“Berobat” dengan Al-Quran, Bagaimana Hukumnya?

Jumat, 28 Juni 2019 | 10:02:19

“Berobat” dengan Al-Quran, Bagaimana Hukumnya?

 

BAGAIMANA hukumnya berobat dengan kertas-kertas yang bertuliskan ayat-ayat Al-Quran untuk penyembuhan suatu penyakit?

Pengertian yang salah dari sebagian kaum muslimin telah menggunakan kertas-kertas yang bertuliskan ayat-ayat Al-Quran untuk menyembuhkan suatu penyakit. Ayat-ayat Al-Quran yang ditulis di atas suatu kertas itu lalu dicelupkan ke dalam bejana atau gelas yang berisi air, dan air secepatnya menghapus tinta yang mengandung ayat-ayat Al-Quran lalu si dukun memberikannya pada orang sakit yang memintanya.

Adapun cara lain yaitu dukun tersebut menyuruh agar kertas yang berisi ayat-ayat Al-Quran itu ditelan begitu saja, atau dibakar yang kemudian uapnya diuapkan pada orang sakit dengan tujuan untuk kesembuhan.

Cara khurafat atau kelenik ini telah keluar dari ajaran Islam dan telah merendahkan ayat-ayat Tuhan itu sendiri yang dipraktekan oleh mereka yang kurang faham tentang Quran dan Islam.

Dan sebenarnya terhadap penyakit-penyakit jasmani telah disediakan oleh Allah berupa obat-obatan yang perlu diteliti berdasar penyelidikan kedokteran sehingga hal tersebut dapat bermanfaat pada yang sakit, baik dengan menggunakan jamu-jamu, pil-pil atau kapsul dan menurut cara yang sesuai dengan ilmu kedokteran.

Dan hal ini diperkuaat dengan adanya hadist Nabi yang menyebutkan bahwa telah menjenguk orang sakit yang kemudian meminta pada keluarganya untuk membawanya pada dokter. Dan seseorang bertanya: “Apakah Tuan berkata yang demikian, Ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Ya , sesungguhnya Allah SWT tidak menurunkan penyakit kecuali juga telah menurunkan obatnya, diajarkan kepada mereka belajar, tidak diketahui oleh mereka yang bodoh, kecuali penyakit beracun, dan itulah kematian,”  (HR. Hakim).

Pandangann Nabi yang demikian telah menunjukan perlunya orang yang sakit untuk berobat, dan penyakit jasmani perlu diobati dengan obat-obatan yang dianalisa dan dibenarkan oleh hasil penyelidikan agar benar-benar dapat membawa kesembuhan, sedangkan penyakit rohani disembuhkan dengan pengobatan kerohanian pula.

Sebagaimana firman Allah, “Dan Kami turunkan dari Quran beupa penyembuhan penyakit rohani dan satu rahmat untuk orang-orang mukmin,” (QS. Al-Isra ayat 82). []

 

Sumber: Jawaban Islam/Karya: Hussein Khalid Bahreisj/Penerbit:Al-Ikhlas

https://www.islampos.com