8 Keajaiban Sedekah

Jumat, 26 Oktober 2018 | 13:17:50

8 Keajaiban Sedekah

 

Ada banyak bukti bahwa allah menolong hamba-hamba-Nya melalui sedekah yang telah dilakukannya. Ada orang yang menjadi semakin kaya dengan sedekahnya, ada orang yang terlepas dari bencana dengan sedekahnya, ada orang yang menjadi sehat dengan sedekahnya, dan ada orang yang terlepas dari kesulitan dengan sedekahnya.

 

Sedekah Membuat Orang Menjadi Kaya

 

Ada banyak orang yang menjadi kaya dengan sedekahnya. Ini sudah dibuktikan sejak zaman Nabi hingga saat ini. Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf adalah contoh dari generasi sahabat yang sangat kaya dan sangat gemar untuk bersedekah. Dari kalangan para ulama, Syaikh Hasan Asy Syadzili adalah seorang shufi terkemuka yang juga kaya raya serta rajin bersedekah. Tuan Guru Zaini Ghanni (alm) dari Martapura adalah sosok ulama yang kaya raya dan rajin bersedekah. Dai kondang, Abdullah Gymnastiar merupakan profil orang kaya yang rajin bersedekah. Selain itu masih banyak orang-orang kaya dermawan yang kedermawanannya itu mengantarkanya untuk menjadi lebih kaya lagi.

Di bawah ini saya kemukakan dua contoh yang secara langsung bercerita tentang sedekahnya, yaitu M. Amran Wuensche dan Bu Pamella. Ada tiga alasan mengapa dua orang di atas sebagai ikon dalam sedekah dalam buku ini meskipun saya yakin masih banyak contoh yang lain. Pertama, karena keduanya berangkat bisnis dari nol hingga menjadi kaya raya. Kedua, tokoh tersebut telah menceritakan dan memberi keteladanan dalam hal sedekahnya. Ketiga, saya berjumpa langsung dengan beliau.

 

Amran Wuensche

 

Amran Wuensche adalah seorang muallaf dari Jerman. Beliau pernah berkata dalam ceramahnya, “Jika orang Islam ingin menjadi kaya, maka ia harus menyisihkan lima puluh persen dari kekayaannya.” Jumlah lima puluh persen bukanlah jumlah yang sedikit. Namun bagi beliau ternyata itu menjadi jumlah minimal. Mungkin anda akan bertanya, “Apakah beliau juga banyak bersedekah atau hanya retrorika belaka?”. Beliau memang banyak bersedekah. Beliau memiliki pembinaan muallaf, pembinaan anak yatim piatu, pengelolakan dana zakat, infak, dan shadaqah, dan memiliki majlis ta’lim bulanan. Itu menandakan bahwa beliau memang benar-benar bersedekah bukan hanya sebuah retrorika kosong belaka. Mungkin anda juga akan bertanya, “Apakah beliau kaya?” Dari segi materi pun beliau memang benar-benar kaya. Bisnisnya sukses, beliau bukan hanya seorang jutawan tetapi juga miliyarder. Jaringan bisnis beliau bukan hanya skala nasional tetapi internasional, bukan hanya di Indonesia saja, tetapi juga di Jerman. Anda juga bisa berkata, “Tidak heran, beliau adalah orang kaya sebab beliau berasal dari Jerman, Negara kaya.” Akan tetapi ketika beliau meninggalkan Jerman dan memilih menetap di Indonesia, beliau meninggalkan semua kekayaannya yang bernilai puluhan milyar dan memulai bisnisnya dari nol. Dan beliau sudah membuktikan bahwa dengan sedekah beliau menjadi kaya raya. Saya mendengar kisah Pak Amran Wuensche saat mengikuti APMI (Akademi Pengusaha Muslim Indonesia) di hotel Sahid Yogyakarta.

 

Bu Pamella

 

Bu Pamella adalah seorang wanita pebinis yang gigih. Beliau adalah figur wanita yang mengambil teladan Khadijah, isteri Rasulullah. Beliau pernah mengisahkan bagaimana ayahnya yang bisnisnya jatuh bangkrut karena menderita sakit parah hingga meninggal dunia. Lebih malang lagi karena saat jatuh seperti itu saat tagihan bank jatuh tempo. Dalam keprihatinan seperti itu beliau mendapat zakat dari salah seorang familinya. Beliau sangat bersyukur atas zakat yang diterimanya itu dan bercita-cita agar kelak bisa zakat untuk membantu orang yang lemah.

