6 Pilar Pola Hidup Sehat Rasulullah yang Perlu Anda Ikuti

Kamis, 28 Desember 2017 | 09:01:21

6 Pilar Pola Hidup Sehat Rasulullah yang Perlu Anda Ikuti

 

6 Pilar Hidup Sehat Rasulullah

Tahukah Anda bahwa aktor laga asal Belgia, Jean-Claude Van Damme mengaku mengikuti sunnah Rasul?

Sunnah Rasul yang dimaksud adalah pola makan sehat yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dan tidak hanya pola makan saja yang dicontohkan oleh sang Nabi. Tetapi mulai dari tidur malam, bangun pagi, aktivitas di siang hari sampai tidur malam kembali, ternyata Rasul sudah memberikan contoh yang sehat sejak dulu.

Arti sehat menurut WHO, World Health Organization tahun 1975, sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental dan sosial.

Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menunjukan arti sehat kepada kita semua dengan serangkaian kebiasaan hidupnya yang menciptakan kondisi dimana tercapainya sehat secara fisik, mental dan sosial.

Berikut akan kita paparkan pola hidup sehat ala Rasulullah yang perlu Anda ketahui dan ikuti agar tercipta kehidupan yang sehat nan kuat.

Pola Sehat #1 – Menjaga Pola Makan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengajarkan kita dalam memilih menu makanan dan adab dalam mengonsumsi makanan, seperti : membaca basmallah, menggunakan tangan kanan, tidak mengambil makanan lebih dari satu, dst.

Tetapi yang tidak kalah penting juga adalah mengatur pola makannya.

Ada dua hal yang perlu Anda catat dan contoh dari pola makan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dua hal ini berdampak signifikan terhadap kesehatan tubuh kita. Dimana pola makan ini terkadang diremehkan dan sering dilupakan oleh sebagian masyarakat muslim modern, yaitu :

a. Gunakan 1/3 lambung

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tidaklah seorang manusia mengisi sebuah tempat yang lebih buruk daripada perut, cukuplah bagi seorang manusia beberapa suapan yang menegakkan punggungnya, dan jika hawa nafsunya mengalahkan manusia, maka 1/3 untuk makan dan 1/3 untuk minum dan 1/3 untuk bernafas.” (HR. Ibnu Majah dan disahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2265)

Makna dari hadits diatas adalah untuk tidak makan secara berlebihan dengan mengatur porsi lambung menjadi tiga bagian, yaitu porsi 1/3 untuk makanan (padat), 1/3 untuk air dan 1/3 untuk udara.

Dunia kesehatan menyebut pola makan Rasul dengan calorie restriction. Definisi calorie restriction adalah pola makan dengan asupan kalori berkurang, tanpa pengurangan kebutuhan gizi (protein, air, vitamin atau mineral).

Dengan konsep yang hampir mirip dengan pola makan Rasul, masyarakat di Okinawa – Jepang memiliki usia yang relatif lebih panjang, dengan rata-rata usia diatas 100 tahun. Pola makan ini dikenal dengan nama “hara hachi bu”, yaitu makan dengan 80% kenyang

Tercatat ada tiga kerugian yang timbul akibat pola makan yang berlebihan, yaitu :

Naiknya berat badan dan resiko obesitas

Makanan tidak tercerna dengan sempurna, dan

Menimbulkan rasa malas

b. Makan dan minum sambil duduk

Nah yang satu ini sering kita temui pada saat menghadiri undangan pesta di kota-kota besar, yang sering disebut dengan standing party. Atau bahkan tidak jarang kita lihat anak-anak yang makan dan minum sambil bermain atau jalan kaki selepas dari pulang sekolah..

..mungkin termasuk juga Anda atau anak Anda salah satunya? 😊

Ditinjau dari beberapa hadits yang menerangkan makan dan minum sambil duduk atau berdiri, akan ditemui hadits yang seolah-olah bertentangan. Karena ada hadits yang melarang tetapi ada juga yang membolehkan.

Hadits yang melarang

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR. Ahmad No 8135)

Hadits yang membolehkan

Dari Ibnu Abbas beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka beliau lantas minum dalam keadaan berdiri.” (HR. Bukhari no. 1637, dan Muslim no. 2027)

Kedua hadits diatas adalah salah satu hadits yang melarang dan yang membolehkan makan dan minum sambil berdiri.

