6 Keutamaan Puasa di Bulan Syawal dan Dalilnya

Rabu, 27 Juni 2018 | 09:03:46

6 Keutamaan Puasa di Bulan Syawal dan Dalilnya

 

Bulan syawal adalah bulan yang datang setelah bulan Ramadhan tiba. Bulan syawal tentunya bulan yang berbahagia setelah hari raya Idul Fitri datang. Tentunya sekaligus juga bulan kesedihan karena harus ditinggal oleh bulan Ramadhan yang suci dan berlipatganda pahala oleh Allah SWT.

Setelah puasa bulan Ramadhan, Rasulullah mencontohkan puasa di bulan syawal yang juga sangat dianjutkan untuk dilaksanakan. Puasa di bulan syawal ini juga sekaligus meneruskan puasa ramadhan akan tetapi hanya dilakukan hanya 6 hari saja. Semangatnya adalah, jangan sampai kebiasaan dan ibadah selama bulan ramadhan hilang begitu saja tanpa berbekas.

Keutamaan Ibadah Puasa Sunnah Syawal

Ada sangat banyak keutamaan jika kita melaksanakan ibadah puasa syawal. Puasa syawal juga bisa berorientasi pada spirit rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman. Berikut adalah keutamaan yang bisa didapatkan jika kita melaksanakannya.

1. Melatih Diri Mengelola Hawa Nafsu

Puasa dapat melatih diri kita untuk senantiasa mengelola hawa nafsu diri kita. Hawa nafsu tentunya bukan suatu yang dosa jika kita mampu mengelolanya. Untuk itu hawa nafsu bukanlah dihapuskan atau dihilangkan sama sekali atau bahkan ditahan oleh diri kita. Sebagai muslim yang baik, hawa nafsu tentu harus ditaklukkan dengan cara dikelola dan tidak diumbar sembarangan.

Selama bulan puasa, kita diperintahkan untuk tetap produktif dan tetap fokus untuk beribadah agar diri kita fokus untuk mengelola hawa nafsu bukan justru membebaskan hawa nafsu kita. Mengelola hawa nafsu memang tidak mudah, namun juga bukan berarti tidak bisa sama sekali. Hawa nafsu membutuhkan kesabaran untuk melaksanakannya dan menjaga agar ia tidak bebas sebebas-bebasnya keluar dari diri kita.

Sebagia contoh, Allah melarang suami istri untuk berhubungan biologis selama berpuasa. Jika dilanggar, maka hal tersebut akan membatalkan puasa. Untuk itulah, puasa adalah mengelola diri dan hawa nafsu bersabar untuk tidak asal bertindak atas dorongan hawa nafsu yang muncul dari dalam diri kita. Boleh juga mengikuti Cara Ampuh Menahan Hawa Nafsu di Bulan Ramadhan

2. Memperbanyak Kefokusan pada Ibadah

Dengan ibadah puasa, maka kita akan memperbanyak fokus pada ibadah. Ibadah memang adalah hal yang memperkuat puasa kita. Untuk itu, kurang bernilai jika kita hanya puasa saja namun tidak melaksanakan kefokusan pada ibadah lainnya. Kefokusan ibadah ini bisa diraih lewat melakukan shalat, bersedekah, membaca dan mentadaburi Al-Quran.

Ibadah adalah Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam. Untuk itu ibadah adalah hal inti yang harus dilakukan manusia.

3. Membangun Spiritual yang Tinggi

Karena kefokusan kita untuk membangun ibadah yang baik, maka kita pun akan mendapatkan spiritual yang tinggi dari ibadah yang akan kita lakukan. Untuk itu, ibadah yang baik adalah yang dilakukan dengan ikhlas dan niat yang lurus, agar penghayatan ketuhanan bisa didapatkan dengan baik.

Puasa yang diiringi oleh ibadah dan spiritual yang tinggi akan membentuk kita menjadi muslim yang kuat, dekat dengan Allah, dan memiliki penghayatan yang tinggi terhadap Allah SWT. Spiritual adalah langkah untuk bisa mendapatkan bahagia di Dunia Menurut Islam, Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam dengan Cara Sukses Menurut Islam.

4. Seperti Berpuasa Setahun Penuh

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh.”(HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Dari hadist di atas dijelaskan bahwa puasa syawal dalah puasa yang yang menggenapkan seperti kita berpuasa setahun penuh. Untuk itu, puasa syawal menjadi pelengkap kita setelah puasa ramadhan. Hitungan pahalanya adalah seperti berpuasa selama setahun penuh, tentu bukan pahala yang kecil dan sia-sia. Untuk itu, segeralah melaksanakan puasa syawal setelah puasa ramadhan dan idul fitri telah berlalu.

5. Ganjaran 10 Kali Lipat

“Barangsiapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas ‘Idul Fitri berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat.” Rasulullah SAW.

Selama melaksanakan puasa di bulan syawal kita juga bisa mendapatkan kebaikan yang tidak akan sia-sia. Allah mengganjarnya dengan kebaikan pahala sepuluh kali lipat. Tentu saja harusnya sebagai manusia yang penuh salah dan dosa, kita bersyukur bahwa Allah memberikan pahala terbaik dan kesempatan kita untuk menimba pahala dengan sebaik-baiknya.

6. Menyempurnakan Ibadah

“Amal ibadah yang pertama kali di hisab pada Hari Kiamat adalah shalat. Allah Ta’ala berkata kepada malaikat -sedang Dia Maha Mengetahui tentangnya-: “Periksalah ibadah shalat hamba-hamba-Ku, apakah sempurna ataukah kurang. Jika sempurna maka pahalanya ditulis utuh sempurna. Jika kurang, maka Allah memerintahkan malaikat: “Periksalah apakah hamba-Ku itu mengerjakan shalat-shalat sunnat? Jika ia mengerjakannya maka tutupilah kekurangan shalat wajibnya dengan shalat sunnat itu.” Begitu pulalah dengan amal-amal ibadah lainnya.” (HR Abu Dawud)

Dengan melaksanakan ibadah sunnah, termasuk puasa syawal maka kita telah melengkapi dan menyempurnakan ibadah kita. Ibadah wajib, tentu harus dilakukan. Begitupun ibadah sunnah, walaupun bukan bernilai wajib tetapi jika dilaksanakan maka akan membuat ibadah kita lebih sempurna dan terlengkapi.

https://dalamislam.com