah, sholawt, doa, istighfar, dzikir, mengadukan segala keluh kesah mohon ampunan, pertolongan dengan khusuk dan tawadhu menghadap kea rah ka’bah.

Haji yang mabrur patut menjadi teladan dalam ketulusan, kesederhanaan, kesabaran, kesungguhan, kepedulian, kedermawanan, kasih saying, dan cinta.

Ibdah haji adalah evolusi manusia menuju Allah swt, ibadah haji mengandung pertujukan tentang Masjidil haram, Mas’a, arafah, Muzdalifah, dan Mina dengan simbol – simbol Ka’bah, Shafa, Marwah, dan upacara Qurban.

Dalam pelaksanaan haji, setiap muslim adalah actor utamanya, ia berperan sebagai Ibrahim, Hajar, dan Ismail. Setiap muslim yang berhaji diajak untuk berpartisipasi dalam “ pertujukan” akbar ini

Ditulis oleh Ustadz Prof, DR Muhammad Chirzin MA

Disampaikan pada pengajian Forsijhi 13 AGUSTUS 2017