Akhirnya dengan modal tawakkal Bu Pamella bersama dengan ibunya mendirikan toko Flora dan toko tersebut semakin lama semakin berkembang. Hingga sekarang sudah menjadi besar. Bu Pamella sendiri setelah menikah dengan seorang da’i, Bapak Sunardi Sahuri mendirikan Pamella. Pada awalnya Pamella hanyalah sebuah toko kelontong kecil hingga akhirnya sekarang menjadi swalayan dan membuka outlet di tujuh tempat.

Lalu bagaimana dengan sedekah Bu Pamella? Beliau menceritakan bahwa sejak mulai usaha bersama suami tercintanya, beliau sudah bertekad untuk menyisihkan uang. Pada awalnya beliau menabung untuk kurban. Beliau menabung sedikit demi sedikit hingga pada bulan kurban bisa berkurban. Setelah tokonya semakin besar, beliau menabung untuk haji. Akhirnya beliau pun bisa haji. Bahkan sekarang suaminya, Bapak Sunardi Sahuri memiliki usaha bimbingan Haji yang bernama Multazam. Bu Pamella mengatakan bahwa setiap beliau menunaikan haji atau umrah beliau selalu berdoa, “Ya Allah, semoga tahun depan zakat saya banyak.” Doa tersebut terlihat sederhana tetapi terbukti sangat mujarab. Orang yang berzakat banyak pasti ia juga berharta banyak. Maka berdoa agar dapat mengeluarkan zakat yang banyak itu jauh lebih baik daripada berdoa agar mendapatkan rejeki yang banyak belum tentu mengeluarkan zakat yang banyak, pasti rejekinya juga banyak. Kedermawan Bu Pamella dan suaminya. Pak Sunardi ini bukan sekedar omong kosong tetapi benar-benar terbukti. Jika Pak Sunardi dimohon mengisi pengajian dalam rangka pendirian masjid, beliau bukannya menerima uang transport tetapi malah memberikan sumbangan bagi pembangunan masjid tersebut. Begitu pula dalam acara-acara keagamaan yang lain, beliau rajin menyumbang.

 

Sedekah Bisa Menghindarkan Pelakunya Dari Bahaya

 

Sedekah bisa menjadi daf’ul bala’ (pencegah bencana). Suatu saat sahabat saya yang bernama Jauhari Muhsin menjemput anaknya. Sebuah mobil hampir menabraknya dalam perjalanan. Orang-orang sudah menjerit takut sebab diperkirakan mobil itu akan menabraknya. Tetapi anehnya ternyata tabrakan yang dikhawatirkan itu tidak juga terjadi. Orang-orang heran melihat peristiwa itu. Bahkan Pak Jauhari sendiri juga merasa aneh. Lalu ia berfikir, “Kok tadi saya bisa selamat kenapa ya?” setelah diingat-ingat ternyata belum lama ia mengeluarkan sedekah.

Pengalaman yang dialami oleh Pak Jauhari ini mirip dengan yang pernah saya alami. Saya pernah dipercaya untuk mencarikan makanan kecil dalam rapat pembangunan masjid. Agar makanannya sederhana dan tidak memberatkan masyarakat, maka anggaranya dibuat kecil. Nah saat-saat punya rejeki, saya menambah anggaran tersebut di luar pengetahuan panitia. Dan rapat itu sendiri diadakan setiap malam senin.