Para ulama berkesimpulan bahwa makan dan minum sambil berdiri itu diperbolehkan meskipun yang lebih baik adalah makan dan minum sambil duduk. Kecuali jika memang pada saat itu tidak memungkinkan untuk makan dan minum sambil duduk.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics tahun 2007, bahwa makan dan minum sambil duduk membantu kita untuk mengontrol porsi makanan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan.

Dalam posisi duduk, maka akan timbul kecenderungan untuk makan dan minum secara perlahan-lahan. Makan yang terlalu cepat akan menaikan resiko kegemukan, ini dikarenakan tubuh membutuhkan waktu ± 20 menit untuk mengirim sinyal kepada otak bahwa kita sudah merasa kenyang.

Pola Sehat #2 – Melakukan Aktivitas Fisik

Islam tidak hanya berkutat dalam masalah ibadah (olah jiwa) saja, tetapi juga memperhatikan aspek lahiriah (olah fisik) juga. Karena perjuangan dalam menyebarkan Islam (pada masa lampau) sangat didukung oleh ketahanan fisik.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam gemar melakukan olah raga untuk menjaga kesehatannya, terutama olahraga yang mengandung ketangkasan, konsentrasi dan pengolahan kekuatan fisik.

Ada tiga jenis olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu : berkuda, memanah dan berenang.

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Segala sesuatu yang tidak mengandung dzikirullah padanya maka itu adalah kesia-sian dan main-main kecuali empat perkara : yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah dan mengajarkan renang” (HR. An Nasai No 8890. Al Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih – Shahih al-Jami’ ash-Shaghir No 4534)

Olahraga Yang Dianjurkan Rasul

Berikut alasan tiga jenis olahraga ini sangat direkomendasikan oleh sang Nabi :

a. Berkuda

Bentuk transportasi darat yang populer pada masa lampau adalah berkuda. Mulai dari orang Suku Baduy Arab sampai suku Indian Amerika mengendarai kuda sebagai alat transportasi darat yang cepat dan bisa diandalkan.

Butuh kecekatan, ketangkasan dan kekuatan dalam berkuda, agar tidak cedera dalam mengendarainya. Beberapa manfaat yang didapat dari berkuda (berlatih mengendarainya), antara lain :

Meningkatkan kekuatan otot

Meningkatkan akselerasi reflek tubuh

Meningkatkan pergerakan tulang sendi

b. Memanah

Senjata jarak jauh yang cukup ampuh pada masa peperangan di masa lalu adalah panah dan busur. Selain lebih ringan dibanding pedang, panah juga sangat mematikan jika dilesakkan ke bagian alat vital manusia seperti jantung atau kepala.

Memanah menjadi salah satu olahraga yang membutuhkan konsentrasi, fokus dan kesabaran. Sehingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruh kita untuk berlatih memanah karena baik untuk meningkatkan daya-daya tersebut.

Dari olahraga berkuda dan memanah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyarankan untuk lebih sering berlatih memanah, karena memanah mampu meningkatkan konsentrasi dan kesabaran, sesuai sabdanya :

“Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda” (HR Ahmad No 16699)

Ini bukan berarti berkuda tidak baik, jika tidak baik tentunya Rasul tidak menyuruh kita untuk berlatih berkuda.

c. Berenang

Berenang adalah olahraga yang sangat menyenangkan, dari anak-anak hingga dewasa senang bermain air. Tetapi konteks bermain air disini tentunya dalam rangka berolahraga agar mendapatkan tubuh yang lebih sehat.

Renang adalah olahraga yang minim resiko cedera fisik, meskipun tetap masih ada resiko jika tidak berhati-hati. Berenang adalah salah satu olahraga yang membuat hampir seluruh otot pada tubuh kita bergerak saat melakukannya. Mulai dari kepala, leher, dada, lengan, perut, punggung, pinggang dan kaki.

Selain itu renang dapat melatih pernapasan agar lebih lancar dan panjang, juga membakar kalori lebih banyak. Seseorang yang memiliki berat badan 155 pound atau setara dengan 70 kg, bisa membakar 500 – 700 kalori dengan berenang selama 1 jam.

Pola Sehat #3 – Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Tubuh

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah sosok yang selalu menjaga penampilan, dan senantiasa tampil rapih dan bersih. Beliau menunjukan pada umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh.

Untuk menjaga kesehatan agar tetap sehat bugar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan suatu metode yang saat ini dikenal dengan sebutan Thibbun Nabawi. Metode-metode ini adalah upaya untuk pencegahan agar tidak terkena penyakit.

