Berbagai Dampak Negatif Akibat Sering Marah Marah

Jumat, 29 Desember 2017 | 08:37:13

Berbagai Dampak Negatif Akibat Sering Marah Marah

 

 Setiap orang pasti pernah marah. Hal ini wajar karena marah merupakan suatu respon terhadap kondisi ketidaknyamanan yang terjadi. Namun sering marah bisa menjadi kebiasaan buruk. Berbagai dampak negatifpun bisa terjadi akibat sering marah-marah. Munculnya berbagai gangguan kesehatan maupun kehilangan teman serta orang yang Anda sayangi merupakan salah satu contoh dampak negatif akibat sering marah-marah.

Sering marah-marah merupakan sebuah kebiasaan. Marah yang awalnya terjadi karena kondisi ketidaknyamanan, jika dibiasakan akan menjadi suatu kebiasaan. Hal ini mengakibatkan hal sekecil apapun yang sebenarnya tidak berpotensi menjadi penyebab kemarahan, bisa berubah menjadi penyebab kemarahan besar. Orang yang sering marah-marah memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap perubahan kondisi disekitarnya. Perubahan kondisi yang membuatnya tidak nyaman akan meningkatkan emosinya hingga memunculkan kemarahan.

Kurangnya kontrol diri terhadap perubahan emosi yang sering terjadi inilah yang menyebabkan rasa mudah marah. Stres, tekanan, depresi juga bisa menjadi penyebab seseorang mudah marah dan selalu marah-marah. Berbagai dampak negatifpun bisa terjadi akibat sering marah-marah. Berbagai dampak negatif yang bisa terjadi akibat sering marah-marah antara lain.

Berbagai dampak negatif akibat sering marah-marah:

Meningkatkan resiko terserang berbagai macam penyakit

Dampak negatif akibat sering marah-marah yang pertama adalah meningkatkan resiko terserang berbagai macam penyakit. Kondisi emosional yang terjadi saat marah-marah dapat memacu hormon stres untuk meningkatkan denyut jantung serta semua organ tubuh sehingga sangat berpotensi terserang berbagai macam penyakit seperti jantung, stroke, darah tinggi, dan kanker.

Kehilangan teman dan orang yang dicintai

Dampak negatif akibat sering marah-marah yang kedua adalah kehilangan teman dan orang yang dicintai. Orang yang sering marah-marah cenderung tidak bisa mengontrol emosinya. Bahkan semua orang yang ditemuinya bisa jadi ikut terkena imbas kemarahannya. Padahal tidak semua orang yang ditemuinya tahu akan permasalahan yang menyebabkan kemarahannya.

Mempercepat proses penuaan

Mempercepat proses penuaan juga merupakan salah satu dari berbagai dampak negatif akibat sering marah-marah. Kondisi emosional yang terjadi saat marah-marah akan mengaktifkan hormon stres yang mempercepat kerja seluruh organ dalam tubuh, sehingga mempercepat pula proses penuaan yang terjadi. Selain itu saat marah, otak dan otot menjadi lebih tegang sehingga mempercepat munculnya keriput pada wajah maupun pada bagian tubuh lain.

Mempersingkat usia

Dampak negatif akibat sering marah-marah berikutnya adalah mempersingkat usia. Sebuah penelitian menyatakan bahwa sering marah-marah bisa mempercepat kematian seseorang. Hal ini karena saat marah, berbagai organ tubuh seperti hati, jantung, pembuluh darah, otak, perut dan kelenjar dalam tubuh mengalami perubahan dengan bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Selain itu kondisi emosional yang terjadi saat marah-marah dapat menyebabkan kematian secara mendadak akibat serangan jantung, stroke dll.

Keguguran

keguguran merupakan salah satu dampak negatif akibat sering marah-marah saat hamil. Saat marah tubuh menghasilkan hormon stres yang lebih banyak yang mempengaruhi kesehatan dan juga perkembangan janin dalam kandungan. Selain itu marah-marah menyebabkan daya tahan tubuh bayi melemah hingga memperbesar resiko terjadinya keguguran.

Memperenggang hubungan keluarga

Dampak negatif akibat sering marah-marah berikutnya adalah memperenggang hubungan keluarga. Orang tua yang sering marah-marah dapat menghilangkan kasih sayang dari anak maupun sebaliknya. Kasih sayang yang hilang dalam keluarga ini akan memperenggang hubungan dalam keluarga.

Menyebabkan permasalahan pada anak

Dampak negatif akibat sering marah-marah selanjutnya adalah menyebabkan permasalahan pada anak. Orang tua yang sering marah-marah atau memarahi anak, akan membuat anak menjadi takut, depresi atau memberontak. Jika dibiarkan anak bisa melakukan berbagai hal negatif untuk melampiaskan apa yang dirasakannya.

Meningkatkan penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang

Dampak negatif akibat sering marah-marah yang terakhir adalah meningkatkan penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang. Sering marah-marah akan menyebabkan depresi hingga berujung pada penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang untuk melampiaskan rasa deperesi.

Agar terhindar dari berbagai dampak negatif akibat sering marah-marah, sudah saatnya Anda mengontrol emosi Anda agar tidak mudah marah-marah. Namun jika Anda merasa kesulitan untuk mengatasi kebiasaan marah-marah Anda, Anda bisa menggunakan bantuan terapi.

Terapi yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kebiasaan marah-marah adalah Terapi Gelombang Otak Self Programing. Terapi Gelombang Otak Self Programing adalah sebuah terapi yang dirancang khusus oleh para ahli untuk membantu melakukan perubahan diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik, menghilangkan kebiasaan buruk serta meningkatkan kualitas diri.

Terapi Gelombang Otak Self Programing bekerja dengan cara melakukan self programing atau melakukan perubahan pada diri Anda dengan cara memasuki alam bawah sadar Anda dan menanamkan sugesti-sugesti positif dalam diri Anda sehingga kebiasaan buruk Anda seperti kebiasaan marah-marah dapat hilang dengan mudah.

Namun terapi ini hanya bersifat membantu, kunci untuk menghilangkan kebiasaan marah-marah tetap berada pada diri Anda dan pikiran Anda. Jika Anda telah memiliki keinginan yang kuat untuk menghilangkan kebiasaan marah-marah Anda serta dibantu dengan terapi ini, kebiasaan marah-marah Anda kemungkinan besar dapat dihilangkan dengan mudah.

Terapi Gelombang Otak Self Programing berbentuk CD musik terapi sehingga sangat mudah dan praktis digunakan.Terapi Gelombang Otak Self Programing bisa Anda gunakan kapan saja dan dimana saja.

 

http://www.gelombangotak.com