Pernah suatu saat, di malam hari saya berangkat untuk mengambil makanan yang sudah saya pesan. Dalam perjalanan saya mencari penjual bensin eceran. Namun ternyata mereka kehabisan bensin semua. Ternyata pembelian dengan menggunakan derigen memang sudah tidak dilayani oleh SPBU sebab pemerintah hendak menaikkan harga BBM. Akhirnya bensin yang ada di motor saya pun benar-benar terkuras habis dan saya harus menuntun sepeda motor dan membawanya pulang. Ternyata dari arah belakang ada anak muda yang mengemudi kendaraan dengan kecepatan tinggi dan menabrak bagian belakang sepeda motor yang sedang saya tuntun. Sepeda motor saya terseret hingga tiga meter dan saya pun terjatuh karena kehilangan pegangan. Sepeda motor anak muda yang menabrak itu rusak parah. Pelek depannya membentuk angka delapan. Muka, tangan, tubuh, dan kaki penumpangnya dan berlumuran darah. Sedangkan saya hanya sedikit lecet dilutut karena terjatuh. Ternyata kedua anak muda yang mengendarai sepeda motor itu dalam keadaan mabuk karena tidak lulus ujian sekolah. Jika peristiwa tersebut direkontruksikan ulang, mungkin saya akan terseret dan luka parah. Tetapi Alhamdulillah saya tidak cidera sedikit pun.

 

Sedekah Bisa Mengeluarkan Diri Dari Kesulitan

 

Orang yang bersedekah akan ditolong Allah hingga dapat keluar dari kesulitan. Allah akan memberikannya rejeki yang tidak di luar perhitungan.

Suatu saat kami akan mengadakan acara pengajian dalam rangka memperingati Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad. Dana pengajian sebelumnya masih ada sisa tiga ratus ribu. Sementara untuk pengajian tersebut memerlukan dana paling tidak delapan ratus ribu. Kebetulan saat itu baru saja kenaikan kelas. Artinya kebanyakan financial masyarakat sudah dialokasikan untuk biaya anak sekolah. Sebab pada saat ini biaya sekolah tidak murah lagi, begitu pula biaya hidup yang lain. Sedangkan penghasilan tidak meningkat secara signifikan. Untuk menarik uang iuran dari masyarakat saya merasa tidak tega. Akhirnya uang tiga ratus itu saya serahkan kepada ibu-ibu yang mengurusi konsumsi. Mereka menanyakan apakah anggaran itu masih akan ditambah ataukah tidak, sebab masih terlalu minim. Dengan mantap saya jawab, “Ya, besok masih tambah.” Padahal saat itu saya juga tidak memiliki uang. Uang tabungan pun juga sudah habis.

Ketika hari H sudah tinggal tiga hari lagi, saya menawarkan HP saya. Seorang sahabat menawarkannya tiga ratus ribu. Dan saya pun langsung melepaskannya. Uang tiga ratus ribu yang saya terima dari penjualan HP itu langsung saya serahkan kepada ibu-ibu seksi konsumsi dan saya katakan bahwa besok masih ada dana lagi. Padahal sebenarnya jadwal gajian dan jadwal royaltyku masih lama. Anehnya, satu hari kemudian saya mendapat sms dari Bapak Sulamo agar datang ke rumah beliau. Katanya masih ada uang satu juta seperempat dari buku yang dulu saya tulis. Saya sama sekali tidak pernah menduga bahwa saya masih akan mendapat uang lagi karena sebelumnya uang sudah saya terima. Terbuktilah bahwa sedekah bisa mengeluarkan kita dari kesulitan.

 

Allah Menyembuhkan Penyakit Dengan Sedekah

 

Dalam sebuah hadist Rasullah bersabda, “Berobatlah kalian dengan sedekah!” ada puluhan kisah orang-orang yang sudah mengidap penyakit yang sulit disembuhkan oleh medis namun ternyata bisa disembuhkan dengan sedekah. Di sini hanya akan dikemukakan beberapa kisah orang-orang yang menderita penyakit kronis hingga dokter pun angkat tangan namun ternyata bisa sembuh dengan sedekah. Kesaksian orang-orang yang sembuh dengan sedekahnya yang diceritakan di sini dikutip dari internet yang berjudul Tadawu bish shadaqah (berobatlah dengan sedekah).