Untuk metode-metodenya pernah dibahas pada artikel sebelumnya.

Sedangkan dalam menjaga kebersihan tubuhnya, beliau mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang harus kita contoh. Ada tiga kebiasaan utama yang diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada kita, yaitu :

a. Mandi

Hampir seluruh umat manusia saat ini (pernah) mandi, dari bayi yang baru dilahirkan sampai insan yang akan dikuburkan akan mengalami mandi. Mandi ada yang hukumnya wajib dan sunnah, tapi kita tidak akan membahas itu. Tetapi alasan kenapa mandi disunnahkan oleh Rasul.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Merupakan hak Allah atas setiap muslim untuk mandi di setiap tujuh hari, dengan mencuci kepala dan seluruh badannya” (HR. Muslim No 1403)

Maksud hadits diatas adalah kita diharuskan mandi minimal satu kali dalam seminggu, dalam beberapa riwayat yang dimaksud sehari disini adalah hari Jumat.

Studi menunjukan mandi setiap hari mengunakan air dingin atau panas secara teratur dan bergantian sesuai dengan tujuannya, memiliki efek yang menyehatkan untuk tubuh, yaitu :

i. Mengurangi ketegangan otot setelah beraktivitas berat

Mandi air hangat mampu mengurangi ketegangan pada otot terutama setelah berolahraga atau beraktivitas berat, yaitu dengan melemaskan otot dan juga meningkatkan fleksibilitas atau elastisitas otot.

ii. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Mandi air dingin secara teratur dapat merangsang sistem getah bening untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh tidak mudah sakit.

iii. Berdampak positif bagi kesehatan reproduksi lelaki

Sebuah studi oleh Thrombosis Research Institute Cold, menunjukkan bahwa kadar hormon testosteron pria meningkat setelah mandi dengan air dingin.

Kondisi sebaliknya ditunjukan jika pria mandi dengan air hangat/panas, produksi sperma dan motilitas akan menurun oleh kenaikan temperatur air. Tetapi kondisi ini akan berhenti dan kembali normal kembali (tidak permanen) setelah selesai mandi dengan air hangat/panas.

b. Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, saya mendengar Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Fitrah itu ada lima, khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhori No 5891 dan Muslim No 257)

Pada prinsipnya berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menipiskan kumis adalah menghilangkan kotoran, bakteri dan kuman yang terdapat pada bagian yang dipotong.

Kulit yang dipotong pada bagian kemaluan pria jika tidak dibuang maka dapat meningkatkan perkembangan kuman serta bakteri. Serta untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih.

Begitu juga dengan mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak dilakukan untuk menjaga kebersihan dan agar tidak menimbulkan bau tak sedap.

c. Menyikat gigi dan membersihkan mulut

Kaitannya dengan hal ini adalah bersiwak.

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Siwak membesihkan mulut dan mendatangkan keridhaan untuk Rabb.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, 3695)

Bersiwak adalah salah satu sunnah Rasul yang bertujuan untuk membersihkan gigi. Para ahli fikih seperti Ibnu Taimiyyah dan Ibnu ‘Utsaimin tidak membatasi untuk membersihkan gigi dan mulut hanya dengan menggunakan ranting Al Arok (kayu siwak).

Karena bersiwak tidak digolongkan kedalam kegiatan ibadah yang murni, akan tetapi kegiatan yang bisa dipahami maknanya (alasan kenapa disyariatkan).

Maksudnya adalah membersihkan gigi dan mulut bisa dengan menggunakan alat yang mubah (diperbolehkan) untuk mencapai tujuan tersebut, contohnya adalah sikat gigi dan pasta gigi.

Selain untuk menjaga kesehatan dan kebersihan, memiliki gigi yang bersih akan menghindari dari gangguan mulut tak sedap. Dan meningkatkan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan sesama.

Pola Sehat #4 – Tidak Mudah Marah

Seorang muslim yang kuat bukanlah muslim yang mempunyai otot kawat tulang besi bak Gatot Kaca. Muslim yang kuat adalah muslim yang mampu mengendalikan hawa nafsu (emosi : marah).

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bukanlah orang yang kuat adalah orang yang bisa mengalahkan orang lain, tapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan emosinya ketika dia marah” (HR. Bukhari No 6114 dan Muslim No 2608)

Marah adalah sifat dasar manusia, tidak bisa dihindari..

..tapi ketika muncul rasa marah, cobalah untuk mengontrolnya.

