5 Fakta Unik tentang Otak Manusia, Diet Ekstrem Bisa Sebabkan Otak Makan Dirinya Sendiri

Senin, 11 Maret 2019 | 09:24:14

5 Fakta Unik tentang Otak Manusia, Diet Ekstrem Bisa Sebabkan Otak Makan Dirinya Sendiri

 

TRIBUNTRAVEL.COM - Setiap harinya, pagi dan malam, kita menggunakan otak baik saat beraktivitas, berpikir, dan bahkan otak masih tetap aktif saat kita tidur.

Namun, apakah kalian sudah kenal baik dengan organ tubuh yang satu ini?

Kali ini, TribunTravel.com merangkum lima fakta menarik tentang otak manusia dari laman This is Insider.

1. Otak manusia belum sepenuhnya dewasa hingga usia 25 tahun.

Menurut University of Rochester Medical Center, otak tidak benar-benar selesai tumbuh dewasa sampai kita berusia sekitar 25 tahun.

Penelitian terbaru menunjukkan, orang yang lebih muda dari 25 sering memproses informasi dengan bagian otak yang disebut amigdala, area pada otak yang terlibat dalam mengelola emosi.

Sebaliknya, orang yang berusia di atas 25 cenderung menggunakan korteks prefrontal, area pengambilan keputusan dan penilaian secara rasional.

Para ilmuwan percaya, hubungan penting antara dua area otak ini tidak sepenuhnya terbentuk sampai pertengahan usia dua puluhan.

2. Para ilmuwan berpikir bahwa otak manusia sebenarnya menyusut dari waktu ke waktu.

Seperti yang dikemukakan oleh antropolog University of Wisconsin, John Hawks kepada majalah Discover, otak manusia sebenarnya menyusut sebesar 150 sentimeter kubik selama 20.000 tahun terakhir.

Jumlah itu sama dengan ukuran bola tenis.

Para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin mengapa otak kita semakin kecil, tetapi beberapa orang berpikir ketika tubuh dan sistem saraf kita menjadi lebih kecil, otak ikut mengecil untuk menyesuaikannya.

Beberapa ilmuwan lain percaya, penusutan otak berkaitan dengan perubahan gaya hidup dan habitat.

3. Otak manusia sebagian besar terdiri dari air dan dehidrasi dapat membuat performanya memburuk.

Butuh alasan lain untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi?

Otak manusia sebagian besar terdiri dari air, yakni sekitar 75 persen-nya.

Bahkan, otak mengandung sekitar 2% dari total air dalam tubuh.

Jika ditimbang, berat otak sekitar 3 kilogram.

Dengan dehidrasi hanya 2%, itu dapat merusak fokus, kemampuan mengingat, dan fungsi kognitif lainnya.

4. Otak tidak bisa merasakan sakit.

Menurut Brainline, tidak ada reseptor rasa sakit di otak itu sendiri.

Hal ini berarti otak tidak dapat benar-benar merasakan sakit seperti kulit atau otot, meskipun otak adalah organ yang kita gunakan untuk mendeteksi dan menafsirkan rasa sakit.

Faktanya, menurut Stanford University, ahli bedah syaraf tidak mengaplikasikan anestesi ke otak selama operasi dan pasien seringkali dibiarkan terjaga.

Namun, ada reseptor nyeri di kulit kepala, serta pada penutup di sekitar tengkorak dan otak.

Inilah mengapa pukulan di kepala bisa menyebabkan rasa sakit.

5. Diet ekstrem dapat menyebabkan otak 'memakan' dirinya sendiri.

Jika kamu merasa otak sedang mencoba menyabotase upaya diet yang kamu lakukan, hal itu bisa jadi benar.

Para ilmuwan telah menemukan, tidak cukup makan dapat memicu satu hal yang disebut "autophagy yang disebabkan oleh kelaparan" di otak.

Pada dasarnya, sel-sel otak yang tidak mendapatkan cukup energi dari makanan akan mulai memakan dirinya sendiri untuk melepaskan asam lemak.

Ketika hal ini terjadi, laporan para ilmuwan tersebut menunjukkan otak menggerakkan sinyal lapar yang meningkatkan nafsu makan dan keinginan untuk makan.

Meskipun beberapa jumlah autophagy sebenarnya penting untuk menjaga otak tetap berjalan lancar, malnutrisi jangka panjang bisa berdampak negatif pada otak.

 

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

http://travel.tribunnews.com