 

1.      Penyakit Kanker Sembuh Dengan Sedekah

 

Ada seseorang wanita Aljazair yang tinggal di Arab Saudi yang terkena penyakit kanker hingga ia merasa bahwa ajalnya sudah dekat. Ia bercerita demikian:

Aku mengidap penyakit kanker sejak beberapa tahun. Aku optimis untuk bisa hidup lebih lama lagi. Aku merasa bahwa ajalku sudah semakin dekat. Akhirnya rejeki yang kudapatkan dari bekerja pun aku infakkan kepada anak-anak yatim. Setiap aku menginfakkan harta untuk anak-anak yatim. Setiap aku menginfakkan harta untuk anak yatim, hartaku menjadi bertambah berlipat ganda. Yang lebih aneh lagi Allah telah menundukkan orang-orang baik di Aljazair agar mengobatiku. Kemudian Allah menundukkan hati orang-orang Arab Saudi hingga mereka begitu peduli dan memperhatikanku padahal aku tidak mengenal siapapun beberapa teman baik. Aku pun akhirnya benar-benar sembuh meskipun aku sama sekali tidak mengenal siapapun namun aku yakin bahwa Allah telah membuat segala urusanku menjadi mudah karena infak yang telah kuberikan kepada anak yatim tersebut.

 

2.      Orang Yang Mandul Bisa Memperoleh Keturunan

 

Seorang wanita divonis mandul oleh dokter. Dokter mengatakan bahwa wanita itu tidak mungkin bisa mengandung dan kemandulannya itu tidak mungkin terobati.

Allah memberi taufik kepada wanita tersebut. Ia bersedekah kepada seorang wanita miskin. Setelah bersedekah ia minta didoakan oleh wanita miskin tersebut agar memperoleh seorang anak. Baru tiga bulan setelah wanita itu bersedekah, ternyata ia sudah mengandung anak kembar dalam rahimnya.

 

3.      Sedekah Menjadi Solusi Saat Dokter Sudah Menyerah

 

Seorang anak kecil bermain bersama kakaknya. Anak itu membawa sebilah pisau. Tiba-tiba tanpa diduga ia menikamnya pisau itu ke mata kakaknya. Dengan segera kakaknya itu dibawa ke rumah sakit. Karena keadaannya benar-benar darurat ia pun dibawa ke rumah sakit di Riyad agar diperiksa oleh tim medis yang mumpuni. Setelah para dokter melakukan pemeriksaan mereka menyatakan bahwa terlalu sulit untuk mengembalikan kornea anak itu. Dan anak itu terancam buta yang tidak bisa disembuhkan.

Dalam keadaan kalut demikian ibu dari anak itu ingat tentang keutamaan sedekah. Lalu ia minta kepada suaminya emas yang menjadi satu-satunya harta simpanan mereka. Iapun mensedekahkan emas itu meskipun keadaan keluarganya benar-benar miskin. Ia berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku tidak memiliki harta selain emas ini. Jadikanlah sedekahku sebagai sebab kesembuhan anakku.”

Keesokan harinya dokter datang dan menyatakan bahwa keadaan anak yang  matanya terancam buta itu tidak berubah. Tidak ada harapan untuk sembuh.

Beberapa hari kemudian, ada dokter lain yang datang. Sang ibu memperlihatkan anaknya kepada dokter tersebut. Dokter itupun berfikir dan tidak lama kemudian dilakukan operasi dan berhasil. Anak itu bisa selamat tanpa cacat. Penglihatannya pun pulih kembali dengan sedekah yang dikeluarkan oleh orangtuanya.

 

4.      Anak Sembuh Lantaran Sedekah

 

Syeikh Sulaiman Al Mufarrij menceritakan pengalaman kawannya yang diceritakan kepadanya.

Anak perempuanku sakit tenggorokannya. Kubawa ia ke rumah sakit. Berganti-ganti dokter berusaha mengobatinya namun tiada membawa hasil. Penyakitnya semakin lama semakin parah. Bahkan akupun menjadi sakit karenanya. Akhirnya kami hanya memberikanya obat untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Kami sudah seperti putus asa. Hanya rahmat Allah saja yang bisa kami harapkan.

Dalam kepanikan karena memikirkan anak itu, aku datang kepada seorang shalih dan mengadukan masalahku. Lalu orang shalih itu menyebutkan hadist Rasullah, “Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

Aku menjawab, “Aku sudah banyak sedekah.”

“Bersedekahlah sekali lagi dengan niat agar anakmu sembuh.”

Akupun bersedekah dengan harta yang tidak begitu banyak kepada seorang fakir. Namun keadaan anakku tidak berubah. Kukabarkan kepada orang shalih tersebut bahwa sedekah tidak mengubah keadaan anakku.