Perasaan marah yang muncul dari dalam diri kita berpotensi untuk memunculkan konflik, perkataan kasar/bathil, menimbulkan kedengkian, perbuatan tercela serta efek negatif lainnya.

Orang yang memiliki sifat mudah marah dan sering meluapkan kemarahannya dengan tidak terkontrol, secara medis berpotensi terkena penyakit berbahaya. Berikut adalah penyakit yang bisa ditimbulkan :

a. Memperbesar potensi terserang penyakit jantung koroner

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh team peneliti dari Department of Epidemiology, University of North Carolina, orang yang mudah marah memiliki resiko terkena penyakit jantung koroner dua kali lebih tinggi dari orang yang tidak mudah marah.

Resiko ini khususnya akan meningkat dua jam setelah seseorang meluapkan kemarahannya (angry outburst). Oleh karena itu kontrol kemarahanmu jika tidak ingin terkena serangan jantung.

b. Menaikkan resiko terkena stroke

Studi lain menunjukan bahwa pembekuan darah menuju otak atau pendarahan di otak akan meningkat tiga kali lipat, dua jam setelah seseorang meluapkan kemarahannya.

Resiko yang lebih parah terjadi pada penderita aneurisma, resiko terkena stroke menjadi enam kali lebih besar.

Aneurisma adalah kelainan pembuluh darah otak yang muncul akibat penipisan dan degenerasi dinding pembuluh darah arteri, penyebabnya adalah kelainan bawaan, hipertensi, dan adanya infeksi atau trauma.

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan tahun 2014, penyakit jantung dan stroke adalah penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

10 Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Tips untuk mengendalikan amarah

Salah satu tips dalam anger management, adalah dengan mengetahui pemicu yang bisa membuat kemarahannya meluap.

Mary Fristad, PhD, seorang profesor psikiatri dan psikologi dari Ohio State University menyampaikan bahwa langkah awal untuk pengelolaan amarah adalah dengan mengidentifikasi pemicunya dan mencari cara untuk meredamnya.

Dia pun berujar bahwa dengan mengambil nafas dalam-dalam dan mencari lingkungan baru bisa meredam kemarahan, yaitu dengan merubah posisi tubuh dengan berdiri dan berjalan-jalan.

Konsep yang hampir sama di sampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam 14 abad yang lalu, beliau bersabda :

“Jika salah seorang dari kalian marah dan dia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah dia duduk. Jika rasa marahnya hilang (maka itu yang dikehendaki), jika tidak maka hendaklah dia berbaring.” (HR. Abu Daud No 4782 dan dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam Al-Misykah 5114)

Makna hadits diatas adalah dengan cara merubah posisi tubuh ketika marah bisa meredam kemarahan → dalam hal ini merubah posisi menjadi lebih rendah.

Selain merubah posisi tubuh, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan beberapa petunjuk dalam meredam kemarahan, dua diantaranya adalah :

i. Membaca Ta’awudz

Dari Sulaiman bin Shurad beliau berkata : ”Ketika aku sedang duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ada dua orang laki-laki yang sedang (bertengkar dan) saling mencela, salah seorang dari keduanya telah memerah wajahnya dan mengembang urat lehernya.

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya aku mngetahui satu kalimat yang seandainya dia mengucapkannya maka niscaya akan hilang kemarahan yang dirasakannya.

Seandainya dia mengatakan : audzu billahi minasy syaithanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk), maka akan hilang kemarahan yang dirasakannya.” (HR. Bukhari No 5764 dan Muslim No 2610)

ii. Diam

Dari Abdullah bin abbas radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah maka hendaknya dia diam.” (HR. Ahmad (1/239) dan Bukhari dalam “Al-Adabul Mufrad” No. 245, dinyatakan shahih dengan penguatnya oleh syaikh Albani dalam “Ash-Shahiihah” No. 1375).

Pola Sehat #5 – Tidur yang Cukup dan Seimbang

Tidur dan istirahat yang cukup adalah salah satu kunci untuk mendapatkan kesehatan tubuh. Dengan tidur yang cukup maka pada saat bangun kita akan mendapatkan energi dan badan yang lebih segar.

Lalu bagaimana tidur Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam kesehariannya?

Beliau selalu tidur cepat dan bangun lebih awal dan tidak mencontohkan untuk tidur malam apalagi begadang. Hal ini ditujukan agar porsi istirahat cukup dan porsi untuk beraktivitas dan ibadah cukup.

