Bacalah Dzikir dengan Pahala Melebihi 7 Lapis Langit dan Bumi Ini

Senin, 23 Juli 2018 | 09:57:38

Bacalah Dzikir dengan Pahala Melebihi 7 Lapis Langit dan Bumi Ini

 

Dzikir Inilah yang Pahalanya Melebihi Berat 7 Lapis Langit dan Bumi

Manusia hidup ini dunia ini tentu berlomba-lomba berbuat baik dan memperbanyak dzikir, amal ibadah apapun sebagai tabungan dan bekal menuju akhirat nanti. Untuk itu tak heran jika ada perumpamaan berlomba-lomba dalam kebaikan menjadi lebih baik daripada kita selalu iri dengan apa yang dimiliki orang lain, atau bahkan menghakimi seseorang yang rajin ibadah hanya pencitraan. Na’udzubillah, semoga kita dijauhkan dari sifat dengki dan prasangka.

Manusia tentu sangat sulit membayangkan bagaimana beratnya tujuh lapis bumi. Volume ini akan semakin berat jika ditambah dengan tujuh lapis langit yang materinya tidak diketahui secara pasti. Hanya bayangan-bayangan semu yang bisa manusia lukiskan dalam benaknya.

Namun tahu kah jika jumlah ini tidak lebih berat jika dibandingkan dengan dari kalimat dzikir berikut ini? Dzikir merupakan amalan seorang hamba yang dilakukan untuk mengingat Allah. Jumlah ada begitu banyak dan memiliki keistimewaan tersendiri. Seperti kalimat dzikir berikut, dimana jika kalimat ini ditimbang beratnya melebihi berat tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Penasaran dengan kalimat dzikir yang dimaksud. Mari kita simak ulasannya.

Dzikir merupakan kalimat-kalimat yang dilafadzkan seorang muslim sebagai salah satu bentuk ibadah dengan cara mengingat Allah. Ada banyak kalimat dzikir yang bisa dilafadzkan antara lain tasbih, tahmid takbir dan masih banyak lagi kalimat lainnya.

Masing-masing kalimat tasbih ini memiliki keistimewaan tersendiri. Misalnya kalimat dzikir yang beratnya melebihi tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Sangat istimewa bukan. Semua umat muslim pasti penasaran dengan dzikir ini, karena memiliki rahasia yang begitu besar, setara dengan 7 lapis langit dan bumi.

Kalimat tersebut adalah Laa ilaha illallah yang artinya tiada Tuhan selain Allah. Nabi Musa ‘Alahis salam berkata kepada Rabbnya, “Ya Allah, ajarkanlah kepadaku tentang sesuatu untuk berdzikir kepada-Mu?” Allah SWT pun menjawab, “Ucapkanlah Laa ilaha illallah.”

Dalam riwayat yang disampaikan oleh Imam an-Nasa’i ini, Nabi Musa As memohon kepada Allah Ta’ala selepas mendapatkan ajaran tentang kalimat dzikir yang mulia itu. Pinta Nabi Musa As, “Ya Allah, setiap kali mengucapkan dzikir ini, berikanlah aku pahala yang istimewa.”

Sebagaimana disebutkan dalam hadist Qudsi dari Abu Sa’id al-Khudri, Allah  mengatakan dalam firman-Nya “Wahai Musa, seandainya tujuh lapis bumi beserta isinya digabungkan dengan tujuh lapis langit dengan seluruh semestanya dan diletakkan di sebelah timbangan kalimat Laa ilaha illallah, niscaya kalimat itu lebih berat, melebihi semua itu.”

Masya Allah, begitu besarnya keutamaan kalimat dzikir ini, sehingga beratnya melebihi tujuh lapis langit dan bumi. Padahal menurut kita selama ini, bumi beserta isinya saja sudah sedemikian berat. Namun nyatanya, kalimat yang mudah diucapkan ini memiliki keutamaan dibanding hal itu.

Tapi memang faktanya, kalimat tidak semua mampu mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah ini. Hanya manusia pilihan Allah saja yang dengan ikhlas mengucapkan kalimat ini.

Bagi mereka yang tidak beriman kepada Allah, maka kalimat Laa ilaha illallah adalah hal mustahil yang bisa terucap. Karena kalimat ini menjadi persyaratan mutlak ketika seseorang percaya kepada Islam. Kalimat yang disebutkan dalam hadits lain, jika diucapkan dengan ikhlas, kemudian pelakunya mati, maka ia berhak atas surga-Nya Allah SWT.

Janji Allah memang pasti bagi mereka yang percaya. Jika dalam hati kita sudah bersemayang Allah, maka selalu ada ruang untuk meyakini bahwa setiap kebaikan yang dilakukan karena Allah pasti tidak pernah Allah sia-siakan.

https://media.ihram.asia