Ia berkata, “anda adalah orang yang diberi anugerah harta yang banyak. Hendaknya sedekah yang anda keluarkan seimbang dengan harta yang anda miliki.”

Aku pergi lagi. Kupenuhi mobilku dengan beras dan berbagai barang yang lain. Lalu semuanya kusedekahkan kepada orang-orang yang memerlukan. Mereka merasa senang menerima sedekah dariku. Demi Allah, tak pernah terlintas sedikitpun dibenakku bahwa obat penurun rasa sakit yang diberikan kepada anakku menjelang aku akan bersedekah adalah yang terakhir, alhamdulillah.

Akhirnya aku yakin bahwa sedekah adalah sebab kesembuhan yang paling besar. Sekarang anakku sudah berumur tiga tahun. Ia tidak mengeluhkan sakit sedikitpun. Sejak itu, aku memperbanyak sedekah, terutama di saat-saat baik. Setiap hari aku merasa mendapatkan kenikmatan, keberkahan, dan keselamatan baik harta maupun keluargaku. Kusarankan kepada siapapun yang sedang menderita sakit agar mensedekahkan harta yang paling berharga yang dimilikinya. Banyak di antara pasien yang mengikuti saran tersebut dan Allah mengaruniakan kesembuhan kepadanya. Allah tidak menyia-nyiakan amal kebaikan seseorang.

 

5.      Seorang Anak Sembuh Karena Sedekah Ibunya

 

Seorang pemuda datang berobat ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya. Setelah memeriksanya, para dokter menyatakan tidak ada harapan sembuh bagi pemuda itu. Dengan santun salah seorang dokter berkata kepadanya, “Harapan kesembuhan untuk anak anda begitu tipis. Namun, sesungguhnya yang Maha Mengetahui hanyalah Allah.”

Hati sang ibu merasa teriris melihat kenyataan itu. Hatinya semakin duka semakin kenyataan yang harus diderita buah hatinya. Lalu ia pulang dan mengambil semua emas yang ia miliki. Ia mensedekahkan semua emas tersebut kepada orang-orang yang memerlukan.

Beberapa hari kemudian dokter mengatakan kepada ibu tersebut tentang harapan kesembuhan bagi anaknya. Penyakitnya berangsur-angsur sembuah dan tubuhnya membaik. Hingga akhinya ia benar-benar sembuh dan diijinkan pulang kembali.

 

6.      Seorang Isteri Sembuh Karena Sedekah Suaminya

 

Seorang dokter menghubungi seorang laki-laki yang isternya sedang menjalani rawat inap di rumah sakit. Ia mengabarkan bahwa isterinya dalam keadaan kritis dan menurut teori kedokteran sudah tidak ada harapan untuk sembuh.

Perasaan cemas melanda laki-laki itu. Karena mengingat keadaan isterinya itu, dengan cepat ia memutuskan untuk semua emas yang ia miliki. Beberapa jam kemudian ia pergi ke rumah sakit. Dokter menyatakan bahwa beberapa saat sebelumnya (kira-kira saat orang tersebut bersedekah) terlihat isterinya semakin membaik dan sudah dipindahkan dari kamar UGD ke kamar pasien biasa. Beberapa hari kemudian isterinyapun dinyatakan sembuh dan bisa pulang ke rumah.

 

7.      Sakit Gigi Bisa Sembuh Dengan Sedekah

 

Seorang wanita juru dakwah terkenal berkata, “Aku berada di tanah suci sejak beberapa tahun. Tiba-tiba aku merasa sakit gigi yang tak tertahankan. Padahal aku ingin mengisi hari-hariku dengan membaca Al-Qur’an. Namun, rasa sakit digigiku tidak juga sirna. Namun jika aku harus pergi ke dokter tentu akan menyita banyak waktu.

Karena tidak ingin menyita waktu, maka akupun mencoba beroabat dengan sedekah. Aku bersedekah kepada seorang anak perempuan di tanah suci. Dan sungguh demi Allah, tidak berapa lama kemudian sakit gigiku menjadi sembuh dan aku tidak perlu lagi periksa ke dokter gigi karena sudah tidak pernah merasa sakit gigi lagi.