Jika tidak ada aktivitas lain yang mendesak dan sangat penting, Rasulullah tidur selepas shalat isya, jika di asumsikan, mungkin kurang lebih tidur pukul 19:30 – 20:00 dan bangun kira-kira pukul 03:00 – 03:30.

Hasil penelitian dari National Sleep Foundation (2015) menunjukan kebutuhan tidur berbeda-beda berdasarkan usia. Perhatikan infografis dibawah :

Kebutuhan Tidur Berdasarkan Usia

Jika melihat infografis diatas, maka usia baligh yang rata-rata dimulai pada usia 15-16 tahun memang membutuhkan tidur selama kurang lebih 7 – 8 jam. Dalam segi kesehatan, tidur yang cukup akan membuat tubuh tidak mudah sakit (baca : flu).

Penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh Medical Center, menunjukan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam sehari memiliki resiko terkena flu empat kali lebih besar dibandingkan orang yang terbiasa tidur lebih dari 7 jam per hari.

Studi lebih lanjut menunjukan bahwa wanita yang seringkali tidur kurang dari enam jam sehari, berpotensi terkena kanker payudara lebih tinggi dibanding dengan wanita yang mempunyai durasi tidur tujuh jam sehari.

Dengan bangun tidur lebih awal atau sebelum subuh, maka kita akan berkesempatan untuk menghirup udara subuh yang segar dan penuh oksigen. Sehingga paru-paru akan lebih kuat dan sehat. Baca juga tips jitu bangun subuh ini jika Anda masih kesulitan untuk bangun subuh.

Pola Sehat #6 – Kehidupan Sosial yang Baik

Pilar terakhir dari kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini adalah menjaga silahturahmi dan ukhuwah. Artinya adalah menjaga hubungan antara manusia.

Berbagai literatur telah membahas pentingnya untuk menjaga silahturahmi, banyak sekali manfaat yang didapat darinya. Salah satu hadits yang mengingatkan pentingnya silahturahmi adalah dua hadits berikut :

Dari Abu Bakroh, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya (di dunia in) -berikut dosa yang disimpan untuknya (di akhirat)- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR. Abu Daud No 4902, Tirmidzi No. 2511, dan Ibnu Majah No 4211)

Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari No. 5991)

Menurut Ustadz Abduh Tuasikal, menjalin tali silaturahmi adalah istilah khusus untuk berkunjung kepada orang tua, saudara atau kerabat. Sedangkan istilah umum untuk mengunjungi orang sholeh, teman atau tetangga adalah ukhuwah.

Dampak yang paling dekat dengan manusia sebagai mahluk sosial dalam kaitannya menjaga silahturahmi dan ukhuwah adalah pengakuan dari lingkungan sekitar, mendapat dukungan secara mental (moril) dan mampu merubah mood menjadi lebih baik.

Penelitian yang dilakukan oleh Carnegie Mellon University menunjukan bahwa ada korelasi antara stress dengan sistem kekebalan tubuh. Orang dengan tingkat stress yang tinggi akan lebih mudah sakit.

Lalu bagaimana cara menanggulangi atau mengurangi tingkat stress..?

Survey yang dilakukan Robert Wood Johnson Foundation dan Harvard School of Public Health tahun 2014, menunjukan hasil yang cukup mengejutkan. Meskipun dilakukan terhadap orang-orang di Amerika, tetapi hasilnya memang masuk akal untuk dicermati.

Hasil survey menunjukan bahwa untuk mengurangi tingkat stress, cara yang paling mudah adalah menghabiskan waktu bersama keluarga, perhatikan grafik dibawah :

How Respondents Coped With Stress

Sesuai hasil survey diatas, terbukti bahwa dengan menjalin silahturahmi dan ukhuwah – spent time with family and friends – maka akan mengurangi tingkat stress atau tekanan hidup yang kita rasakan.

Sehingga output-nya adalah tetap sehat (keep healthy) serta dapat tambahan semangat untuk menjalani kehidupan ini dengan lebih kuat dan tangguh dalam menjemput rezeki yang halal dan barokah. InsyaAllah..

Sesuai hadits Nabi berikut,

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari No. 5985 dan Muslim No. 2557)

Penutup

Akhir kata semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi insan muslim yang sedang meraih pola hidup sehat yang berasal dari suri teladan kita yang utama, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dan jika dirasa bahwa tulisan ini bermanfaat untuk Anda, silahkan bagikan kepada orang-orang yang Anda sayangi..

Semoga bermanfaat

http://www.sunnahsehat.com