 

8.      Seorang Anak Selamat Dari Kematian Lantaran Sedekah Orangtuanya

 

Syaikh Abdul Hadi, salah seorang imam badal di Masjid Ridwan di kota Halab Syria berkata:

Setelah menikah, Allah berkenan memberikanku seorang putra pertama. Kami sangat bahagia. Namun, Allah menguji kami. Anak kami menderita sakit serius. Dokter pun tidak mampu menolongnya. Penyakitnya semakin hari semakin parah. Kami merasa sangat bersedih atas sakitnya buah hati kami tersebut. Anda pasti bisa membayangkan bagaimana perasaan orangtua saat melihat buah hatinya sakit parah. Apalagi ia adalah anak pertama. Perasaan kami bukan hanya sedih karena anak kami sakit, namun kami juga merasa sedih karena tidak bisa berbuat apapun juga untuk menolongnya.

Kami pun akhirnya menyerahkan semua keputusan di tangan Allah. Namun bagaimanapun juga kami harus tetap berusaha semaksimal mungkin demi kesembuhannya.

Ada orang yang berbaik hati menunjukkan kepada kami seorang dokter ahli. Kamipun membawa anak kami ke sana. Di sepanjang jalan anak kami mengeluh demam yang dideritanya. Seakan penyakit itu menggeroti tubuh dan hati kami. Dokter itu yang mengobati anak kami berkata, “Jika malam ini panas tubuhnya tidak bisa turun, mungkin ia tidak bisa bertahan sampai besok pagi.”

Dengan perasaan sedih kubawa anakku pulang. Rasa sakit yang diderita anakku membuat mataku tak bisa terpejam. Lalu aku shalat. Setelah selesai shalat aku tinggalkan isteriku yang sedang menangis sedih di samping anak kami. Kulangkahkan kaki tanpa tahu apa yang harus kulakukan demi anak kami. Tiba-tiba aku teringat tentang sedekah dan hadist Nabi, “Obatilah penyakitmu dengan sedekah.” Namun di malam buta seperti ini mau bersedekah kepada siapa? Pintu rumah siapa yang akan kuketuk? Dan jika aku nekat mengetuk pintu, apakah tidak akan menimbulkan kecurigaan?

Di saat kebingungan itu, tiba-tiba aku mendengar rintihan seekor kucing yang kelaparan di malam yang kelam. Aku teringar sabda Rasullah ketika ada seseorang sahabat bertanya, “Apakah kami mendapatkan pahala karena mengasihi binatang?”. Beliau menjawab, “Dalam setiap hati yang basah ada pahala.” Hadist tersebut shahih dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Aku masuk rumah dan mengambil sekerat daging dan kuberikan kepada kucing itu. Aku masuk rumah dan mengunci pintu. Tiba-tiba aku mendengar isteriku berteriak, “Kamu sudah kembali? Kemari cepat, cepat...

Akku bergegas menemui isteriku. Kulihat kegembiraan di wajahnya. “Ya, aku pulang ada apa?” tanyaku.

Isteriku berkata, “Beberapa saat setelah engkau pergi, aku tertidur sambil duduk. Dalam tidur itu aku bermimpi. Aku bermimpi ada seekor burung berwarna hitam turun dari langit untuk mengambil anak kita dariku. Aku takut sekali dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Dalam kecemasanku itu, tiba-tiba ada seekor kucing sekuat itu. Sebab ia mampu mengusir burung elang yang sedemikian besar. Lalu aku terjaga dan kamu datang.”

Aku tersenyum mendengar cerita isteriku. Ia menatapku tanpa mengetahui apa maksud senyumku. “Semoga pertanda baik,” kataku menghibur.

Hampir bersamaan kami meraba anak kami. Entah tangan siapa yang lebih dahulu menyentuhnya. Ternyata suhu badannya sudah turun. Dan keesokan harinya ia sudah bermain bersama dengan anak-anaknya.

Anak itupun tumbuh besar. Ketika berumur tujuh belas tahun ia sudah menghafal Al-Quran tiga puluh juz dan mengajar di masjid Ridhwan.

Semoga kisah-kisah tentang keajaiban sedekah di atas bisa membangkitkan diri kita untuk semakin rajin bersedekah.

http://investasisedekahustadzyusufmansur.blogspot.com